Dugaan Korupsi di Asuransi Jiwasraya Naik ke Penyidikan

oleh
Dugaan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) statusnya kini telah dinaikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Menurut Kasipenkum Kejati DKI Jakarta M Nirwan Nawawi, beralihnya status penyelidikan menjadi penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di Asuransi Jiwasraya ini tercantum dalam Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No: Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018.

Disampaikan Nirwan, dari hasil penyelidikan yang ada, kini pihaknya telah mendapatkan beberapa bukti permulaan yang cukup.

Atas dasar itulah status dinaikan menjadi penyidikan. “Bukti awal cukup jadi naik ke tingkat penyidikan,” kata Nirwan di Jakarta, Kamis (28/11).

Dijelaskan Nirwan, penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi ini bermula dari laporan masyarakat ke Kejati DKI.

Atas laporan tersebut, Kejati DKI mengendus ada yang tidak beres, yakni adanya dugaan tindak pidana korupsi dari 2014 sampai 2018.

Selain itu, disampaikan Nirwan, Asuransi Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis telah menjual produk JS Saving Plan.

Penjualan tersebut melalui tawaran persentasi bunga tinggi di angka kisaran 6,5 persen sampai 10 persen.

Presentase yang di atas rata-rata dengan perolehan pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.

“Ini yang dijadikan dugaan awal adanya penyimpangan yang melanggar ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Sehingga, disampaikannya temuan-temuan pihaknya telah memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi atau delik korupsi.

Dalam pemeriksaaanya, tim penyidik Kejati DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan kepada 66 orang saksi dari pihak-pihak terkait.

Bahkan pengumpulan dokumen – dokumen yang dijadikan sebagai alat bukti pun sudah dilakukan.

Saat ini diakui Nirwan, tim penyelidik juga sudah meminta penunjukan ahli auditor dari Kantor Akuntan Publik.

“Segera auditor bisa memproses perhitungan kerugian negara,” harapnya.

Sebelumnya sasus korupsi yang menjerat Jiwasraya ini pun sebenarnya telah menjadi perhatian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BUMN menduga ada investasi saham gorengan yang akhirnya menyebabkan perusahaan pelat merah tersebut gagal bayar ke nasabah.

Bahkan disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga, investasi Jiwasraya bermasalah.

“Jiwasraya berinvestasi di saham gorengan,” tandasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *