Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Dua Bank BUMN ini Siap Jor-joran Investasi Platform Digital

MediaBUMN

Published

on

Bank BUMN

BNI dan BRI yang merupakan bank BUMN sangat concern terhadap era digitalisasi perbankan dengan terus mengedepankan pengembangan digital banking dan teknologi mobile. Kedua bank BUMN ini pun siap menggelontorkan dana jumbo untuk investasi pada platform digital perbankan.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional BRI, Indra Utoyo, mengatakan jika pihaknya saat ini tengah fokus terhadap dua aspek yaitu eksploitasi dan eksplorasi.

“Untuk cabang dan ATM merupakan bagian dari eksploitasi, namun meskipun ke depannya terjadi pengurangan cabang dan ATM tetapi kami tetap akan terus meningkatkan layanan terbaik kami dari sisi digital yang semakin memudahkan para nasabah untuk bertransaksi,” terangnya.

Selain itu, upaya BRI dalam menjangkau beberapa platform digital seperti mobile dan open banking, imbuh Indra merupakan bagian dari eksplorasi perusahaan.

Baca Juga : Sinergi BUMN Bhanda Ghara Reksa dan AirNav Indonesia

“Kami telah menyiapkan platform digital lending melalui anak usaha. Selain itu, kami juga akan menyiapkan platform elektronik KYC (know your customer) digital signing dan menyiapkan open banking melalui API yang sudah dilisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Direktur Teknologi Informasi dan Operasional BNI, Dadang Setiabudi, terjadinya pergeseran transaksi didorong adanya prilaku transaksi nasabah. Hal ini tercermin dari peningkatan yang sangat signifikan pada channel mobile dan digital banking.

“Karena adanya kemudahan dan kenyaman dalam melakukan transaksi membuat banyak nasabah yang mengandalkan fasilitas digital tersebut dalam setiap melakukan transaksi,” paparnya.

Lebih lanjut Dadaang menyebut jika ke depan BRI akan terus meningkatkan pelayanan digitalnya dengan mengembangkan feature pada channel BRI yang bersifat mobile.

“Untuk investasinya tahun 2019 kami sediakan anggaran mencapai Rp1 triliun. Dengan anggaran besar tersebut kami berharap dapat mendorong peningkatan pelayanan pada digital channel di seluruh lini,” tutupnya. []

Asuransi

ASABRI Lakukan Sosialisasi Program Untuk Divisi Infanteri III Kostrad, Kariango

MediaBUMN

Published

on

ASABRI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT ASABRI (Persero) sebagai pengemban amanat dan pengelola program asuransi sosial berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 102 tahun 2015 melaksanakan fungsi tugas dalam memberikan perlindungan kepada prajurit TNI, anggota POLRI, dan ASN Kemhan/POLRI.

Pada Jumat (18/09) BUMN ini memenuhi undangan Pangkostrad untuk melaksanakan sosialisasi program ASABRI berdasarkan PP 102 tahun 2015 dalam kegiatan Apel Dansat (Komandan Satuan) jajaran Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigif Raider 3 Kostrad, Kariango, Maros Sulawesi Selatan.

Adapun melalui undangan tersebut, ASABRI melalui Direktur Investasi ASABRI Jeffry Hariyadi P Manulang bersama Simon P Semedi dan tim, diterima langsung oleh Panglima Divisi 3 Kostrad Mayjen TNI Wanti Waranei F. Mamahit dalam dan seluruh pejabat utama beserta jajaran.

Sementara itu Panglima Divisi 3 Kostrad Mayjen TNI Wanti Waranei F. Mamahit tidak dapat mengikuti kegiatan secara keseluruhan karena ada penugasan dan kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Kepala Staf Divisi 3 Kostrad Brigjen TNI Refrizal.

Dalam sambutannya Brigjen TNI Refrizal memberikan pesan kepada seluruh peserta yang mengikuti. Ia mengatakan kepada seluruh anggota agar dapat memahami dan menyerap materi sosialisasi, kemudian diteruskan kepada sesama anggota mengenai manfaat program ASABRI.

ASABRI

Untuk pemateri sosialisasi Jeffry Haryadi dalam paparannya memberikan informasi mengenai pengelolaan potongan premi dari iuran peserta 8 % (THT dan Pensiun) dan iuran dari pemberi kerja/ Pemerintah 1,08 % (JKK dan JKM).

Akumulasi iuran ini dikembangkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, hasil manfaat dari pengembangan akan dikembalikan kembali bagi peserta melalui pengembangan produk maupun besaran nilai manfaat program.

“Saat ini, ASABRI telah berkomitmen melaksanakan SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) berdasarkan ISO 37001-2016, untuk menerapkan perusahaan yang bersih dari praktik suap serta penerapanan tata kelola perusahaan yang baik” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang ASABRI Makassar, Simon P Semedi memberikan penjelasan empat program utama ASABRI, yaitu Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Pensiun (JP).

Pada kesempatan ini turut dijelaskan pengembangan layanan yang dilakukan ASABRI, baik informasi ASABRI link dengan metode office channeling dan peluncuran ASABRI Mobile App yang diperuntukkan untuk Peserta ASABRI guna memudahkan peserta mengakses informasi dan layanan ASABRI.

Selain itu, yang tak kalah penting mekanisme pengajuan, alokasi, dan realisasi Pinjaman Uang Muka (PUM) KPR juga menjadi bahan penjelasan kepada peserta sosialisasi. []

Continue Reading

Perbankan

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF

MediaBUMN

Published

on

Yuddy Renaldi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – bank bjb kembali sukses meraih penghargaan bergengsi dalam acara The 8th Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020. Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi dinobatkan sebagai Industry Marketing Champion Jawa Barat 2020 untuk sektor Banking. Penghargaan ini diserahkan melalui seremoni virtual via aplikasi ZOOM Meetings yang diterima oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko bank bjb Nia Kania mewakili Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi pada Sabtu (19/9/2020).

Yuddy Renaldi mengatakan penghargaan ini merupakan cerminan dari mengkilapnya performa usaha bank bjb yang selalu berjalan prima, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Segala bentuk perolehan yang dicapai perusahaan ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh insan perusahaan.

“Penghargaan ini bukan hanya prestasi individu atau perseorangan, namun merupakan prestasi seluruh jajaran manajemen dan pegawai Penghargaan ini merupakan sebuah apresiasi untuk dipersembahkan kepada seluruh insan peresoran yang telah bekerja keras saling bahu-membahu menjalankan perannya untuk mengoptimalkan usaha bank bjb,” kata Yuddy.

Yuddy Renaldi

Industry Marketing Champion Jawa Barat 2020 dipersembahkan kepada tokoh-tokoh terpilih yang dipandang sukses di bidang pemasaran. Tokoh tersebut adalah para individu yang dipandang telah menunjukkan ‘marketing spirit’ luar biasa yang patut diteladani. Pada saat yang bersamaan para tokoh tersebut dinilai juga telah berhasil membawa dampak positif signifikan khususnya terhadap kinerja perusahaan dimana yang bersangkutan berkarya maupun terhadap masyarakat luas pada umumnya.

Yuddy Renaldi memang terbukti sebagai salah satu tosok berkualitas terbaik di dunia perbankan. Di bawah nahkodanya, bank bjb sanggup melesat lebih tinggi di kancah industri perbankan nasional. Prestasi demi prestasi ditorehkan, pencapaian positif terus dipertahankan meskipun tantangan dan rintangan silih berganti, tak terkecuali di tengah situasi pandemi COVID-19 yang merontokkan kedigdayaan banyak raksasa usaha di segala bidang.

Pada kenyataannya, bank bjb memang memperlihatkan performa positif sejak awal tahun 2020. Performa positif ini salah satunya tercermin dari total perolehan laba perusahaan yang mencapai Rp808 miliar pada Semester I 2020. Sedangkan jumlah total aset bank bjb mencapai Rp125,3 triliun. Angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 3,8% year-on-year (y-o-y). Di sektor kredit, penyaluran pembiayaan bank bjb tumbuh 9,8% y-o-y dengan nilai total Rp85,8 triliun. Catatan ini menunjukkan bahwa bank bjb merupakan salah satu bank paling kompetitif di tanah air.

Event IMF 2020 ini menjadi ajang yang menghubungkan para praktisi pemasar lokal dengan nasional, sekaligus menjadi ruang yang dapat membuka kesempatan untuk memunculkan potensi kreatif. Puncak dari apresiasi tertinggi di bidang pemasaran ini adalah penganugerahan penghargaan yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Indonesia Marketeers Festival Jawa Barat 2020 Virtual yang disaksikan oleh sekitar 500 peserta. []

Continue Reading

Perbankan

Kredit Dana PEN, BTN Target Salurkan Rp30 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Kredit dana PEN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kredit dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditargetkan bisa tersalur sebesar Rp30 triliun hingga akhir tahun 2020.

Hingga akhir September, pihak BTN optimis dapat menyalurkan kredit dana PEN Rp15 triliun, atau 3 kali lipat dari dana yang dititipkan pemerintah.

Menurut Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury, progress penyaluran kredit dana PEN dari pemerintah sejauh ini cukup baik dan diharapkan bisa mencapai target.

Diketahui, BTN bersama beberapa bank BUMN yang tergabung dalam Himbara menerima dana PEN sebesar Rp5 triliun pada Juni lalu.

Dana ini disiapkan untuk kredit kepada masyarakat sesuai Peraturan Menteri Keuangan Penempatan Uang Negara Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Sampai akhir September, kami berkomitmen bisa menyalurkan dana kredit BTN sebesar Rp15 triliun. Kami berharap pada Desember nanti bisa menyalurkan kredit hingga Rp30 triliun,” kata Pahala dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (17/9/2020).

Penyaluran kredit dana PEN dari BTN itu diproyeksikan mencapai 102,5 persen dari target atau mencapai Rp15,38 triliun.

Untuk segmen penyalurannya, masih didominasi subsidi KPR yaitu 26 persen, yaitu kepada 28 ribu debitur dengan nominal Rp3,99 triliun.

Kemudian 22 persen kepada kredit KPR non-subsidi dan kredit konsumer yaitu untuk 12 ribu debitur dengan nominal sebesar Rp3,38 triliun.

Lalu, kredit konstruksi dan kredit komersial sebesar 18,5 persen kepada 2.454 debitur senilai Rp2,85 triliun.

Sementara penyaluran kredit dana PEN untuk segmen BUMN yaitu 49 debitur dengan nilai Rp5,15 triliun.

Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk, Royke Tumilaar menyebut realisasi penyaluran kredit dana PEN telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Dana PEN dari bank BNI yang semula senilai Rp5 triliun, per 11 September 2020 telah mencapai Rp16,3 triliun yang disalurkan kepada 63 ribu debitur.

Dari jumlah tersebut, penyaluran untuk debitur baru nilainya mencapai Rp10,2 triliun dengan jumlah 39.209 debitur.

“Mayoritas penyaluran kredit dana PEN menyasar pelaku UMKM. Dimana dari total tersebut, 39.183 debitur di antaranya merupakan UMKM dengan nilai Rp6,39 triliun. Jadi segmen terbesar itu adalah usaha kecil sementara untuk korporasi jumlahnya kecil hanya sekitar Rp4 triliun,” ungkapnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM