Connect with us
PERTAMINA

Finansial

DP Mobil Listrik Bisa Lebih Besar Jika Tidak Disubsidi

MediaBUMN

Published

on

DP mobil listrik

DP mobil listrik menjadi isu terbaru minggu ini. Mobil listrik menjadi altenatif kendaraan ramah lingkungan. Hal ini terkait dengan kondisi kota-kota besar di Indonesia yang tingkat polusinya berada di ambang batas.

PT BNI Multifinance, anak usaha yang dimiliki oleh bank milik negara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sedang menjajaki kemungkinan ekosistem baru terkait mobil listrik ini. Perseroan sedang meneliti pembiayaan yang harus dikeluarkan.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama BNI Finance, Hasan Gazali Pulungan. Menurut Hasan, bank maupun mutilifinance pada dasarnya siap mendukung program mobil dengan bahan bakar ramah lingkungan. Namun, berhubungan dengan DP mobil listrik, jika pemerintah tidak ikut ambil bagian dalam mensubsidi, maka harga yang dibayarkan menjadi lebih mahal.

DP Mobil Listrik Lebih Mahal

BNI Mulitifinance mengaku siap ambil bagian dalam pengelolaan pembiayaan kendaraan baru ini meski harga DP Mobil listrik lebih mahal. Hal ini mungkin sebanding dengan risikonya jika tidak ada subsidi dari pemerintah. Asalkan produsen mobil listrik menyiapkan industrinya.

Risiko pembiayaan mobil listrik, menurut Hasan ada dua. Pertama berkaitan dengan kemampuan dari debitur atau nasabah dalam menghasilkan cash inflow. Jika baik, maka otomatis akan berjalan lancar. Kedua, risiko dalam penggunaan alat atau objek pembiayaan, dalam hal ini mobil listrik itu sendiri. DP mobil listrik sebagai bagian dari pengurangan risiko yang dimaksud.

Hasan dalam kesempatan yang sama mengakui, bahwa perusahaan multifinace adalah kepanjangan tangan dari agen pemegang merek, sekaligus anak perusahaan dari bank. Akibatnya, bila ada perusahaan mobil listrik global yang masuk ke Indonesia membawa modal dan mau bekerja sama dengan multifinance, maka wajar jika lembaga finance yang menikmati awal pembiayaan.

Sebagai informasi, selama bulan April 2019 realisasi pembiayaan BNI Multifinance hanya sebesar Rp364 miliar. Angka tersebut turun sebanyak 4,61 persen yoy dari April tahun 2018. Penurunan yang disebutkan Hasan disebabkan karena BNI Multifinance tidak lagi melakukan joint financing.

Selama tahun 2019, BNI menargetkan pembiayaan mencapai Rp2,5 triliun dan menekan kredit bermasalah hingga level 1,15 persen. Kerja sama produsen mobil listrik dengan mengatur DP mobil listrik dan pembiayaan lainnya, tentu akan meningkatkan realisasi pembiayaan di tahun 2019. []

Jasa Keuangan

Ridwan Arbian Syah Dipercaya Erick Thohir Pimpin SDM-nya Pegadaian

CHRIESTIAN

Published

on

Ridwan Arbian Syah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ridwan Arbian Syah telah resmi ditunjuk oleh pemegang saham (Kementerian BUMN) sebagai Direktur SDM PT Pegadaian (Persero) menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Mohammad Edi Isdwiarto (Periode 2017-2021).

Adapun keputusan tersebut tertuang dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar secara virtual (15/04).

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto menyampaikan terima kasih kepada Edi Isdwiarto atas pengabdian dan sumbang pikiran dan tenaga yang selama ini telah ikut memajukan kinerja Perseroan.

“Atas nama keluarga besar Insan Pegadaian saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada pak Edi yang sudah bekerja selama kurang lebih 4 tahun terakhir untuk Pegadaian. Beliau telah berupaya keras menciptakan Insan Pegadaian yang penuh talenta dan berkualitas. Selain itu juga meletakkan pondasi dalam pelaksanaan cara kerja baru sejalan dengan program transformasi digital maupun kultural,” ujar Kuswiyoto.

