Ekspor Baja Krakatau Steel Capai1200 Ton ke Malaysia

oleh
Ekspor baja

Ekspor baja yang dilakukan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ke Malaysia, akhirnya bisa berjalan dengan baik. Setelah pemerintah berhasil menghapus pengenaan anti dumping terhadap HRC di Malaysia.

Pengiriman baja jenis Hot Rolled Coil (HRC) dan Steel Plate dilakukan dengan dua kapal di Dermaga 1.6 Pelabuhan milik anak perusahaannya, PT Krakatau Bandar Samudera.

Agus Sutan Kaharudin, Vice President Corporate Communication Krakatau Steel mengatakan jika proses pemuatan kargo sendiri dilakukan selama tiga hari, dan telah dimulai sejak 26 Maret lalu. Ekspor baja yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel tersebut sebanyak 12000 ton.

“Sebanyak 12.000 ton baja jenis HRC dan Steel Plate akan diberangkatkan selambatnya pada esok hari. Baja-baja ini akan dikirim ke beberapa perusahaan di Malaysia. Di antaranya Petro Pipe SDN BHD, Wan Hong Hardware Trading SDN BHD, Leon Fuat Metal SDN BHD, MH Steel SDN BHD, Engtex Steel Pipes SDN BHD, S.Y.F Hardware SDN BHD, dan Top Popular Steel Co, Ltd,” paparnya.

Baca Juga: IPC Berhasil Naikan Laba Bersih di 2018

Agus mengatakan hal tersebut saat wawancaranya kemarin, Kamis (28 Maret). Menurutnya, kebutuhan ekspor baja di wilayah ASEAN terus meningkat. Mengingat statusnya yang merupakan Negara berkembang.

EKSPOR BAJA MENINGKAT

Sama halnya seperti Indonesia, selama 10 tahun terakhir ini mengalami peningkatan kebutuhan baja yang sangat tajam. Dilihat tahun 2007, kebutuhan baja sebanyak 8,8 juta ton, sedangkan kebutuhan meningkat dan mencapai 13, 6 juta ton pada tahun 2017.

Dengan demikian, perseroan pun gencar melakukan ekspansi dengan membangun pabrik HSM#2. Hal ini tentunya akan menambah produksi baja HRC sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Diperkirakan pabrik tersebut akan selesai mechanical completion pada Juni 2019 mendatang. Maka dari itu, ekspor baja pun akan terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Agus juga mengatakan, tahun 2018 PT Krakatau Steel telah mencatat, baik domestik maupun ekspor baja sebanyak lebih dari 2 juta ton. Penjualan tersebut mencapai USD1,3 Milyar.

Selain itu, penjualan sepanjang bulan Januari-Februari 2019, telah tercatat sebanyak 318 ribu ton dengan total USD125 juta. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *