Connect with us
PERTAMINA

Jasa Keuangan

Direktur Utama Jamkrindo Resmi Dijabat Putrama Wahju Setyawan

Alfian Setya Saputra

Published

on

Direktur Utama Jamkrindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direktur Utama Jamkrindo remsi dijabat oleh Putrama Wahju Setyawan menggantikan pejabat sebelumnya, Randi Anto, Senin (26/10/2020).

Randi Anto sudah menjabat sebagai Direktur Utama Jamkrindo sejak 17 November 2017, sehingga masa jabatannya sudah hampir 3 tahun.

Sementara Putrama Wahju sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tresuri dan Internasional di Bank BNI dan baru diberhentikan pada 2 September 2020 lalu.

Pergantian jabatan ini ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku pemegang saham Seri A dan hasil Rapat Utama Pemegang Saham (RUPS) PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia selaku pemegang saham seri B.

SK pergantian Direktur Utama Jamkrindo ini diserahkan oleh Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, Robertus Billitea dan Plt Asidep Bidang Asuransi dan Jasa Kementerian BUMN, Anindita Eka Wibisono.

Terkait perombakan ini, Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, jajaran manajemen perseroan menyampikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Randi Anto.

“Kami juga menyampaikan selamat datang kepada Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama Jamkrindo yang baru,” ujar Abdul Bari dalam keterangan tertulisnya.

Berikut susunan Direksi PT Jamkrindo dan Dewan Komisaris :

JAJARAN DIREKSI

Direktur Utama: Putrama Wahju Setyawan

Direktur Operasional dan Jaringan: Kadar Wisnuwarman

Direktur Bisnis Penjaminan: Amin Mas’udi

Direktur MSDM Umum dan Kepatuhan: Sulis Usdoko

Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko: I Rusdonobanu

JAJARAN KOMISARIS

Komisaris Utama: Sri Mulyanto

Anggota:

Ari Wahyuni

Diah Natalisa

M. Muchlas Rowi

Noor Ida Khomsiyati

Dukung Program PEN

Di sisi lain, PT Jamkrindo tetap memberikan mendukung penuh untuk pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah.

Hingga pertengahan Oktober 2020, PT Jamkrindo telah menjamin kredit modal kerja PEN dari 236.589 debitur dengan total nilai kredit mencapai Rp4,7 triliun.

Perusahaan ini juga telah menggandeng 26 bank untuk menyukseskan program PEN tersebut.

Pihak perusahaan menilai program penjaminan sangat dibutuhkan untuk menambah keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja.

Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan kredit yang masuk dalam Holding BUMN Asuransi atau Indonesia Financial Group (IFG).

Induk dari Holding BUMN Asuransi adalah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). []

Jasa Keuangan

Pasar Fisik Emas Digital Menjadi Sektor Baru PT KBI

EKO PRASETYO

Published

on

Pasar fisik emas digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pasar fisik emas digital resmi digarap oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI sebagai sektor baru.

PT KBI ditunjuk oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menjalankan peran sebagai Lembaga Kliring pasar fisik emas digital mulai tanggal 11 November 2020.

Penunjukan itu diatur dalam Surat Persetujuan Bappebti No 01/Bappebti/SP-KBPF/11/2020 tentang penyelesaian dan penjaminan transaksi di pasar fisik emas digital.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi mengatakan, melalui surat ini, pihaknya sudah mendapatkan legalitas dalam menjalankan fungsi tersebut.

Dijelaskannya, pasar fisik emas digital di Bursa Berjangka sudah mulai berjalan, maka legalitas transaksi perdagangannya harus dilakukan kliring di lembaga kliring.

“Kami berharap langkah KBI menjadi Lembaga Kliring di sektor ini bisa meningkatkan perdagangan emas digital,” kata Fajar Wibhiyadi, melalui keterangan tertulisnya kepada media, Sabtu (14/11/2020).

Selanjutnya, PT KBI akan menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang menjaga integritas keuangan para peserta pasar fisik.

Transaksi yang dicatat di lembaga kliring adalah satu upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa pasar fisik emas digital ini adalah investasi yang aman.

Pasar Fisik Emas Digital Menjamin Keamanan

Dijelaskan Fajar, pasar fisik emas digital adalah kegiatan jual beli emas di pasar yang dilakukan secara elektronik.

Bagi pemilik emas digital, catatan kepemilikannya dilakukan secara digital dan, sarana dengan jual beli emas melalui sistem elektronik dengan tempo tunda serah.

Menurutnya, melalui transaksi secara digital dipastikan bisa melindungi masyarakat dari aksi penipuan, dan menghindari transaksi ilegal.

Dalam bertransaksi, ada beberapa lembaga yang terkait di dalamnya, yakni Bursa Berjangka sebagai tempat transaksi, KBI sebagai lembaga kliring transaksi, Lembaga Depository untuk menyimpan emas secara fisik, dan para pedagang emas digital.

Ke depan sektor ini dipastikan akan terus berkembang seiring dengan revolusi industri yang mengikuti kemajuan teknologi digital.

“Saat ini pandemi masih terjadi membuat pergerakan manusia masih terbatas. Dengan kondisi ini, kami yakin pasar emas digital bisa menjadi pilihan investasi yang menjanjikan ke depan,” tandasnya. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Sistem Pemindai Wajah Mulai Digunakan PT Pegadaian

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Sistem Pemindai Wajah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sistem Pemindai Wajah secara resmi digunakan oleh PT Pegadaian (Persero) untuk meningkatkan akurasi data nasabah serta menambah kecepatan, keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

PT Pegadaian menerapkan sistem pemindai wajah (face recognition sytem) dengan menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Peresmian sistem pemindai wajah ini diadakan di Kantor Pusat Pegadaian Jakarta, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Selasa (10/11/2020).

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan, dengan penggunaan sistem pemindai wajah, Pegadaian menjadi BUMN pertama yang menerapkan teknologi Electronic Know Your Customer (e-KYC).

Menurutnya, teknologi informasi yang saat ini berkembang pesar harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan PT Pegadaian kepada masyarakat.

“Mulai hari ini kami resmi menggunakan aplikasi Pegadaian Digital yang dikoneksikan dengan data Ditjen Dukcapil. Dengan begitu, pelayanan yang kami berikan akan mengoptimalkan pemanfaatan data melalui pengenalan wajah untuk melakukan verifikasi data nasabah secara elektronik,” jelas dia.

Ia menjelaskan, sistem ini mulai diterapkan guna mempercepat layanan, meningkatkan keakuratan data nasabah Pegadaian, dan mencegah tindakan kriminal seperti pemalsuan data nasabah.

“Jadi tujuannya untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi seluruh nasabah saat bertransaksi,” tutupnya.

Sistem Pemindai Wajah Berikan Dampak Positif

Sementara Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh berharap kerjasama ini akan memberikan dampak positif bagi pihak Pegadaian dan menjadi langkah baru dalam penggunaan data administrasi kependudukan yang baik.

“Dengan memanfaatkan teknologi ini, maka Pegadaian ikut mewujudkan upaya membangun peradaban yang lebih baik. Karena verifikasi keaslian data kependudukan kini bisa dilakukan dengan cepat dan akurat,” kata dia.

Sistem Single Identity Number dalam Sistem Pemindai Wajah E-KYC ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi penipuan oleh oknum tertentu.

Zudan pun menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada PT Pegadaian karena telah menjadi perusahaan milik negara yang pertama menerapkan ekosistem bisnis baru dengan teknologi e-KYC.

Adapun proses registrasi dengan sistem pemindai wajah di aplikasi Pegadaian Digital cukup mudah.

Nasabah tidak perlu lagi datang ke outlet Pegadaian terdekat, cukup menggunakan foto KTP dan selfie (swafoto) data langsung dapat diricek dengan sistem Dukcapil.

Masyarakat kemudian bisa mengakses aplikasi Pegadaian Digital untuk menggunakan layanan maupun produk Pegadaian yang dibutuhkan, sehingga prosesnya lebih cepat, aman dan nyaman. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Outlet Pegadaian di Seluruh Indonesia Distandarisasi

EKO PRASETYO

Published

on

Outlet Pegadaian

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Outlet Pegadaian di seluruh daerah dilakukan standarisasi untuk meningkatkan brand image Pegadaian menjadi lebih modern.

Langkah standarisasi terhadap 220 outlet Pegadaian ini akan meningkatkan segmentasi calon nasabah baru dengan tampilan gedung yang lebih elegan.

Direktur Utama PT Pegadaian Persero, Kuswiyoto mengatakan, standarisasi ini bisa memberikan suasana dan semangat kerja yang baru bagi para karyawan untuk meningkatkan mutu layanan.

“Outlet Pegadaian yang distandarisasi ini kita fokuskan untuk menyediakan kemudahan akses, interaksi, fleksibel dan fungsi ruang yang lebih nyaman,” Kata Kuswiyoto dalam siaran pers, Kamis (29/10/2020).

Dijelaskannya, perbedaan outlet setelah dilakukan standarisasi ini ada pada desainnya yang lebih modern dan elegan.

Sehingga di outlet tersedia ruangan untuk fungsi penjualan relationship officer, bahkan bisa dibuat ruang layanan khusus bagi nasabah prioritas jika luas gedungnya mencukupi.

Spesifikasi material yang digunakan juga akan diganti dengan yang kualitas lebih baik dari sebelumnya.

Di tiap outlet juga dipasang penyekat berbahan acrylic pada counter dan meja transaksi, tempat duduk terpisah, fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

Berbagai fasilitas baru ini disiapkan untuk memberikan pelayanan sesuai protokol kesehatan di masa new normal.

Program Standarisasi Outlet Pegadaian

Kuswiyoto berharap standarisasi ini juga akan meningkatkan semangat bekerja para karyawan agar lebih semangat, dan tetap memberikan pelayanan terbaik.

Sementara Sri Suryani selaku Direktur Pesona Indonesia Jaya (PIJ) yang juga penanggung jawab standarisasi outlet Pegadaian menyebutkan, langkah ini sebagai sejarah baru di Pegadaian.

Pasalnya Pegadaian telah melakukan transformasi produk, sistem dan budaya kerja, kini dilakukan pula di seluruh outlet.

“Hingga bulan ini progres pembangunannya sudah mencapai 76 persen. Standarisasi 220 outlet Pegadaian ini ditarget selesai pada akhir Desember mendatang,” ujarnya.

Dijelaskannnya, proses pembangunan masih terus dilakukan, yakni 52 outlet Pegadaian dalam tahap desain, dan 78 lainnya sudah dalam pengerjaan.

Dalam pengerjaannya, tim PIJ fokus pada tiga titik utama yaitu tampilan depan, ruang publik, dan back office.

Setelah standarisasi outlet di tahun 2020 rampung, PT Pegadaian akan melanjutkan program serupa di tahun depan dengan penambahan sekitar 200 kantor cabang Pegadaian.

Ke depannya, standarisasi outlet Pegadaian akan diterapkan di seluruh Indonesia secara bertahap. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!