Dollar AS Perkasa, BUMN Terancam Bangkrut?

by
Dollar AS

Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tentu berimbas terhadap sejumlah pelaku industri di tanah air. Bahkan tren negatif pelemahan rupiah tersebut bisa berdampak terhadap kebangkrutan suatu usaha, terlebih bagi perusahaan yang memang getol melakukan impor.

Dampak keperkasaan mata uang negeri paman sam tersebut justru menjadi angin surga bagi sejumlah perusahaan yang berorientasi ekspor, tidak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Karena dengan nilai dollar yang tinggi artinya nilai transaksi bisa berlipat menyesuaikan dengan kurs.

Hal ini pun didukung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno kepada BUMN yang berorientasi ekspor. Sebut saja kepada BUMN yang kerap ekspor komoditas batubara, timah, nikel, dsb.

“Transaksi penjualan mereka tentunya menggunakan mata uang dolla AS,” ujar Rini.

Baca Juga: PT Bahan TWC Apresiasi Langkah Pemerintah Redam Impor

Namun demikian, lanjut Rini, ia memastikan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar tidak BUMN yang merugi di tengah terseoknya mata uang rupiah.

“Kita dukung BUMN ekspor agar menjaga pendapatan doallarnya untuk kepentingan di dalam negeri,” terangnya.

Untuk mengganti kebutuhan komoditas di dalam negeri khususnya dalam pengadaan listrik, ia menginginkan adanya konversi 1.000 megawatt dengan bahan bakar CPO. Hal itu merupakan rencana jangka menengah hingga panjang. Tujuannya agar BUMN dapat meningkatkan ekspor dan mendapat dollar sehingga tidak merugi.

RIni mendorong PLN untuk meningkatkan bahan baku dari dalam negeri. ia mencontohkan pembangkit listrik menggunakan bahan bakar yang dikonversi CPO 100%.

“PLN bisa konversi 100% CPO. Sekarang secara keseluruhan masih B20 dimana 80% solar dan 20% CPO,” tutupnya. []

3 thoughts on “Dollar AS Perkasa, BUMN Terancam Bangkrut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *