Ekspansi Bank BUMN Ke Luar Negeri, ini Plus Minusnya!

by
Ekspansi Bank BUMN

Ekspansi Bank BUMN ke luar negeri menjadi bagian rencana perbankan seiring implementasi Asean Banking Integration Framework (ABIF).

Sebut saja Bank Mandiri yang beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa perbankan akan melebarkan sayap dengan membuka cabang di Filipina. Bank Mandiri juga berencana akan melakukan finalisasi cabang di negara tetangga lainnya yaitu Malaysia.

Tak mau kalah! BNI yang jauh-jauh hari telah membuka cabang di London dan Tokyo juga berencana akan meningkatkan status cabangnya di negara Myanmar.

Baca Juga: Laba Bank BUMN Tembus Rp32 Triliun

Demikan pula dengan BRI yang juga berencana akan melakukan ekspansi ke negara ASEAN setelah sebelumnya melebarkan sayap ke Timor Leste.

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, upaya pelebaran sayap atau ekspansi ke mancanegara menjadi penting bagi perbankan. Selain menambah portofolio kredit juga dapat meningkatkan pendapatan fee based income.

“Ekspansi ke luar negeri juga dapat menambah bisnis trade finance dan remitansi. Tapi perlu diingat jika ekspansi ke luar negeri tentu saja tidak sedikit biaya yang harus keluar. Bank harus memperhitungkan secara cermat kapan bisa balik modal karena dibutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa balik modal. Harus ada studi kelayakan,” tutup Paul. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *