Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Direksi PPA Dirombak, Fokus Benahi BUMN ‘Sekarat’

Published

on

Direksi PPA

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi PPA atau PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) mendapat giliran perombakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam perombakan ini, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Iman Rachman dengan hormat dari jabatan Direktur Utama PPA dan digantikan Ari Soerono.

Selain Iman, Erick Thohir juga juga memberhentikan Direktur Investasi Nasrizal Nazir dan Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Manajemen Dikdik Permadi Yoffana.

Pemberhentian dan pengangkatan direksi PPA ini tertuang dalam SK per tanggal 6 Agustus 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota Direksi PT Perusahaan Pengelola Aset.

Sekretaris Perusahaan PPA Edi Winanto mengatakan, Iman Rachman telah mengemban tugas baru sebagai Direktur Strategi Portofolio dan New Ventures Pertamina sejak 12 Juni 2020.

Ia pun mengucapan terima kasih atas kepada jajaran direksi yang selama ini telah menyumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan di PPA.

Selain perombakan direksi PPA, Kementerian BUMN juga melakukan perubahan nomenklatur perusahaan, yaitu jabatan Direktur Investasi diubah menjadi Direktur Investasi 1 dan Direktur Investasi 2.

“Kemudian Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Manajemen diubah menjadi Direktur Restrukturisasi, Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja diubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, dan penambahan satu jabatan baru yaitu Direktur Hukum dan SDM,” ujarnya, Kamis (6/8/2020).

Susunan Direksi PPA Terbaru :

Direktur Utama: Ari Soerono
Direktur Investasi 1: Andry Setiawan
Direktur Investasi 2: Yadi J. Ruchandi
Direktur Restrukturisasi: Rizwan Rizal Abidin
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: M Teguh Wirahadikusumah
Direktur Hukum dan SDM: R. M. Irwan

Edi menjelaskan, PPA mendapat tugas dari Erick Thohir untuk menangani BUMN-BUMN yang masuk dalam kategori sekarat.

Di awal tahun 2020, Edi mengatakan terdapat 10 BUMN yang masih dalam penanganan PPA melalui kegiatan restrukturisasi atau revitalisasi BUMN sesuai penugasan dari Menteri BUMN.

Daftar BUMN yang dalam penanganan PPA saat ini seperti PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero) dan PT Boma Bisma Indra.

Dalam hal ini, PT PPA memberikan dukungan pembiayaan atau financing kepada BUMN tersebut.

Selain itu, PPA juga membantu sejumlah BUMN lainnya, seperti PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Survai Udara Penas (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT ISN dan PT Kertas Leces (Persero) yang sudah dinyatakan pailit.

Namun Edi menyebut hingga kini PPA belum mendapatkan arahan lanjutan dari Erick Thohir terkait penanganan sejumlah BUMN ‘bermasalah’ tersebut.

“Meski begitu, kami tetap berkordinasi dengan Kementerian BUMN untuk menyampaikan laporan monitoring, hasil kajian, opsi restrukturisasi dan revitalisasi BUMN, dan berbagai hal terkait lainnya,” tandasnya. []

Jasa Keuangan

Pegadaian Mantap Sukseskan Holding Ultra Mikro

Published

on

Mikro

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) siap menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memacu pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan melalui integrasi ekosistem Umi-UMKM yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni BRI, Pegadaian, dan PNM.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan, melalui holding tiga BUMN ini akan mendorong Pegadaian untuk menjadi lebih siap dan kuat dalam menghadapi tantangan lembaga keuangan di masa yang akan datang, baik dari sisi kompetisi maupun digitalisasi bisnis. Selain itu juga sangat bermanfaat dalam membantu pelaku usahan Umi-UMKM untuk maju dan berkembang.

“Pembentukan ekosistem ini bertujuan untuk memperkuat dukungan dan memberikan kemudahan bagi 63 juta pengusaha UMi-UMKM di Indonesia untuk dapat pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi, dan berkesempatan untuk dapat mengembangkan bisnisnya dengan mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah,” ucap Kuswiyoto.

Saat ini masyarakat khususnya pelaku usaha UMi-UMKM menghadapi kesulitan dalam mengembangkan usaha baik dari sisi pendanaan, pengembangan maupun pemasaran sehingga memerlukan pendampingan. Oleh karena itu, melalui integrasi ekosistem UMi-UMKM ini diharapkan berbagai masalah yang dihadapi dapat diberikan solusi secara berkesinambungan dalam satu atap untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha UMi-UMKM maupun ketiga perusahaan BUMN.

“Ini menjadi momentum bagi Pegadaian untuk dapat terus tumbuh bersama masyarakat. Langkah ini sejalan dengan latar belakang pendirian perusahaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi. Selain itu juga sesuai dengan visi Pegadaian, menjadi The Most Valuable Company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat,” tambah Kuswiyoto.

Peran Pegadaian sebagai solusi dan sahabat masyarakat tetap konsisten dilakukan dengan menyediakan produk dan layanan yang mudah diakses dan biaya yang terjangkau. Holding BRI-Pegadaian-PNM bahkan semakin memperluas akses bagi pelaku bisnis UMi-UMKM karena ketiga entitas BUMN akan mengintegrasikan berbagai potensi yang dimiliki. Masing-masing BUMN akan melakukan kolaborasi bisnis secara optimal dalam rangka mewujudkan ekosistem UMi-UMKM yang kuat. []

Continue Reading

Asuransi

Jasa Raharja Umumkan Perubahan Direksi Perusahaan

Published

on

perubahan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Jasa Raharja secara resmi mengumumkan perubahan jajaran Direksi perusahaan. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia selaku pemegang saham PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja Nomor : SK-202/MBU/06/2021 dan Nomor 07/SK-DIR/RUPS-AP/BPUI/VI/2021 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengakatan anggota direksi Jasa Raharja.

Dalam keputusan tersebut terdapat perubahan dalam jabatan Direktur Utama Jasa Raharja. Rivan Achmad Purwantono ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Budi Rahardjo S. Sementara itu Amos Sampetoding ditunjuk oleh pemegang saham sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi menggantikan M. Wahyu Wibowo.

Dengan demikan maka susunan Direksi Jasa Raharja saat ini adalah sebagai berikut:

1. Rivan Achmad Purwantono : Direktur Utama

2. Dewi Aryani Suzana : Direktur Operasional

3. Myland : Direktur Keuangan

4. Amos Sampetoding : Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi

5. Rubi Handojo : Direktur SDM & Umum

6. Munadi Herlambang : Direktur Hubungan Kelembagaan

Dalam keterangan resmi perusahaan, segenap Jajaran dan keluarga besar PT Jasa Raharja mengucapkan terima kasih kepada Budi Rahardjo S. dan Wahyu Wibowo atas segala pencapaian, kerja keras dan sumbangsih selama memimpin Perusahaan.

Kepada Jajaran Direksi yang baru diangkat, selamat datang dan selamat bekerja semoga dapat membawa PT Jasa Raharja menjadi lebih baik dimasa mendatang. []

Continue Reading

Perbankan

Jutaan Debitur Sudah Nikmati Subsidi Bunga Dari PEN

Published

on

debitur

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk / Bank BTN telah menyalurkan dana subsidi bunga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp2,49 triliun kepada 1,15 juta debitur per 31 Maret 2021. Penyaluran dana tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diinisiasi Presiden Joko Widodo.

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan dana subsidi bunga yang diberikan Kementerian Keuangan tersebut merupakan bagian dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 138/2020. Dalam aturan tersebut, pemerintah telah memperluas pemberian subsidi bunga kepada debitur KPR dan KKB.

“Jutaan debitur telah sangat terbantu dengan program subsidi bunga ini. Kami pun ikut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas program ini yang meringankan cicilan para debitur KPR dan UMKM di Bank BTN,” tutur Nixon di Jakarta, Rabu (16/6).

Adapun, dalam PMK 138 tersebut, pemerintah memberikan insentif bunga KPR kepada debitur yang membeli rumah dengan tipe 70 ke bawah. Debitur yang berhak memperoleh subsidi bunga yakni yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), plafon kredit maksimal Rp10 miliar, baki debet kredit hingga 29 Februari 2020, dan berstatus kredit lancar per 29 Februari 2020.

Selain pemberian subsidi bunga, Bank BTN juga telah menyalurkan kredit dari penempatan dana PEN dan penjaminan kredit UMKM. Emiten bersandi saham BBTN ini tercatat telah menyalurkan dana PEN tahap 3 sesuai PMK 70/104 kepada 34 ribu debitur senilai Rp12,49 triliun per 31 Maret 2021.

Secara total, sejak tahun 2020 hingga 4 Mei 2021, Bank BTN telah 3 kali menerima penempatan dana PEN. Dari seluruh dana yang ditempatkan dalam 3 tahap tersebut, perseroan telah menyalurkan total kredit senilai Rp68,3 triliun per 4 Mei 2021 yang mayoritas difokuskan pada sektor perumahan.

Bank BTN juga telah merealisasikan penyaluran penjaminan UMKM sesuai PMK 71 kepada 246 debitur senilai Rp565 miliar per 31 Maret 2021. UMKM yang menjadi sasaran penjaminan yakni yang terkait dengan rantai bisnis sektor perumahan.

“Kami melihat sektor perumahan merupakan sektor yang tinggi serapan sumber daya lokal dan labour intensive, sehingga kami meyakini dana yang disalurkan untuk sektor ini akan memberikan multiplier impact yang kuat untuk mendorong roda perekonomian nasional,” tutur Nixon. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!