Dominasi BUMN, Jadikan Swasta Hanya Penonton Proyek Infrastruktur!

by

Pembangunan infrastruktur secara masif di era Presiden Joko Widodo, tentunya tidak terlepas dari peranan penting perusahaan BUMN Konstruksi di dalamnya. Sehingga keberadaan BUMN Konstruksi cenderung terlihat sangat mendominasi pada seluruh proyek infrastruktur yang ada saat ini. Lantas bagaimana peran swasta dalam proyek tersebut?

Menurut Direktur pengembangan usaha PT Hutama Karya (Persero), Putut Ari Wibowo, perseroan mengakui minimnya keterlibatan kontraktor swasta pada proyek-proyel nasional tersebut. Pasalnya, jelas Putut, proyek-proyek tersebut merupakan suatu penugasan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian BUMN, sehingga dari segi kelayakan atau feasible nya tidak memungkinkan untuk tujuan yang komersial.

“Ini adalah penugasan! Yang ditugaskan adalah proyek infrastruktur yang tidak feasible secara aspek komersial tetapi secara ekonomi,” terangnya.

Meski sejumlah proyek infrastruktur sudah mulai menjajaki skema pembiayaan yang lebih kreatif tanpa mengandalkan APBN, tapi masih ada proyek yang menggunakan cara lama yang jika melibatkan swasta rasanya tidak memungkinkan.

“Itu juga tidak tahu, waktunya sudah dibayar, uangnya dari mana,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mencontohkan, misalnya untuk proyek tol Trans Sumatera dan Bendungan Way Apu di Maluku akan rumit jika melibatkan swasta. “Masalah tanah, baik BUJT (badan usaha jalan tol) maupun kontraktor itu harus memberikan dana talang. Libatkan swasta ini juga sungkan,” jelasnya.

“Kita dengan BUMN itu juga ada penugasan. Dengan Waskita Karya di Way Apu. Itu baru dibayar tahun depan. Belum juga untuk pembebasan tanah, diputuskan, tapi dana pemerintah belum ada. Dananya itu belum matang, jadi kalau mau tarik swasta pun jadi mikir,” tutupnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *