Connect with us
PERTAMINA

Jasa Pelayanan & Logistik

Dirut Pelindo II Elvyn G Masassya Diberhentikan, Diganti Arif Suhartono

EKO PRASETYO

Published

on

Elvyn G Masassya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) yang dijabat Elvyn G Masassya resmi berganti. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Elvyn dan menunjuk Arif Suhartono untuk mengisi jabatan Dirut Pelindo II yang baru.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerrian BUMN, Pemberhentian Elvyn tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II, dengan Nomor SK-69/MBU/03/2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Selain ihwa pemberhentian Elvyn, dalam keterangan tersebut juga menyampaikan jabatan baru Dirut PT Pelindo II kini dipercayakan pada Arif Suhartono yang sebelumnya menjabat direktur komersial (Pelindo II).

Selain memberhentikan Elvyn dan mengangkat Arif sebagai Dirut PT Pelindo II yang baru, Erick juga menunjuk empat direksi baru yang akan mengisi jabatan di PT Pelindo II.

Empat orang yang ditunjuk Erick, di antaranya, Rima Novianti sebagai direktur komersial menggantikan Arif Suhartono yang naik menjadi Direktur Utama.
Lalu, ada Muarip sebagai direktur operasi, Yon Irawan sebagai direktur keuangan, dan Ihsanuddin Usman yang mengemban direktur SDM dan umum PT Pelindo II.

Dengan pergantian jabatan di PT Pelindo II, para pemegang saham berharap para pengemban amanah tersebut bisa melanjutkan transformasi perusahaan.

Selain itu, harapannya juga dapat membawa penyegaran bagi seluruh lini manajemen perusahaan, dan dapat menjalin kerja sama yang solid dalam meneruskan perjuangan meraih mimpi-mimpi besar korporasi perusahaan BUMN dalam memajukan dunia kepelabuhanan dan logistik di Indonesia.

Adapun susunan direksi baru Pelindo II adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Arif Suhartono.
Wakil Direktur Utama: Hambra.
Direktur Komersial: Rima Novianti.
Direktur Teknik: Dani Rusli Utama.
Direktur Operasi: Muarip.
Direktur Keuangan: Yon Irawan.
Direktur SDM dan Umum: Ihsanuddin Usman.
Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis: Ogi Rulino. []

Airport Services

Melalui Sinergi dan Kolaborasi, Angkasa Pura I Kembangkan Bandara dan Pariwisata di Indonesia

MediaBUMN

Published

on

pariwisata

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dalam mewujudkan konektivitas udara dan pariwisata melalui pengembangan bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai badan usaha milik negara (BUMN). Hal ini dilakukan sebagai perwujudan peran BUMN sebagai agen pembangunan negara.

Sejak tiga tahun terakhir, Angkasa Pura I cukup masif melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan bandara di tengah dan timur Indonesia untuk mengatasi kondisi lack of capacity di tren tengah pertumbuhan trafik penumpang yang cukup tinggi sebelumnya.

“Untuk mendukung percepatan pembangunan dan pengembangan tersebut, Angkasa Pura I bersinergi dengan berbagai BUMN yang sangat berpengalaman di bidang konstruksi seperti PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Hutama Karya (Persero), dan lainnya. Bekerja sama dengan mitra BUMN yang berpengalaman sangat membantu Angkasa Pura I untuk mencapai target waktu penyelesaian dengan hasil konstruksi dan desain yang memuaskan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Salah satunya hasilnya yang dapat dilihat dan dibanggakan adalah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Yogyakarta yang mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Perhubungan, hingga meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). YIA, yang pembangunannya didukung PT PP (Persero) Tbk., mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo sebagai bandara dengan waktu pembangunan tercepat yaitu 20 bulan dan kualitas terbaik.

Begitu juga Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin yang mengapresiasi YIA sebagai bandara paling modern dengan ornamen khas budaya Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden pada kunjungannya ke YIA 24 Januari 2020 lalu. Tidak ketinggalan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengapresiasi kesiapan dan kelengkapan fasilitas YIA pada kunjungan kerjanya ke YIA 26 Juni lalu.

Kecepatan masa pembangunannya, yang dimulai pada Juli 2018 dan selesai pada Maret 2020, membuat YIA juga meraih penghargaan MURI atas pemecahan rekor sebagai bandara dengan pengoperasian tercepat. Penghargaan diumumkan dan diserahkan secara simbolis pada kegiatan virtual pada 15 Mei lalu.

Begitu juga dengan bandara-bandara yang sebelumnya telah selesai dikembangkan seperti Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang didukung mitra pembangunan KSP PT PP (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya Gedung Tbk. Pada peresmian Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarnasin 18 Desember 2019 lalu, Presiden Joko Widodo terkaget-kaget melihat kemegahan terminal baru tersebut. “Saya kaget sekali ketika tadi mendarat di bandara ini. Benar-benar bagus dan besar sekali. Bandara ini patut dibanggakan,” ujar Presiden Joko Widodo pada saat pidato peresmian terminal baru tersebut 18 Desember silam.

pariwisata

Sinergi Dukung Pariwisata

Tidak hanya pada pembangunan bandara, sinergi juga dilakukan pada upaya promosi dan pengembangan destinasi wisata. Salah satunya adalah kerja sama tengah tahun 2019 lalu dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) (TWC) untuk kampanye wisata Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) mengingat tiga daerah ini merupakan magnet utama dan destinasi prioritas dengan ikon Candi Borobudur.

Konsep kolaborasi ini meliputi pusat informasi pariwisata (tourism information centre) bersama, joint promotion road trip, dan joint merchandising. Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo memiliki beberapa ‘branding spot’ potensial yang bisa dimanfaatkan oleh TWC untuk mempromosikan potensi wisata.

Selain itu, Angkasa Pura I juga bersinergi dengan 5 BUMN untuk membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di destinasi wisata Goa Lawa Purbalingga, Jawa Tengah pada Oktober 2019 lalu. Adapun lima mitra untuk membangun Balkondes tersebut yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Angkasa Pura II (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pupuk Indonesia Holding Company.

Kolaborasi dengan intansi dan pelaku industri pariwisata lainnya juga dilakukan melalui inisiasi perusahaan yang dinamakan Collaborative Destination Development (CDD). CDD merupakan kegiatan focus group discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak tahun 2015 untuk mengangkat keunggulan daerah yang mempunyai potensi pariwisata dan bisnis dengan cara melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, hotelier, pelaku UKM, serta stakeholders pariwisata lainnya.

Tujuannya tidak lain yaitu mendukung program Pemerintah mengenai pariwisata dan bisnis daerah, mengembangkan eco tourism dan meperkenalkan budaya tourism friendly, pembangunan berkelanjutan serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. CDD dilakukan beberapa kali dalam setahun dan di lokasi yang berbeda namun masih berada di wilayah kerja Angkasa Pura I.

Dari berbagai upaya untuk membangun konektivitas udara dan pariwisata seperti yang dijabarkan di atas, Angkasa Pura I meyakini bahwa sinergi dan kolaborasi, salah satunya dengan #BUMNSeanteroNegeri, merupakan kunci utama agar objektif dapat tercapai dengan membawa manfaat bagi semua pihak. []

Continue Reading

Airport Services

Angkasa Pura I Buka Seleksi Mitra Usaha di 3 Bandara

MediaBUMN

Published

on

mitra usaha

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) membuka kesempatan kepada pelaku usaha berskala nasional dan internasional untuk mengikuti seleksi mitra usaha di tiga bandara yang dikelola yaitu Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo Bandara Juanda – Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar.

Adapun seleksi mitra usaha kali ini meliputi kategori usaha Pengelolaan Reklame (advertising) untuk Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo dan Bandara Juanda Surabaya yang terdiri dari paket reklame Indoor dan Outdoor.

Sedangkan untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar meliputi kategori usaha Ruang Komersial (Retail, Food & Beverages) yang terdiri dari 3 Paket Retail dan 2 Paket Food & Beverages. Adapun untuk jenis usaha Retail meliputi Travel Accessories dengan luas ruang 181 meter persegi, Fashion dengan luas ruang 283 meter persegi, dan Convenience Store dengan luas ruang 161 meter persegi. Sedangkan untuk Food & Beverages meliputi Coffee Shop dengan luas ruang 327 meter persegi dan Indonesian Food dengan luas ruang 230 meter persegi.

“Kami mengundang para pemilik merek lokal, nasional dan internasional untuk dapat mengambil peluang emas ini dengan berpartisipasi pada proses seleksi mitra usaha di tiga bandara kami di Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Devy Suradji.

Di tengah pandemi Covid-19 ini Angkasa Pura I mulai mengalami pertumbuhan trafik penumpang pada Juli 2020 sebesar 110 persen dibanding Juni 2020. Pada Juli lalu trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I mencapai 1.363.912 orang, jauh lebih tinggi dibanding Juni yang hanya mencapai 648.567 orang.

Peningkatan juga terjadi pada trafik pesawat di mana Juli ini mencapai 21.954 pergerakan, tumbuh 57,4 persen dibanding trafik pesawat pada Juni yang hanya mencapai 13.942 pergerakan.

“Peningkatan trafik sejak dua bulan terakhir sejak diterapkan masa adaptasi kebiasaan baru semakin memupuk keyakinan dan optimisme bahwa sektor aviasi akan bangkit dengan segera. Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi semua pelaku usaha untuk mengambil kesempatan menjadi mitra usaha Angkasa Pura I dan mendukung kebangkitan pariwisata melalui transportasi udara,” tambah Devy Suradji.

Pendaftaran seleksi dan pemasukan dokumen kualifikasi untuk mitra usaha Pengelolaan Reklame untuk Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo dibuka mulai 1 – 21 Agustus 2020 dan Bandara Juanda Surabaya dibuka mulai 10-28 Agustus 2020. Sedangkan untuk seleksi mitra usaha Ruang Komersial di Terminal Selatan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dibuka mulai 10 – 24 Agustus 2020.

Untuk mengikuti seleksi ini, calon mitra usaha dapat membuka laman klik ap1.link/seleksiupg, ap1.link/seleksisub dan https://seleksiyia.ap1.co.id/advertising-yia []

Continue Reading

Jasa Pelayanan & Logistik

Program Kemitraan Pelindo 1 Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Alfian Setya Saputra

Published

on

Program Kemitraan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program Kemitraan Pelindo 1 atau PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) terus digalakkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Langkah yang dilakukan di antaranya menyalurkan dana program kemitraan sebesar Rp 3,51 miliar kepada para pelaku UMKM selama semester I tahun 2020.

Dana program kemitraan Pelindo 1 ini disalurkan dalam berbagai bantuan pinjaman permodalan di berbagai sektor seperti industri, perdagangan, pertanian, pertanian, peternakan, perkebunan, jasa, dan lainnya di seluruh wilayah operasional Pelindo 1.

VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program kemitraan Pelindo 1.

“Program ini bukan hanya memberikan bantuan pinjaman kepada pelaku UMKM, tapi juga memberikan pembinaan dan pelatihan untuk mengoptimalkan kompetensi mitra binaan dalam bidang usaha yang dijalankan,” jelas Fiona, melalui keterangantertulis, Selasa (12/8/2020).

Program Kemitraan Pelindo 1 dan pembinaan UMKM, kata Fiona sudah berjalan sejak tahun 1991 hingga saat ini.

Pelindo 1 memiliki 1.323 mitra binaan yang tersebar di empat provinsi yang meliputi Riau, Kepulauan Riau, Provinsi Aceh, dan Sumatera Utara.
Salah satu mitra binaan unggulan Pelindo 1 di kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara yaitu usaha tenun songket.

Salah satu mitra Pelindo 1 yang mendapat kucuran dana kemitraan sebesar Rp75 juta adalah pengrajin usaha tenun songket Batu Bara bernama Makmur.

Makmur mengaku menggunakan dana kemitraan itu untuk mengembangkan usahanya dengan membuat showroom dan memasarkan kain songketnya ke luar daerah.
Makmur mengatakan, dalam satu bulan ini dapat memproduksi sekitar 200 potong kain songket dengan menggunakan 52 mesin tenun.

Tak hanya modal, BUMN ini juga melakukan pembinaan, memberikan pelatihan, serta membantu dalam promosi kain songket ini.

“Saya berterima kasih kepada Pelindo 1 atas bantuan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha saya dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dalam memproduksi kain songket,” jelas dia.

Saat ini Pelindo 1 tmengelola 15 cabang pelabuhan, 8 di antaranya adalah kawasan pelabuhan atau perwakilan dan mengelola 1 Unit Usaha Galangan Kapal.

Pelindo 1 juta memiliki 5 Anak Perusahaan, yaitu PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM), PT Prima Multi Terminal (PMT), dan PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK). []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!