Connect with us
PERTAMINA

Industri

Ekspor Komponen Pembangkit Listrik PT Barata Diperluas ke Tiga Negara

Published

on

Ekspor komponen

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspor komponen pembangkit listrik PT Barata Indonesia (Persero) terus diperluas ke beberapa Negara meski di tengah situasi pandemi. Dalam kurun waktu tiga bulan di tahun 2020 ini, PT Barata melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke tiga negara, yakni ke Jerman, Armenia, dan Bahrain.

Direktur Utama PT Barata Indonesia (persero), Fajar Harry Sampurno mengatakan, ekspor selama tiga bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal positif bagi industri manufaktur Indonesia, terutama bagi Barata Indonesia.

“Karena saat ini permintaan produk-produk manufaktur dalam negeri menurun drastis akibat merosotnya perekonomian dunia di masa pandemi. Tapi produk-produk Barata Indonesia justru masih mendapat kepercayaan dari berbagai Negara dalam proyek pembangkit,” kata Fajar dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2020).

Ekspor kali ini sekaligus menambah daftar negara yang menjadi tujuan ekspansi pasar PT Barata Indonesia.

Selain ekspor ke Jerman, Armenia, dan Bahrain, BUMN ini sebelumnya sudah mengekspor komponen pembangkit dan komponen kereta api ke Jepang dan Pakistan.

“Artinya di tengah kondisi sulit saat ini, Barata Indonesia masih bisa memainkan peran di Industri manufaktur, dengan rutin melakukan ekspor komponen,” ungkapnya.

Adapun total nilai ekspor komponen pembangkit listrik selama tiga bulan ini yang dibukukan pabrik Komponen Turbin Barata Indonesia mencapai Rp 133 miliar.

Angka ini diharapkan dapat terus ditingkatkan hingga akhir tahun 2020 dengan mendorong ekspor dari divisi lain, yakni divisi pengecoran (foundry) lewat produk komponen kereta api.

“Kami akan terus berusaha berperan aktif untuk industri manufaktur tanah air, dalam rangkan mendorong tumbuhnya perekonomian nasional,” tandas Fajar.

Diketahui, untuk ekspor komponen pembangkit ke Jerman, pabrik Barata di Cilegon menyiapkan komponen listrik berupa Condenser dan LP Outer Casing.

Komponen pembangkit listrik itu akan digunakan pada proyek Combined-Cycle Power Plant (CCPP) dengan kapasitas 600 MW.

Sebelumnya, Barata Indonesia juga telah melakukan ekspor condenser dan LP outer casing ke berbagai negara seperti Pakistan, Brasil dan Argentina.

Target dalam beberapa bulan ke depan, Barata Indonesia akan melakukan ekspor komponen turbin ke Jepang, Australia, Irak, Korea Selatan dan Brasil. []

Konstruksi & Properti

Modal Kerja WIKA Cair Rp700 Miliar dari SMI

Published

on

Modal kerja WIKA

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Modal kerja WIKA atau PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dikucurkan oleh pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Total modal kerja WIKA yang dikucurkan mencapai Rp700 miliar yang akan digunakan untuk memenuhi permodalan perseroan.

Selain modal kerja WIKA, PT SMI juga memberikan dana jaminan pelaksanaan proyek sebesar Rp1,66 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengungkapkan pihaknya telah mendapatkan fasilitas pembiayaan dan jaminan dari PT SMI.

Dijelaskannya, objek transaksi ini yaitu Pemberian Fasilitas Pembiayaan Modal Kerja WIKA dan Pemberian Jaminan berupa tagihan atau piutang atas proyek yang akan dibiayai.

“Nilai dana untuk modal kerja WIKA yang diberikan adalah sebesar Rp700 miliar, dan nilai jaminan sebesar Rp1,66 triliun. Transaksi ini dilaksanakan pada Senin, 18 Oktober 2021,” ujarnya, Kamis (21/10/2021).

Mahendra menjelaskan, ada hubungan afiliasi antara pihak yang bertransaksi yaitu antara PT Wijaya Karya dengan PT SMI.

Keduanya merupakan BUMN ini sahamnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah, sehingga hubungan afiliasi terjadi karena keduanya dikendalikan oleh pemegang saham yang sama.

Modal Kerja WIKA Dorong Penyelesaian Proyek

Adapun pertimbangan penyaluran modal kerja WIKA dan dana jaminan ini agar pihak perusahaan dapat menyelesaikan pembangunan beberapa proyek infrastruktur.

