Connect with us
banner pln 2023

Agrobisnis & Pangan

Ekspor Beras Indonesia Ke Cina, ID FOOD Siap Jalankan Tugas

Published

on

Ekspor Beras Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspor beras Indonesia akan dilakukan oleh Holding BUMN Pangan menuju Cina dalam waktu dekat.

Saat ini rencana ekspor beras Indonesia untuk yang pertama kalinya ke Cina masih dibahas bersama Kementerian Pertanian, baik jumlah, jenis, maupun jadwal keberangkatannya.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Frans Marganda Tambunan mengatakan persiapan ekspor beras Indonesia ini sudah dimulai sejak bulan lalu.

Menurutnya, Holding BUMN Pangan atau ID Food masih menunggu kelanjutan rencana pengiriman beras, terutama untuk penentuan waktu pelaksanaan dan jenis varietas yang akan diekspor.

Untuk memenuhi kebutuhan ekspor ini, ID Food juga berupaya menaikkan hasil panen beras agar tak mengganggu pasokan dalam negeri.

“Rencana ekspor ini sudah dibahas dengan Kementan, tapi kami juga tetap menjaga kebutuhan dalam negeri agar terpenuhi,” ujar Frans di kantor BUMN, Senin, 22 Agustus 2022.

Ia menyebut Holding BUMN pangan saat ini sedang memperkuat ekosistem pertanian yang mengintegrasikan antara petani dengan stakeholder melalui Program Makmur.

Program Makmur dijalankan oleh Agro Solution yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.

Frans mengatakan, jika produktifitas petani membaik, maka tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Selain itu, program ini juga tersedia jaminan pembelian hasil panen petani sehingga dipastikan bisa terserap dengan baik.

Jika produktifitas petani Indonesia terus meningkat, maka program ekspor beras terus dioptimalkan, karena saat ini hasil panen Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara tetangga.

Sementara Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menyebut bahwa pasokan beras saat ini sudah cukup untuk memulai ekspor.

Berdasarkan data dari Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022, tercatat stok beras nasional pada Maret 2022 mencapai 9,11 juta ton, dan pada April 2022 naik jadi 10,15 juta ton.

Data BPS juga mencatat saat ini Indonesia tidak lagi melakukan impor beras pasar konsumsi, hanya mengimpor beras khusus untuk keperluan industri.

Terpisah, Kadiv Pengadaan Komoditi Perum Bulog, Budi Cahyanto menyatakan bahwa Indonesia berpotensi mengekspor beras karena stoknya sudah sangat besar.

Peluang ekspor beras Indonesia semakin memungkinkan karena memiliki jenis beras yang berbeda dibandingkan negara produsen lainnya.

“Nantinya jenis beras yang akan diutamakan adalah khas Indonesia, seperti Mentik Wangi, Pandan Wangi, dan Roso Lele, karena tidak dihasilkan oleh negara lain,” tandasnya.

Selain Cina, Budi menilai bahwa potensi ekspor beras dari Indonesia bisa masuk ke beberapa negara lain, terutama Malaysia dan Arab Saudi. []

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM