Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Dominasi BUMN Terhadap Proyek Infrastruktur Diprotes Swasta

MediaBUMN

Published

on

Dominasi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta –Dominasi BUMN Terhadap Proyek Infrastruktur Diprotes Swasta. Para pengusaha swasta ini memprotes pelaksanaan proyek pembangunan yang selama ini sedang dijalankan yang masih didominasi pembangunannya oleh perusahaan pelat merah.

Wakil Ketua Umum V Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) La Ode Saiful Akbar, dalam diskusi, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/11) mengatakan, ada persoalan yang fundamental di konstruksi. Menurutnya ada masalah yang masih kerap terjadi, yakni pekerjaan kontruksi yang dikuasi BUMN.

“Ada satu masalah yang fundamental pada pekerjaan konstruksi yang dikuasai BUMN, dan tidak bisa dicapai pengusaha-pengusaha swasta,” keluhnya.

Padahal, kata dia, jika dilihat berdasarkan peraturannya BUMN telah diinstruksikan untuk menggarap proyek-proyek yang nilainya sangat besar, yakni dengan nilai pembangunan proyek di atas Rp100 miliar.

Jika ini dilaksanakan, maka yang diharapkan adalah swasta bisa mengambil bagian dalam peran ikut menjadi motor penggerak kontruksi yang berjalan.

Namun, hal tersebut sangat disayangkan, sebab anak anak usaha BUMN masih menguasai proyek konstruksi dengan nilai di bawah Rp100 miliar.

“Realisasinya di atas Rp100 miliar itu hanya dikerjakan perusahaan BUMN yang induknya saja. Tetapi untuk anak usaha hingga ke cicitnya masih ikut menggarap proyek Rp100 miliar ke bawah,” kata La Ode.

Hal demikian, yang menurutnya menyebabkan akhirnya para pengusaha nasional tidak mendapatkan apa-apa dalam program pembangunan nasional.

Tak sampai disitu, disampaikannya juga, bahwa, proyek-proyek kontruksi yang melibatkan BUMN dengan dilakukannya kolaborasi dengan swasta sebagai sub kontraktor dilapangan nyatanya masih terjadi kendala.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah persoalan keterlambatan pembayaran yang telah dijanjikan.

“Ini kan, harusnya pembayaran BUMN paling cepat dilakukan 3 bulan syukur-syukur, malah terkadang sampai 6 bulan,” tuturnya.

Tentunya, kata dia, hal tersebut menjadi salah satu alasan naiknya tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang dilakukan oleh pengusaha swasta.

“Sebab, yang harus kita ketahui adalah, kita para pengusaha swasta ini kan meminjam ke bank, pembayaran jadi lambat berdampak lah pada NPL,” keluhnya.

Pada tingkal NPL sektor jasa konstruksi tinggi meski diketahui realisasi penyaluran kredit di sektor jasa konstruksi dinyatakan paling tinggi, tumbuh 26,2 persen atau setara Rp356 triliun.

Diketahui, untuk NPL sektor konstruksi menurut Gapensi selama 3 bulan terakhir telah mengalami kenaikan dari 2,5 persen jadi 2,6 persen. []

HIGHLIGHT BUMN

Komisaris PT Sucofindo Yang Baru Resmi Ditunjuk

Alfian Setya Saputra

Published

on

Komisaris PT Sucofindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Komisaris PT Sucofindo (Persero) yang baru resmi ditunjuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT SGS selaku Pemegang Saham. Penunjukan ini disampaikan melalui Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sucofindo per tanggal 19 Mei 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris PT Sucofindo.

Berdasarkan SK tersebut, secara resmi diputuskan Aditya Dhanwantara menjabat sebagai Komisaris PT Sucofindo (Persero) menggantikan komisaris sebelumnya Faisal Halimi. Aditya Dhanwantara saat ini juga menjabat sebagai Asisten Deputi Restrukturisasi BUMN dan Pendayagunaan Portofolio Kepemilikan Negara Minoritas.

Asisten Deputi Manajemen Sumber Daya Manusia Eksekutif BUMN, Andus Winarno, mengatakan penyerahan SK Para Pemegang Saham ini dilangsungkan melalui layanan online meeting sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan physical distancing.

“BUMN menunjuk Aditya Dhanwantara sebagai Anggota Dewan Komisaris baru untuk PT Sucofindo. Pengangkatan kali ini dikhususkan untuk jabatan Komisaris, dan diharapkan bagi pejabat yang terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Andus mewakili Menteri BUMN Erick Thohir, kamis (21/5/2020).

Sementara Bachder Djohan Buddin selaku Direktur Utama PT Sucofindo menambahkan, dengan adanya pergantian di jajaran komisaris, diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi perusahaan pelat merah tersebut.

“Semoga amanah yang diberikan kepada Aditya Dhanwantara sebagai komisaris Sucofindo ini dapat mendorong kesuksesan bagi Sucofindo, dan dapat membangun bekerja sama yang baik dalam menyusun strategi untuk kemajuan perusaahaan,” kata Bachder.

Menurut Bachder, Komisaris berperan penting dalam memperkuat posisi perseroan sebagaimana yang tertuang dalam visi PT Sucofindo, yaitu menjadi perusahaan kelas dunia yang kompetitif, sehingga dapat membawa sebagai perusahaan TIC dalam level yang lebih tinggi di tingkat global.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh seluruh jajaran Direksi, Komisaris PT Sucofindo dan petinggi BUMN melalui aplikasi online meeting. Di antaranya Asdep RPPKNM BUMN Aditya Dhanwantara, Asdep MSE BUMN Andus Winarno, Kabid PPKNM BUMN Ruspen Saragih dan Kabid Layanan Hukum BUMN Riyanto. Kemudian pihak SGS, Managing Director PT SGS Shashibhushan Jogani dan Internal Legal Counsel PT SGS Purnama Laksmi.

Sebagai BUMN, saham mayoritas PT Sucofindo (Persero) dipegang oleh Pemerintah Indonesia dengan kepemilikan 95 persen. Perusahaan inspeksi pertama di Indonesia ini memiliki 60 titik layanan yang dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Rumah Sakit Corona di Lapangan Bola Simprug Selesai Dibangun

EKO PRASETYO

Published

on

Rumah Sakit Corona

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Rumah Sakit Corona di Lapangan Bola Simprug yang merupakan asset PT Pertamina (Persero) akhirnya selesai dibangun. Penggarapan proyek ini dikerjakan oleh Patra Jasa, anak perusahaan dari Pertamina.

Patra Jasa menerima penugasan dari Pertamina untuk membangun fasilitas kesehatan penanganan tanggap darurat Covid-19 di lahan aset Pertamina pada 21 April lalu. Dan pada 20 Mei 2020, proyek ini sudah rampung secara keseluruhan. Patra Jasa pun mulai membangun rumah sakit corona di lahan sebesar 10.200 meter persegi di Lapangan Bola Simprug. Rumah Sakit ini merupakan perpanjangan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Dani Adriananta selaku Direktur Utama Patra Jasa mengatakan, pembangnan Rumah Sakit corona ini menggunakan bahan atau material yang mudah dipasang yaitu modular hasil produksi dalam negeri. Dani memastikan bahwa RS ini sudah sesuai standar.

“Penugasan ini diberikan kepada Patra Jasa sebagai anak usaha dari Pertamina. Kami berhasil menyelesaikan proyek rumah sakit corona ini sesuai target yaitu dalam waktu satu bulan. Tentunya keberhasilan ini semua berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh pihak,” ujar Dani, Kamis (21/5/2020).

Dengan rampungnya bangunan RS khusus covid-19 ini maka selanjutnyaakan dipasang berbagai alat kesehatan persiapan tenaga medis. Rencananya akan dilakukan uji fungsi peralatan sehingga rumah sakit dapat beroperasi di awal bulan Juni.

Berbagai fasilitas kesehatan yang disipakan di rumah sakit corona ini antara lain laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), ruang radiologi, ruang operasi, ruang dokter, instalasi sterilisasi, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, dan ruang dekontaminasi.

Penyelesaian rumah sakit corona ini, kata Dani adalah prioritas utama sekaligus komitmen Patra Jasa sebagai anak perusahaan Pertamina untuk mendukung penuh upaya Pemerintah memerangi Covid-19. Sebelumnya anak usaha pertamina sudah merampungkan proyek penanganan corona dengan mengalihfungsikan Hotel Patra Comfort Jakarta menjadi RS Darurat covid-19.

Sementara Ferry Febrianto selaku Direktur Teknik Patra Jasa mengatakan karena waktu yang diberikan kepada cukup singkat, Rumah Sakit corona ini dibangun dengan konsep prefabricated-construction, yaitu sistem modular. Menurut Ferry sistem ini punya beberapa kelebihan, antara lain penggarapan konstruksi yang lebih cepat dan tahan gempa.

“Metode konstruksi yang dipakai adalah metode yang komponen bangunannya dibuat di pabrik untuk kemudian dirakit di site. Ini jelas sangat membantu kami dalam membangun Rumah Sakit corona,” katanya.

Dijelaskannya, seluruh kegiatan pembangunan dan penyediaan alat kesehatan berada dalam pengawasan Pertamedika IHC. Begitu juga dengan pengadaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis lainnya. Termasuk penyediaan tenaga medis dan non medis. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Proyek BUMN Bakal Digarap Pelaku UMKM dan Swasta

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Proyek BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek BUMN yang nilainya rendah akan diprioritaskan untuk ditangani oleh pelaku industri Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM). Pembagian proyek BUMN ini dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menghidupkan ekosistem usaha dengan pihak swasta.

Erick mengatakan, BUMN akan menggandeng pihak swasta baik berskala besar maupun medium dan kecil. Proyek BUMN yang bisa dialihkan ke UMKM yaitu yang nilai tendernya di antara Rp 2 miliar hingga Rp14 miliar.

“Ke depan mau tidak mau pasti akan bekerjasama dengan swasta, apakah yang besar, medium atau kecil. Proyek BUMN banyak yang bisa kita sinergikan dengan swasta, apakah itu yang medium atau yang besar. Untuk yang kecil sudah kita mapping. Dari 30 BUMN, mana saja yang belanja modal itu harus diprioritaskan untuk UMKM yaitu tender 2 sampai 14 M,” ujar Erick dalam dalam webinar bertajuk survival strategy BUMN di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Erick mengatakan ekosistem kerjasama ini harus dibangun sebagai ekosistem yang nyata. Dia mengatakan UMKM akan menjadi prioritas proyek BUMN dengan range proyek rendah tersebut sehingga prosesnya akan transparan. Namun proyek-proyek strategis yang ada di kementerian tetap dijalankan oleh BUMN.

“Itu akan kita prioritaskan ke sana dengan proses transparan. Itu nggak ada lagi BUMN ikut tender. Sesama BUMN ikut tender proyek di BUMN, padahal barangnya dari swasta, yang seperti ini ke depan tidak boleh lagi,” tegasnya.

Terkait restrukturisasi perusahaan pelat merah, Erick Thohir mengaku telah mendapat restu dari Presiden. Hal tersebut terbukti dengan dikeluarnya Keputusan Presiden (Keppres) yang mengizinkan Kementerian BUMN menggabungkan atau perampingan perusahaan-perusahaan BUMN, terutama badan usaha yang kinerjanya tidak maksimal.

“Program ini juga didukung langsung oleh presiden dan Keppresnya sudah keluar kemarin. Jadi kita akan coba lakukan konsolidasi,” kata Erick.

Ia menjelaskan, restrukturisasi menjadi bagian dari pemetaan yang dilakukan untuk membagi BUMN dalam empat cluster. Yaitu BUMN sebagai strategic value, BUMN sebagai surplus creator, BUMN sebagai welfare creator dan BUMN sebagai dead-weight.

“Rencana perombakan BUMN ini perlu dilakukan untuk efisiensi beberapa perusahaan yang kinerjanya masih mengalami kerugian dan tidak optimal. Sebagai langkah awal, kami telah melakukan peleburan sejumlah perusahaan BUMN yang bersifat business to business,” jelas Erick Thohir.

Berdasarkan data terbaru, sejauh ini masih ada tujuh BUMN yang merugi meski sudah mendapatkan suntikan modal dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Selain faktor untung dan rugi, penataan ulang BUMN juga terkait efisensi jumlah perusahaan. Karena banyaknya jumlah anak cucu di perusahaan BUMN dinilai membuat manajemen menjadi tidak fokus dalam menggarap bisnisnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM