Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Dorong Pendapatan Daerah, Pemprov Gorontalo Komitmen Gunakan BBM Ramah Lingkungan

Published

on

Gorontalo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Di Era situasi pandemi yang merupakan bencana non alam yang tidak kita duga ini, menuntut Pemerintah untuk berfikir lebih keras untuk menaikkan pendapatannya dan melakukan penyesuaian untuk kegiatan operasionalnya. Bagaimana tidak, sebagian besar belanja negara di semua bidang dilakukan efisiensi untuk dialihkan ke penanganan wabah covid-19 hingga proses pemulihan ekonomi setempat.

Tak heran jika beragam upaya dilakukan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah Satunya Pemerintah Provinsi Gorontalo, untuk PAD yang bersumber dari pajak, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapatkan 5 sumber pajak yakni Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan dan Pajak Pokok. Selama ini PBBKB menjadi pemasukan utama daerah dengan nominal yang lebih besar dibanding 4 sumber pajak lainnya.

Hal ini disambut baik PT Pertamina (Persero) melalui sinergi strategis antara Pertamina Regional Sulawesi dengan Pemprov Gorontalo melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Rekonsiliasi Data PBBKB yang dilangsungkan Senin, 14 Desember 2020 di Aula Bright Gas, Kantor Pertamina Regional Sulawesi. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Gorontalo DR Drs Idris Rahim MM dan Executive GM Pertamina Regional Sulawesi Rama Suhut. Acara ini juga dihadiri secara virtual oleh Koordinator Wilayah I KPK RI Yudhiawan, dan Gubernur serta Executive GM di Sumatera Bagian Utara dan Maluku Papua yang melakukan penandatanganan secara bersamaan.

Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dalam sambutannya mengatakan bahwa hampir di semua daerah, Anggaran Belanja terkoreksi dari 35% sampai 65% dikarenakan situasi pandemi ini. Target PBBKB Rp 104,4 M selama 2020 harus pupus karena pandemi dan hingga Oktober perolehan Pemda hanya Rp 65,7 M “Untuk itu perlu dilakukan sinergitas strategis antara Pemda Gorontalo dengan Pertamina Regional Sulawesi untuk optimalisasi PAD,” ujar Idris dalam sambutannya.

Senada dengan Idris, Executive GM Regional Sulawesi Rama Suhut menyambut baik kerjasama strategis untuk meningkatkan PAD Pemda manapun. Selama Tahun 2020, kontribusi PBBKB memang sempat turun pada bulan April dan Mei di angka Rp4,7 Milyar dikarenakan pembatasan sosial masyarakat, namun angka terus merangkak naik dari bulan Juni hingga terakhir kontribusi PBBKB Pertamina untuk Provinsi Gorontalo pada bulan Oktober senilai Rp 6,8 M.

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi dikarenakan masyarakat Gorontalo telah memilih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Jika kita melihat selama bulan Oktober saja, dari angka 6,8 Milyar tersebut, perbandingan antara pajak yang diperoleh untuk Premium sebesar Rp 1,2 M dari volume penjualan 4,4 juta liter Premium, sedangkan untuk Non Subsidi kita ambil perbandingan Pertalite, pendapatan pajaknya sebesar Rp 4,1 M dari volume penjualan 8,1 juta liter Pertalite. Berarti, untuk volume konsumsi Pertalite 2x lipat dibanding Premium, pendapatan pajaknya 3x lipat lebih besar” ujar Rama Suhut dalam sambutannya

Unit Manager Comm, Rel dan CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa Pertamina menyambut baik kerjasama strategis ini, apalagi Pemda merupakan stakeholder penting Pertamina. Pertamina juga terus mengkampanyekan penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan kepada seluruh elemen masyarakat. “Selain udara menjadi lebih bersih, pendapatan daerah pun meningkat sehingga pembangunan lebih optimal,” ujar Laode

Pertamina sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG) mengimani nilai transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness (TARIF) dalam setiap kegiatan operasional bisnis Perusahaan. Oleh karena itu, kerjasama strategis yang ditandatangani ini akan didukung penuh implementasi dan juga keterbukaan data melalui rekonsiliasi yang dilaksanakan kedua belah pihak. []

Energi & Tambang

Dampak Positif Transformasi, Optimasi Biaya di Subholding Upstream Capai 358 Juta USD Melalui OPTIMUS

Published

on

Optimus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Setelah selesai tahapan Legal Establishment Subholding Upstream Pertamina dilakukan, berbagai upaya transformasi menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia terus dilakukan. Salah satu langkah terobosan yang dilakukan adalah melalui program OPTIMUS, yaitu sebuah strategi optimisasi biaya melalui efisiensi operasi, implementasi teknologi tepat guna, integrasi procurement dan penggunaan fasilitas bersama.

Hingga Agustus 2021, telah berhasil dilaksanakan 136 program optimisasi yang diimplementasikan di seluruh grup Subholding Upstream Pertamina dan diharapkan dapat memenuhi target sebanyak 190 program pada akhir 2021.

“Kami bersyukur karena hingga Agustus 2021 kami dapat melakukan optimisasi biaya sebesar 358 juta USD atau sudah melebihi 115% dari target optimisasi biaya tahun 2021 sebesar 310 Juta USD. Optimisasi biaya ini diperoleh dari 136 program yang telah terlaksana. Salah satu program tersebut adalah MAXTER atau Optimisasi Material Ex Lapangan Terminasi, dimana melalui Maxter ini kami bisa mengoptimalkan material pemboran dari lapangan ex terminasi untuk keperluan operasi di lapangan lainnya. Hingga Agustus 2021, Maxter mampu mencatatkan optimisasi biaya hingga 11 Juta USD”, jelas John H Simamora, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Hulu Energi.

Selain itu, ada program optimasi biaya yang diterapkan di lapangan Pertamina Hulu Mahakam, yakni Low Operations Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies (Locomotive-8) Yang merupakan bagian dari proyek Optimus. Beberapa contoh inisiatif utama yang telah berhasil dilaksanakan melalui proyek Locomotive-8 ini adalah optimasi kegiatan Well Intervention dan optimasi pemanfaatan material eks terminasi.

“Program Optimasi Well Intervention Locomotive-8 telah mampu menjaga level produksi minyak dan gas Blok Mahakam sesuai target perusahaan dengan pencapaian biaya operasi yang lebih rendah sehingga mampu menghasilkan optimisasi biaya hingga 5.2 Juta USD”, tambah John.

OPTIMUS yang berlangsung sejak Januari 2021 ini dilakukan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan operasi, kemampuan berinvestasi dan menciptakan laba di Subholding Upstream Pertamina.

“Dengan kondisi organisasi yang baru ini, Subholding Upstream terus melakukan langkah – langkah terobosan agar keberlangsungan bisnis dapat terus berjalan dan bertumbuh menjawab tantangan perubahan zaman”, ujar John.

Lebih lanjut, John menambahkan bahwa hal ini merupakan wujud capaian yang positif dari implementasi Holding – Subholding, dimana kami bertransformasi menjadi organisasi yang lebih agile, lean dan efisien dalam menjalankan tugas. Perjalanan Subholding Upstream masih panjang, dan kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait.

“Tentunya kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar transformasi Pertamina berjalan lancar dan kami mampu untuk berkontribusi positif pada target nasional 1 Juta BOPD dan 12 MMSCFD pada 2030”, pungkasnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Kapasitas Produksi Smelter Meningkat, PT HNI Tambah Daya Listrik 90 MVA dari PLN

Published

on

Smelter

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) membutuhkan listrik yang andal, sebab itu PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan meminta tambahan daya sebesar 90 Mega Volt Ampere (MVA) dari PT PLN (Persero).

Kepercayaan PT HNI menambah pasokan listrik sebesar 90 MVA tersebut tidak terlepas dari komitmen PLN dalam menjaga kualitas pasokan listrik, serta pelayanan maksimal yang diberikan untuk pelanggan dalam mendukung operasional peningkatan fasilitas smelter milik PT HNI yang sebelumnya menggunakan 4 tungku menjadi 6 tungku.

Direktur PT Huady Nickel Alloy Indonesia, Jos Stefan Hidecky mengucapkan terima kasih atas kepastian layanan yang diberikan PLN, komunikasi yang baik serta pasokan listrik yang diberikan PLN. Dia berharap PLN akan terus mengakomodasi kebutuhan listrik bagi para investor di Sulawesi Selatan.

“Terima kasih kepada PLN atas kebutuhan tambahan listrik sebesar 90 MVA. Semua ini bisa tercapai berkat dukungan dan suplai listrik dari PLN,” tutur Jos.

Sebelumnya, pada Agustus 2018, PT HNI menjadi pelanggan PLN dengan daya 40 MVA. Kemudian, pada Agustus 2021 PT HNI telah menambah pasok listrik dari PLN sebesar 80 MVA. Dengan penambahan ini, maka total daya listrik yang telah dipasok PLN ke PT HNI adalah sebesar 210 MVA.

Seiring berkembangnya industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel, PT HNI akan kembali melakukan ekspansi pabrik dengan penambahan kapasitas daya listrik sebesar 100 MVA pada tahun 2023 hingga mencapai 1.000 MVA dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Awaluddin Hafid menyampaikan, tak hanya di Sulsel, PLN siap memenuhi kebutuhan listrik yang andal bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk 150 kV Bantaeng Smelter pada Maret 2020 melanjutkan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.

“Kami telah membangun komunikasi yang baik kepada investor serta menyampaikan kepastian layanan PLN,” ucapnya.

Awaluddin melanjutkan, kebutuhan listrik di Sulawesi diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya untuk industri smelter. Kebutuhan listrik untuk fasilitas smelter di Sulawesi diproyeksikan lebih dari 6.000 MVA.

PLN pun memastikan pasokan listrik pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) siap memenuhi setiap permintaan listrik. Saat ini sistem Sulbagsel memiliki daya mampu sebesar 2.019 Mega Watt (MW). Dengan beban puncak sebesar 1.435 MW, sistem ini masih memiliki cadangan daya sebesar 584 MW.

“PLN sangat siap untuk melayani kebutuhan listrik bagi investor di 3 provinsi, khususnya bagi industri smelter,” ujar Awaluddin.

PLN juga sudah memiliki produk Renewable Energy Certificate (REC) bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan dan diakui secara internasional.

Produk ini merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Dorong Transformasi Bisnis, PLN Pacu Inovasi Karyawan Lewat Ajang LIKE

Published

on

LIKE

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT PLN (Persero) kembali menggelar LIKE PLN (Learning, Innovation, Knowledge, and Exhibition) 2021 yang merupakan ajang tahunan untuk memacu insan PLN dalam melakukan inovasi bisnis.

LIKE PLN merupakan salah satu bentuk langkah transformasi PLN dalam bidang inovasi dan melibatkan seluruh insan PLN dalam menjadikan PLN sebagai perusahaan global terkemuka.

Wadah tahunan bagi intrapreneur PLN ini diharapkan menjadi ruang bagi karyawan mengasah pemikiran kreatif dan inovatif yang mampu memberikan nilai tambah pada perusahaan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana menjelaskan, saat ini pemerintah punya tujuan untuk meningkatkan porsi EBT dalam rasio elektrifikasi dan tetap memberikan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan berbagai terobosan dan inovasi untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kami mengapresiasi PLN untuk ajang ini. Kami berharap dari acara ini bisa bermanfaat buat kita semua. Ini juga sejalan dengan rencana besar pemerintah untuk meningkatkan porsi EBT dan juga meningkatkan efisiensi. Kami berharap PLN mampu menjadi perusahaan yang terus berkembang dan lebih baik lagi,” ujar Rida.

Tahun ini, LIKE PLN mengusung tema “Peningkatan Pendapatan, Efisiensi dan Peningkatan Pelayanan Pelanggan”.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini berharap melalui ajang ini bisa tercipta inovasi yang relevan dengan kapabilitas kekuatan dan kelemahan internal perusahaan. Selain itu, juga mampu mengambil peluang dalam setiap perubahan dan ancaman yang ada pada iklim industri energi.

“Kita semua harus berinovasi, bertransformasi karena perusahaan yang survive adalah perusahaan yang bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan bisnisnya yang berubah,” ujar Zulkifli.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Teddy Barata menilai acara ini sejalan dengan program yang sudah disampaikan Kementerian BUMN, di mana keunggulan teknologi dan kecakapan talenta itu yang diutamakan untuk BUMN ke depan.

“Saya mengapresiasi sekali, manajemen mendukung inovasi di PLN. Karena kalau transformasi maka inovasi harus menjadi budaya. Tidak hanya peran serta inovator tetapi juga peran manajemen untuk mendukung penuh inovator ini. Harapannya inovasi ini bisa segera diimplementasikan,” ujar Teddy.

LIKE PLN digelar pada 19 hingga 21 Oktober 2021 sudah lebih dulu melalui tahap seleksi. Pertama, Inovasi Bidang Senior Leader (strategis) yang diikuti oleh 42 inovator senior leader PLN Grup.

Kedua, Inovasi Bidang Non Senior Leader (Pembangkitan, Transmisi, Distribusi, Technical Supporting dan Proses Bisnis Manajemen) yang diikuti 762 Iminovator terbaik PLN grup. Ketiga, Inovasi ICE (Innovation and Competition in Electricity) yang diikuti oleh 412 tim dari mahasiswa dan masyarakat.

“PLN mendapat banyak wawasan baru dari inovator-inovator yang telah berjuang untuk mendukung bisnis dan keberlangsungan perusahaan,” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong minat dan semangat para insan PLN Grup untuk selalu berinovasi dan berkarya untuk menghasilkan value creation.

Harapannya, pembentukan nilai tambah dapat mendukung pencapaian kinerja PLN serta menciptakan profit beyond kwh untuk PLN ke depannya karena PLN adalah perusahaan masa depan.

Gelaran inovasi PLN telah dimulai sejak tahun 1999. Hingga saat ini, sebanyak 4.592 inovasi yang hadir melalui event tahunan ini. Khusus untuk tahun ini, sebanyak 254 inovasi dari 762 inovator yang telah terdaftar.

Salah satu inovasi yang hadir dari gelaran LIKE bernama Pole Mounted Circuit Breaker (PMCB) yang berfungsi sebagai peralatan switching pada jaringan listrik bertegangan 20 kV dengan dilengkapi proteksi aktif. Hingga kini, PMCB telah diproduksi sebanyak 814 unit dan diimplementasikan di unit-unit PLN. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!