Berbagai proyek strategis yang masih digarap oleh PT WIKA di antaranya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sirkuit Mandalika, Rumah Sakit di Ternate, dan berbagai proyek di sejumlah daerah.

Sementara pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo NTT baru saja selesai dirampungkan oleh PT Wijaya Karya senilai Rp98 miliar.

Saat ini, BUMN karya ini juga tengah menggenjot kontrak baru sebelum akhir tahun 2021.

Mahendra Vijaya menyatakan, pihaknya optimis bisnis perseroan akan semakin mocer karena situasi pandemi saat ini sudah semakin terkendali dan kondusif.

Pada semester pertama, kontrak baru yang diperoleh BUMN ini mencapai Rp10,5 triliun.

Sementara di semester II, perusahaan pelat merah ini masih terus mengikuti beberapa tender dengan target kontrak Rp25 triliun.

Jika kondisi ke depan semakin kondusif, Vijaya optimis besaran tender yang didapat bisa lebih dari target, bahkan di kisaran Rp35 triliun.

“Ini sejalan dengan melandainya gelombang ke dua Covid-19. Vaksinasi juga kita lihat sudah semakin luas, maka pasar konstruksi dalam negeri juga akan kembali pulih,” ungkapnya.

Namun, ia menyebutkan kondisi ini hanya bisa berjalan bila pemerintah dan seluruh masyarakat tetap disiplin dan konsisten menjalankan protokol kesehatan serta membagun ketahanan kesehatan komunal. []

Continue Reading

Transportasi

Maskapai Pelita Air akan Gantikan Garuda? Ini Profilnya

Published

on

Maskapai Pelita Air

MEDIABUMN.COM, JAKARTA – Maskapai Pelita Air digadang-gadang bakal menjadi pengganti Garuda Indonesia yang kondisinya semakin kritis.

Saat ini Maskapai Pelita Air merupakan perusahaan aviasi yang fokus menggarap sektor minyak dan gas serta government special mission.

Perusahaan ini namanya kian santer dikabarkan menjadi pengganti Garuda Indonesia dan rencananya akan melayani penerbangan berjadwal seperti yang dijalankan GIAA selama ini.

Diketahui, PT Pelita Air Service (PAS) awalnya dibentuk untuk mendukung kegiatan eksplorasi, eksploitasi, kargo, serta transportasi migas atau personel Pertamina.

Pada tahun 1963, Pertamina membentuk departemen layanan udara, namun hanya dalam 7 tahun, departemen itu ditutup.

Sebagai gantinya, di tahun 1970, didirikan PT Pelita Air Service sebagai anak perusahaan yang punya hak otonom untuk menyediakan operasi penerbangan berkelanjutan.

Saat ini perusahaan tersebut dipimpin Albert Burhan, dan telah mengajukan izin penerbangan berjadwal ke Kementerian Perhubungan.

Albert selaku Dirut Maskapai Pelita Air bukanlah orang baru di bisnis penerbangan, ia sebelumnya menjabat Dirut Citilink Indonesia dan pernah berkarier di GIAA.

Dikutip dari website resminya, maskapai Pelita Air juga menjalankan operasi penerbangan secara ekonomis dalam industri migas melalui sistem charter.

Layanan yang disediakan juga mencakup kegiatan foto udara, transportasi kargo, transmigrasi, pemadam kebakaran, palang merah, dan angkutan pengungsi.

Perusahaan ini juga menyediakan layanan terbang VVIP, operasi seismic, survei geologi, lepas pantai, evakuasi medis, helirig, jasa pilot helikopter serta layanan dukungan dan pelatihan.

Anak Usaha Maskapai Pelita Air

Sejak tahun 2000, Maskapai Pelita Air pernah mencoba menjalankan bisnis penerbangan reguler untuk berbagai rute, namun tak berlangsung lama.

Di tahun 2005, layanan rute itu ditutup secara keseluruhan dan perusahaan kembali fokus pada layanan charter penerbangan udara, logistik dan berbagai bidang yang sebelumnya berjalan.

Saat ini, Maskapai Pelita Air telah mempunyai anak usaha yang khusus menggarap jasa pemeliharaan dan perbaikan pesawat, yakni PT IndoPelita Aircraft Services.

Maskapai Pelita Air juga punya lapangan terbang eksklusif di Jakarta Selatan daerah Pondok Cabe, dengan landasan pacu sepanjang dua ribu meter.

Sementara armada pesawat yang dimiliki perusahaan ini juga sangat beragam, di antaranya pesawat ATR 42-500, ATR 72-500, CASA 212-200, dan AT 802.

Kemudian pesawat jenis Bell 412 EP, Bolkow NBO-105, Sikorsky S76 C++, Sikorsky S76-A, dan Bell 430.

Di bidang jasa pelatihan, Maskapai Pelita Air menyediakan lebih dari 30 jenis pelatihan penerbangan dan memiliki 7 Sertifikasi yang sedang berjalan dari Dirjen Perhubungan Udara (DJP), dan 3 sertifikasi nasional dan 3 sertifikasi internasional dalam proses persetujuan. []

Continue Reading

Airport Services

Edukasi Kreatif tentang Bandara dan Pariwisata, Angkasa Pura I Hadirkan Boardgame “Airport Geeks”

Published

on

edukasi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berinovasi dalam melakukan operasional bisnisnya, termasuk dalam melakukan edukasi kebandarudaraan dan pariwisata. Hal ini ditunjukkan Angkasa Pura I dengan menghadirkan boardgame “Airport Geeks” sebagai sarana edukasi kebandarudaraan dan pariwisata melalui permainan.

Boardgame “Airport Geeks” ini dihadirkan sebagai upaya Angkasa Pura I dalam memberikan alternatif hiburan yang menarik bagi masyarakat dan keluarga di tengah masa pandemi Covid-19 untuk menghabiskan waktu di rumah sambil memperkenalkan bisnis bandara udara dan promosi destinasi wisata.

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup luar biasa bagi industri penerbangan, khususnya sektor bandara, dengan penurunan trafik penumpang yang cukup dalam pada 2020 dibanding 2019. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat insan-insan Angkasa Pura I untuk terus mencari inovasi dan terobosan untuk bisa terus berkarya. Pandemi ini justru mendorong ide-ide kreatif para generasi milenial perusahaan untuk menciptakan ide-ide inovatif yang salah satunya adalah produk Boardgame Destinasi Wisata dengan nama “Airport Geeks. Produk ini adalah inisiasi Angkasa Pura I untuk berinovasi mempromosikan destinasi wisata dan mengedukasi dengan cara yang kreatif,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji.

Soft launching boardgame “Airport Geeks” ini ditandai dengan dihadirkannya “Airport Geeks” pada Pameran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) ke-11 yang diselenggarakan sejak 21 Oktober hingga 28 November 2021 mendatang. Selain akan mengisi salah satu titik pada pameran desain dan seni kontemporer tersebut, “Airport Geeks” juga dapat dimainkan oleh para pengunjung yang hadir.

edukasi

Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Triawan Munaf (keempat dari kiri) bersama Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji (ketiga dari kiri) dan Tim Airport Branding PT Angkasa Pura I (Persero) pada saat mengunjungi spot boardgame Airport Geeks di pembukaan Pameran Indonesian Contemporary Arts and Design (ICAD) ke-11 pada Kamis (21/10) di Jakarta.

Sesuai dengan tema ICAD tahun ini “Publik” dan visi Angkasa Pura I”Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih Dari Sekadar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia”, Angkasa Pura I sebagai pelaku industri pelayanan publik meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna jasa, konsumen, dan penentu tren dan berupaya terus melakukan inovasi untuk merespon perkembangan zaman melalui ide-ide kreatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik di kala pandemi.

“Melalui Pameran Indonesian Contemporary Art & Design ke-11, diharapkan menjadi wadah branding untuk membangun portofolio dan memperluas exposure boardgame Airport Geeks di pegiat kreatif bagi Angkasa Pura I sambil terus menerus berbenah diri dan mempersiapkan diri dalam menyambut kebangkitan kembali industri aviasi dan pariwisata pascapandemi,” ujar Devy Suradji.

Boardgame Airport Geeks dirancang dan telah dilakukan trial untuk menemukan formula yang mudah dimengerti oleh anak mulai dari usia 11 tahun hingga umur dewasa. Kehadiran boardgame Airport Geeks diharapkan dapat memberikan sarana rekreasi dan hiburan yang menyenangkan bagi generasi muda, keluarga, dan masyarakat selama pandemi. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!