Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Direksi PT Perinus Dirombak, Erick Thohir Fokus Pembentukan Holding

Published

on

Direksi PT Perinus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi PT Perinus atau PT Perikanan Nusantara (Persero) kembali dirombak oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Perombakan di jajaran direksi PT Perinus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-138/MBU/04/2021 per tanggal 29 April 2021.

Dalam SK tersebut, Menteri BUMN menetapkan Direktur Utama Perinus dijabat oleh Sigit Muhartono.

Ia menggantikan Dirut sebelumnya, Farida Mokodompit yang telah menjabat sejak 9 Juli tahun lalu.

Selain posisi Dirut, struktur kepemimpinan di perusahaan pelat merah ini juga mengalami perubahan sesuai nomenklatur yang baru.

Dimana jabatan Direktur Keuangan, SDM dan Umum resmi dihapus dari Direksi PT Perinus dan kini menjadi tanggungjawab langsung Direktur Utama.

Restrukturisasi internal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi manajemen yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan.

Sebagai bos baru Perinus, Sigit Muhartono akan mengemban berbaga tugas penting, salah satunya menjalankan proses merger dengan BUMN Perikanan lainnya yakni Perum Perindo.

Beberapa BUMN saat ini sedang dalam proses merger untuk membentuk Holding BUMN Klaster Pangan yang ditarget rampung di tahun ini.

Konsep bisnis kedua BUMN Pangan ini yakni akan membentuk konsolidasi baru di sektor perikanan.

Dimana Perindo akan fokus di bisnis pengelolaan pelabuhan perikanan dan budi daya, sedangkan Perinus fokus di sektor perikanan tangkap.

Kementerian BUMN juga memastikan merger kedua perusahaan perikanan ini tidak akan memberi dampak buruk bagi para nelayan.

Diketahui, Sigit sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kargo dan Niaga Internasional di Garuda Indonesia.

Atas penunjukan tugas baru ini, Sigit berjanji akan mengembalikan kejayaan PT Perinus, terlebih akan bergabung dengan Perum Perindo.

“Kami akan berupaya mengembalikan kinerja perusahaan Perinus yang lebih maksimal seperti dulu,” ujar Sigit.

Sementara Erick Thohir menyebut, setelah kedua BUMN akan digabung menjadi satu manajemen.

Namun kedua perusahaan ini dipastikan tidak akan memiliki kapal untuk tangkap ikan karena dinilai akan memberi dampak buruk bagi nelayan.

Terkait merger ini, Kementerian BUMN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyiapan rantai pasok pangan dari perseroan setelah digabungkan.

Berikut Susunan Direksi PT Perinus :

DIREKSI

Direktur Utama: Sigit Muhartono

Direktur Operasional dan Pemasaran: Primawan Badr

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama: Slamet Soebjakto

Komisaris: M Riza Adha Damanik

Komisaris Independen: Andre JO Sumual

HIGHLIGHT BUMN

Dividen BUMN, Erick Thohir: “Tahun Ini Target Rp35 Triliun”

Published

on

Dividen BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dividen BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp35 Triliun. hal ini dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir secara virtual beberapa waktu lalu.

“tahun ini insyaallah deviden ada peningkatan di angka Rp35 triliun,” ujar Erick Thohir.
Seperti diketahui bahwa dividen BUMN pada tahun lalu hanya terkumpul Rp26 Triliun dari yang ditargetkan Rp40 Triliun.

Jumlah tersebut menurun jauh mengingat berbagai tantangan yang harus dihadapi BUMN khususnya dalam mendorong kinerja di bawah tekanan Pandemi Covid-19.

“BUMNakan bekerja keras agar setoran dividen Rp35 triliun tahun ini bisa tercapai bisa sama seperti tahun 2019,” tambah Erick.

Untuk mencapai target itu, mantan bos Intermilan ini memilih langkah perbaikan dari sisi internal pada BUMN.

Perbaikan tersebut meliputi SDM hingga proses bisnis sehingga BUMN mampu maksimal memberikan manfaat besar (dividen) untuk negara.

“Tentunya kita ingin ada perbaikan BUMN pada sisi human capital sampai proses bisnis yang baik. Sehingga target dalam menghasilkan dividen bagi negara bisa tercapai,” ujar Erick.

Saat ini Kementerian BUMN, lanjut Erick, dari sisi SDM telah memberikan program peningkatan kapasitas SDM untuk penguatan pada sisi pengetahuan bisnis sampai dengan manajemen risiko.

“Untuk sisi bisnisnya BUMN diminta agar mampu melakukan restrukturisasi model bisnis melalui inovasi bisnis model,” tutup Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Holding Hotel BUMN Dibentuk, Semua Perusahaan Sudah Tanda Tangan

Published

on

Holding Hotel BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding Hotel BUMN yang dibentuk oleh Kementerian BUMN kini memasuki babak baru.

Seluruh perusahaan hotel pelat merah yang akan tergabung di dalam Holding Hotel BUMN ini sudah menandatangani dua persetujuan penting.

Yaitu penandatanganan conditional sales and purchase agreement (CSPA) dan sales and purchase agreement transaksi jual beli saham di Nusa Dua Bali, Jumat (11/6/2021).

Transaksi Holding Hotel BUMN merupakan proses inbreng atau penyertaan modal tunai dari 11 hotel milik PT Hotel Indonesia Natour, 9 hotel PT Pegadaian, dan 1 hotel PT Aerowisata kepada PT Wika Realty.

Sementara transaksi pembelian saham PT Patra Jasa yang ada di PT Hotel Indonesia Group oleh PT Wika Realty.

Maka saham Hotel Indonesia Group sebesar 51 persen kini resmi dikuasai PT Hotel Indonesia Natour, dan sisanya menjadi milik Wika Realty.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang menyaksikan langsung penandatanganan ini menyatakan, bahwa langkah itu untuk mengoptimalkan dan meningkatkan nilai hotel-hotel BUMN.

Langkah ini menurutnya menjadi tonggak baru dalam pembentulkan Holding Hotel BUMN, sehingga bisnis yang dijalankan oleh seluruh perusahaan sudah Dikonsolidasi.

“Kita membangun Holding Hotel BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif sehingga anak-anak usaha hotel di BUMN bisa fokus menjalankan bisnis intinya masing-masing,” ujar Tiko, melalui keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Holding Hotel BUMN adalah upaya efisiensi untuk menjadikan perusahaan pelat merah sebagai pemain global.

Holding Hotel BUMN Dorong Pariwisata Nasional

Holding Hotel BUMN akan semakin berperan penting dalam mendukung industri pariwisataa di Indonesia dan berdampak pada peningkatan ekonomi di daerah.

Nantinya, Holding yang bernama Hotel Indonesia Group akan menjadi salah satu operator hotel terbesar di Indonesia yang mengelola lebih dari 100 unit hotel.

Sebelum sampai ke penandatanganan transaksi dan saham ini, Hotel Hotel BUMN sebelumnyatelah melakukan rebranding pada bulan April lalu.

Proses rebranding yang dilakukan yakni pergantian nama hotel BUMN secara menyeluruh dan hotel hotel pelat merah akan memiliki tiga brand utama.

Ketiga brand itu yakni ‘Khas’ untuk kelompok bintang 3 atau budget hotel, ‘Truntum’ untuk hotel bintang 4 dan ‘Meru’ untuk brand hotel bintang 5. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Pejabat BUMN Berkinerja Buruk, Erick Thohir: “Bakal Dicopot”!

Published

on

Pejabat BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pejabat BUMN mendapat warning dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Erick menegaskan akan mencopot pejabat BUMN baik itu direksi maupun komisaris yang kinerjanya buruk dan tidak menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Pasalnya setiap hasil kerja para pejabat BUMN, sudah diatur dalam Key Performance Indicator (KPI).

“Jika nilainya tidak memenuhi indikator KPI, tidak menjalankan perusahaan sesuai prinseip GCG, dan tidak menerapkan nilai AKHLAK, maka harus siap dicopot!” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Erick mengatakan, setiap pejabat BUMN tidak hanya siap diangkat, tapi juga harus mau belajar untuk meningkatkan kapabilitas dalam memimpin perusahaan milik negara.

Terlebih di era teknologi yang semakin maju, maka direksi dan komisaris juga dituntut agar melakukan transformasi BUMN.

“Ini harus menjadi atensi semua pejabat BUMN, agar bisa berkompetisi di tengah perubahan dan persaingan yang semakin terbuka. Transformasi harus kita lakukan agar bisnis BUMN bisa menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ujarnya.

Erick pun meminta agar arahan ini menjadi keseriusan bersama, sehingga BUMN terus bergerak menuju perusahaan berkelas dunia.

Untuk peningkatan kualitas para pejabat BUMN, sebelumnya Erick telah meresmikan satu lembaga baru, yakni BUMN Leadership and Management Institute (BLMI).

Lembaga ini akan berfungsi sebagai pusat riset, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan kepemimpinan dan manajemen di seluruh perusahaan pelat merah.

Dalam pembentukan BLMI, pihak Kementerian melibatkan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Mandiri Corporate University yang didapuk sebagai koordinator.

Mandiri Corporate University akan bersinergi Telkom, Pertamina, dan Wijaya Karya dalam membangun road map pengembangan kepemimpinan para pejabat BUMN.

Mulai dari pekerja yang baru masuk, manajer tingkat pertama, sampai di jajaran direksi dan komisaris.

Langkah awal dari program ini dimulai dengan menggandeng beberapa sekolah bisnis lokal dan global sebagai mitra.

Seperti Indonesian Institute of Corporate Directors, IPMI International Business School, INSEAD, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Michigan Ross School of Business, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan IMD Business School.

Kegiatan pelatihan pertama di BLMI telah berjalan pada bulan Januari lalu dengan kegiatan Onboarding Directorship Program angkatan I.

Di bulan Juni tahun ini, lembaga BLMI akan kembali menggelar kegiatan serupa untuk angkatan II. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!