Sementara itu, Kuswiyoto juga tidak lupa mengucapkan selamat bertugas kepada Direktur SDM Pegadaian yang baru yaitu Ridwan Arbian Syah.

Ia berharap kehadirannya pada jajaran Direksi mampu melanjutkan tugas menjadi lebih baik serta mampu mendorong Pegadaian sebagai pabrik talenta seperti yang tengah didorong oleh Kementerian BUMN dalam menciptakan Employee Value Proposition (EVP).

Ridwan Arbian Syah selama ini dikenal sebagai sosok yang telah lama melintang berkarir di Pegadaian. Menurut keterangan resmi perseroan Ridwan Arbian Syah memulai karirnya di Pegadaian pada tahun 1994.

Berikut perjalanan karir Ridwan Arbian Syah di Pegadaian

– 1994 Pemeriksa Pembantu

– 2011 Pemimpin Wilayah IV Balikpapan

– 2012 Jeneral Manajer Inisiative Strategic & Decision Support

– 2013 Sekretaris Perusahaan

– 2014 Eksekutif Jeneral Manajer Teknologi Informasi

– 2015 Jeneral Manajer Pengelolaan SDM

– 2016 Jeneral Manager Strategi Human Capital

– 2017-2021 Kepala Satuan Pengawasan Intern

Dengan masuknya Ridwan Arbian Syah dalam jajaran Direktur Pegadaian, maka saat ini susunan Direksi PT Pegadaian (Persero) adalah sbb:

Ridwan Arbian Syah

1. Kuswiyoto : Direktur Utama
2. Harianto Widodo : Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk
3. Damar Latri Setiawan : Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan
4. Ninis Kesuma Adriani : Direktur Keuangan, Perencanaan Strategis, dan
Manajemen Risiko
5. Teguh Wahyono : Direktur Teknologi Informasi dan Digital
6. Ridwan Arbian Syah : Direktur Sumber Daya Manusia
7. Gunawan Sulistyo : Direktur Umum

Continue Reading

Asuransi

Jasa Raharja Dukung Penuh Kebijakan Tidak Mudik 2021

CHRIESTIAN

Published

on

mudik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pemerintah telah memutuskan untuk melarang kegiatan mudik di tahun 2021. Upaya tersebut menjadi langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19 sekaligus memutus mata rantai.

Seperti diketahui bahwa momentum liburan menjadi faktor meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di tanah air selama ini. Sehingga upaya bahu membahu menjadi penting dan terus dilakukan secara konsisten.

Merespon kebijakan tersebut, Budi Rahardjo sebagai Direktur Utama PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan pemerintah dalam meminimalisir mobilisasi masyarakat pada momentum mudik tahun ini sebagaimana.

Selain mencegah penyebaran pandemi Covid-19, dukungan Jasa Raharja juga dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang diketahui ikut meningkat ketika momentum Mudik.

mudik

Dalam mendukung upaya tersebut, bersama Korlantas Polri, Jasa Raharja pada Kamis (15/04/2020) melaksanakan pengecekan pos penyekatan larangan mudik lebaran tahun 2021 di beberapa jalur yang melewati wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah,

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono bersama jajaran Jasa Raharja yang terdiri dari Budi Rahardjo S (Direktur Utama), Amos Sampetoding (Direktur Operasional), Haryo Pamungkas (Kepala Divisi Pelayanan) Jahja Joel Lami (Kepala Cabang Utama Jawa Tengah) dan Hendri Afrizal (Kepala Cabang Utama Jawa Barat)

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau lokasi check point pos penyekatan yang digunakan untuk mencegah masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2021, baik kendaraan roda 4 maupun roda 2 diruas jalan tol, jalan Arteri maupun jalan Alternatif.

Selain melakukan pengecekan, juga dilakukan kegiatan kunjungan aksi simpatik di Pos Mergo Polres Cilacap, Pos Tangguh Polres Tasikmalaya Kota, Pospam Tangguh Karawang dan Bekasi.

mudik

Seperti diketahui sebelumnya, Korlantas Polri menyatakan akan mengerahkan 166.734 personel gabungan dari berbagai instansi untuk menerapkan kebijakan larangan mudik 2021. Dimana nantinya, Polda jajaran kewilayahan akan mengerahkan 93.336 personel yang siap berjaga di ratusan titik penyekatan.

Jasa Raharja menjadi salah satu bagian penting dari 72.564 personel yang mendukung Korlantas Polri dalam upaya menerapkan kebijakan larangan mudik bersama instansi terkait lainnya seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, Linmas dan Basarnas.

Dengan adanya sinergi yang solid tersebut diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta menjadikan masyarakat tertib berlalu lintas guna menurunkan angka Kecelakaan Lalu Lintas. Hal ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai wujud Negara hadir dan juga sinergi dari instansi/lembaga mitra kerja strategis Jasa Raharja.

Continue Reading

Perbankan

Layanan BTN Ditingkatkan Dengan Kolaborasi IFG

EKO PRASETYO

Published

on

Layanan BTN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Layanan BTN (Bank Tabungan Negara) kini dioptimalkan dengan menggandeng BUMN Indonesia Financial Group (IFG).
PT BTN (Persero) Tbk dan IFG resmi berkolaborasi dalam membangun bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak serta mengoptimalisasi ekosistem layanan BTN kepada para nasabah.

Kolaborasi kedua perusahaan keuangan milik negara ini disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Menurutnya, dengan sinergitas ini, membuat layanan BTN akan semakin baik dan tidak perlu membangun sebuah grup seperti Bank BRI dan Mandiri.

Karena dengan kolaborasi ini, keduanya bisa melakukan transformasi dan inovasi bisnis untuk kemudian memberikan layanan yang lebih beragam kepada nasabah.

Terlebih kolaborasi ini juga sesuai langkah yang dijalankan Kementerian BUMN yaitu inovasi, konsolidasi, transformasi, dan restrukturisasi.

“Dengan kerjasama ini layanan BTN akan lebih optimal, sedangkan bagi IFG, kolaborasi ini juga menjadi momentum yang positif untuk lebih memperkenalkan perusahaannya sebagai holding maupun anggota holding,” kata Tiko dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (15/4/2021).

Ia meyakini, kolaborasi ini juga akan membangun sebuah bisnis model yang baik dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Sementara Robertus Billitea selaku Direktur Utama IFG mengatakan, tahun pertama sejak IFG sebagai holding terbentuk memang fokus pada pembenahan di internal.

Mulai dari restrukturisasi sampai penguatan tata kelola perusahaan dan risk management.

Dengan kesempatan kerjasama BTN, pihaknya akan signifikan masuk ke wilayah pengembangan bisnis.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa masuk ke pasar perbankan secara lebih agresif,” kata Robertus.

Sedangkan Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menilai, pihaknya punya potensi dan keunggulan layanan BTN di sektor pembiayaan perumahan.
Maka pihaknya siap menghadapi tantangan dan peluang ke depan dengan berbagai strategi, salah satunya dengan IFG.

“Kerja ini akan melengkapi layanan BTN, karena IFG menyediakan berbagai produk keuangan non perbankan. Seperti asuransi jiwa, asuransi umum, dan investasi,” ungkapnya.

Ia pun berharap kolaborasi BTN dan IFG akan membentuk suatu ekosistem produk dan layanan yang lengkap guna meningkatkan potensi bisnis perbankan.

Adapun produk yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak di antaranya Mortgage-Backed Securities, retail bond, produk bagi treasury BTN, Asian Bond Fund, advisory, dan bancassurance. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!