Connect with us
banner pln 2023

CEO TALK

Dorong Kinerja 2022, Pos Indonesia Perkuat Produk & Jaringan Bisnis

Published

on

Pos Indonesia

MEDIABUMN.COM – PT Pos Indonesia (Persero) menatap optimis akan proyeksi bisnisnya di tahun 2022. Berbekal fondasi bisnis yang telah terbangun dengan baik dan terarah, Pos Indonesia diproyeksikan akan melaju lebih cepat di tahun 2022 dan mampu meraih pangsa pasar yang lebih luas serta mengejar sejumlah ketertingalan dari para kompetitor.

Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero), Nezar Patria mengatakan, demi terus meningkatkan pangsa pasar di industri bisnisnya, Pos Indonesia juga fokus membangun proses digitalisasi di beberapa bidang. Khusus bidang keuangan, terdapat aplikasi Pospay, layanan jasa keuangan berbasis digital untuk meningkatkan daya saing bisnis dengan layanan kekinian. Di bidang kurir dan logistik, terdapat aplikasi PosAja!, yaitu aplikasi layanan kurir yang berbasis digital untuk nilai tambah layanan kurir.

Di segmen milenial terdapat aplikasi MyPos, yaitu membangun layanan yang memenuhi ekspektasi milenial. Layanan ini hadir menggarap pangsa pasar bisnis kurir dan logistik untuk kalangan milenial di 600 titik. Terdapat pula Pos SuperApps, yaitu integrasi layanan Pospay dan Pos Aja! dengan pembayaran digital atau cashless.

Di tengah ketatnya persaingan di industri kurir dan logistik, Pos Indonesia juga terus mencari cara inovatif untuk memenangkan kompetisi. Upaya yang dilakukan terbagi dalam dua sisi, yakni aspek internal dan eksternal.

Dari sisi internal, Nezar mengatakan pihaknya melakukan reformulasi, yakni mengelompokkan produk-produk berdasarkan prioritas layanan, melakukan pembenahan operasi, pembangunan sistem, dan peningkatan kapabilitas SDM.

Sementara itu dari sisi eksternal, perusahaan melakukan rejuvenation untuk bisa diterima oleh segmen pasar, mudah diakses, dan memenuhi ekspektasi pelanggan. Salah satu caranya, memperluas channel dengan digitalisasi mobile apps, meningkatkan kualitas layanan dan CCH 24/7, dan merekrut oranger mawar untuk merebut segmen dari pelanggan wanita.

Dalam jangka pendek, Pos Indonesia berambisi meningkatkan proses bisnis yang mempunyai profitabilitas tinggi. Secara rinci dijelaskan, Pos Indonesia mengincar pendapatan bidang kurir tumbuh 29%. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri dan target minimal dari rata-rata industri, yakni 20%. Selain itu, melakukan reorganisasi untuk mendorong strategi bisnis,serta memberi kepuasan terhadap pelanggan.

Dalam jangka menengah, perusahaan pelat merah ini akan melakukan investasi di bidang proses dan teknologi demi meningkatkan kualitas dan layanan bagi pelanggan. Hal tak kalah penting ialah membangun tata kelola perusahaan dan sumber daya manusia untuk menciptakan budaya yang cocok dengan industri.

Sementara itu, dalam jangka panjang, Pos Indonesia berharap bisa berkembang melalui kolaborasi dengan perusahaan dan bisnis lain serta memberi kontribusi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

Demi menunjang target perusahaan, Pos Indonesia berencana meluncurkan sejumlah produk baru pada 2022. Beberapa di antaranya adalah:

(1) Meluncurkan creative hub PosBloc dengan me-leverage aset pos di kota-kota potensial. Pada dasarnya, creative hub berfungsi untuk menghubungkan pelaku bisnis UMKM dengan anak-anak muda dan juga menjadi tempat kegiatan kreatif anak muda.

(2) Mengembangkan digital bisnis untuk kurir dan jasa keuangan dengan meluncurkan SuperApps. (3) Meluncurkan Universitas yang merupakan konsolidasi dari Politeknik Pos dengan STIMLOG yang fokus dalam Logistik dan Bisnis Internasional.

Di tengah ramainya pemain baru di industri kurir dan logistik, Pos Indonesia terus memelihara jaringan melalui upaya kemitraan outlet.

“Ke depannya Pos Indonesia tidak bisa sendiri, harus mengembangkan kolaborasi dan kerjasama kemitraan seluas-luasnya, yang kata kuncinya adalah proses digitalisasi yang agile untuk fleksibilitas dan kontrol yang akurat,” ujarnya.

Menurut Nezar, Pos Indonesia membuka program kemitraan bisnis seluas-luasnya dengan memberi kesempatan masyarakat menjadi Agen pos atau O-Ranger, yaitu tenaga kerja yang fokus dalam menjalankan proses operasional pos, dalam segmen Collecting dan Delivery.

Melalui strategi ini, baik Pos Indonesia maupun Agen Pos memiliki hubungan yang saling menguntungkan untuk mengembangkan pasar dan memberi kepuasan pelanggan dalam layanan kurir, COD (Cash on Delivery), dan membangun sinergi dengan UMKM di seluruh Indonesia dalam wadah creative-Hub atau akses Kantor Cabang di seluruh Indonesia.

“Selain itu Pos Indonesia juga membantu program pemerintah dengan menyediakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Laman: 1 2

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM