Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Data Keuangan BUMN Diintegrasikan Untuk Perolehan Dividen

Published

on

Data keuangan

MEDIABUMN,COM, Jakarta – Data keuangan BUMN diintegrasikan oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan dengan data perpajakan dan pendapatan dividen negara.

Integrasi ini akan membuat data keuangan BUMN menjadi lebih transparan dan mencegah munculnya permasalahan perpajakan di kemudian hari.

Dirjen Pajak, Suryo Utomo mengatakan, dengan kerjasama integrasi data keuangan BUMN dan perpajakan, akan memudahkan kinerja BUMN itu sendiri.

“Jadi direksi BUMN bisa fokus pada kinerja bisnis perusahaannya, yang akhirnya bisa meningkatkan pembagian dividen kepada Negara,” ujar Suryo Utomo, di Jakarta, Kamis (23/7).

Adapun integrasi data antara wajib pajak BUMN dan Direktorat Jendral Pajak ini dilakukan secara elektronik.

Dengan begitu jika ditemukan ada kejanggalan dalam pelaporan itu dapat dilakukan sejak awal dan tidak perlu menunggu laporan keuangan selesai disusun.

Semua transaksi ini, kata dia, sudah dapat diidentifikasi implikasinya dalam kewajiban pajak.

“Nantinya BUMN akan membuat laporan keuangan perusahaan yang tersambung dengan sistem perpajakan secara online. Sehingga BUMN bisa lebih fokus melaksanakan operasional perusahaan untuk menambah penghasilan dan dividennya bisa lebih besar,” jelasnya.

Menurut Suryo, langkah yang dilakukan ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengetahui performa masing-masing perusahaan pelat merah secara akurat.

“Hal ini sudah kami sampaikan kepada Menteri BUMN, bahwa kami sedang melakukan integrasi data DJP dan data keuangan BUMN untuk memastikan berapa deviden di masing-masing perusahaan. Ini sejalan karena dari transaksi tadi terbentuk susunan setelah laporan keuangan, SPT dan PPh,” kata Suryo.

Jika integrasi data keuangan BUMN ini dilanjutkan, maka kerjasama antara DJP dan BUMN akan memasuki tahun ketiga.

Diketahui, kerja sama yang dijalin DJP dengan BUMN dalam integrasi data perpajakan ini sebelumnya dilakukan dengan system e-Faktur host-to-host.

Sejauh ini, sudah ada lima BUMN yang siap mengintegrasikan data keuangan dengan DJP yakni PT PLN, PT Pertamina, PT Telkom, PT Pelabuhan Indonesia II dan PT Pegadaian.

“Yang sudah masuk dalam uji coba SPT dan masa PPh yaitu Pertamina, Telkom dan PLN. Kemarin kami juga sudah bertemu dengan pihak Pelindo III untuk membuat kesepakatan, mereka juga sepakat,” tutupnya. []

HIGHLIGHT BUMN

Dividen BUMN, Erick Thohir: “Tahun Ini Target Rp35 Triliun”

Published

on

Dividen BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dividen BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp35 Triliun. hal ini dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir secara virtual beberapa waktu lalu.

“tahun ini insyaallah deviden ada peningkatan di angka Rp35 triliun,” ujar Erick Thohir.
Seperti diketahui bahwa dividen BUMN pada tahun lalu hanya terkumpul Rp26 Triliun dari yang ditargetkan Rp40 Triliun.

Jumlah tersebut menurun jauh mengingat berbagai tantangan yang harus dihadapi BUMN khususnya dalam mendorong kinerja di bawah tekanan Pandemi Covid-19.

“BUMNakan bekerja keras agar setoran dividen Rp35 triliun tahun ini bisa tercapai bisa sama seperti tahun 2019,” tambah Erick.

Untuk mencapai target itu, mantan bos Intermilan ini memilih langkah perbaikan dari sisi internal pada BUMN.

Perbaikan tersebut meliputi SDM hingga proses bisnis sehingga BUMN mampu maksimal memberikan manfaat besar (dividen) untuk negara.

“Tentunya kita ingin ada perbaikan BUMN pada sisi human capital sampai proses bisnis yang baik. Sehingga target dalam menghasilkan dividen bagi negara bisa tercapai,” ujar Erick.

Saat ini Kementerian BUMN, lanjut Erick, dari sisi SDM telah memberikan program peningkatan kapasitas SDM untuk penguatan pada sisi pengetahuan bisnis sampai dengan manajemen risiko.

“Untuk sisi bisnisnya BUMN diminta agar mampu melakukan restrukturisasi model bisnis melalui inovasi bisnis model,” tutup Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Holding Hotel BUMN Dibentuk, Semua Perusahaan Sudah Tanda Tangan

Published

on

Holding Hotel BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding Hotel BUMN yang dibentuk oleh Kementerian BUMN kini memasuki babak baru.

Seluruh perusahaan hotel pelat merah yang akan tergabung di dalam Holding Hotel BUMN ini sudah menandatangani dua persetujuan penting.

Yaitu penandatanganan conditional sales and purchase agreement (CSPA) dan sales and purchase agreement transaksi jual beli saham di Nusa Dua Bali, Jumat (11/6/2021).

Transaksi Holding Hotel BUMN merupakan proses inbreng atau penyertaan modal tunai dari 11 hotel milik PT Hotel Indonesia Natour, 9 hotel PT Pegadaian, dan 1 hotel PT Aerowisata kepada PT Wika Realty.

Sementara transaksi pembelian saham PT Patra Jasa yang ada di PT Hotel Indonesia Group oleh PT Wika Realty.

Maka saham Hotel Indonesia Group sebesar 51 persen kini resmi dikuasai PT Hotel Indonesia Natour, dan sisanya menjadi milik Wika Realty.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang menyaksikan langsung penandatanganan ini menyatakan, bahwa langkah itu untuk mengoptimalkan dan meningkatkan nilai hotel-hotel BUMN.

Langkah ini menurutnya menjadi tonggak baru dalam pembentulkan Holding Hotel BUMN, sehingga bisnis yang dijalankan oleh seluruh perusahaan sudah Dikonsolidasi.

“Kita membangun Holding Hotel BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif sehingga anak-anak usaha hotel di BUMN bisa fokus menjalankan bisnis intinya masing-masing,” ujar Tiko, melalui keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Holding Hotel BUMN adalah upaya efisiensi untuk menjadikan perusahaan pelat merah sebagai pemain global.

Holding Hotel BUMN Dorong Pariwisata Nasional

Holding Hotel BUMN akan semakin berperan penting dalam mendukung industri pariwisataa di Indonesia dan berdampak pada peningkatan ekonomi di daerah.

Nantinya, Holding yang bernama Hotel Indonesia Group akan menjadi salah satu operator hotel terbesar di Indonesia yang mengelola lebih dari 100 unit hotel.

Sebelum sampai ke penandatanganan transaksi dan saham ini, Hotel Hotel BUMN sebelumnyatelah melakukan rebranding pada bulan April lalu.

Proses rebranding yang dilakukan yakni pergantian nama hotel BUMN secara menyeluruh dan hotel hotel pelat merah akan memiliki tiga brand utama.

Ketiga brand itu yakni ‘Khas’ untuk kelompok bintang 3 atau budget hotel, ‘Truntum’ untuk hotel bintang 4 dan ‘Meru’ untuk brand hotel bintang 5. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Pejabat BUMN Berkinerja Buruk, Erick Thohir: “Bakal Dicopot”!

Published

on

Pejabat BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pejabat BUMN mendapat warning dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Erick menegaskan akan mencopot pejabat BUMN baik itu direksi maupun komisaris yang kinerjanya buruk dan tidak menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Pasalnya setiap hasil kerja para pejabat BUMN, sudah diatur dalam Key Performance Indicator (KPI).

“Jika nilainya tidak memenuhi indikator KPI, tidak menjalankan perusahaan sesuai prinseip GCG, dan tidak menerapkan nilai AKHLAK, maka harus siap dicopot!” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Erick mengatakan, setiap pejabat BUMN tidak hanya siap diangkat, tapi juga harus mau belajar untuk meningkatkan kapabilitas dalam memimpin perusahaan milik negara.

Terlebih di era teknologi yang semakin maju, maka direksi dan komisaris juga dituntut agar melakukan transformasi BUMN.

“Ini harus menjadi atensi semua pejabat BUMN, agar bisa berkompetisi di tengah perubahan dan persaingan yang semakin terbuka. Transformasi harus kita lakukan agar bisnis BUMN bisa menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ujarnya.

Erick pun meminta agar arahan ini menjadi keseriusan bersama, sehingga BUMN terus bergerak menuju perusahaan berkelas dunia.

Untuk peningkatan kualitas para pejabat BUMN, sebelumnya Erick telah meresmikan satu lembaga baru, yakni BUMN Leadership and Management Institute (BLMI).

Lembaga ini akan berfungsi sebagai pusat riset, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan kepemimpinan dan manajemen di seluruh perusahaan pelat merah.

Dalam pembentukan BLMI, pihak Kementerian melibatkan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Mandiri Corporate University yang didapuk sebagai koordinator.

Mandiri Corporate University akan bersinergi Telkom, Pertamina, dan Wijaya Karya dalam membangun road map pengembangan kepemimpinan para pejabat BUMN.

Mulai dari pekerja yang baru masuk, manajer tingkat pertama, sampai di jajaran direksi dan komisaris.

Langkah awal dari program ini dimulai dengan menggandeng beberapa sekolah bisnis lokal dan global sebagai mitra.

Seperti Indonesian Institute of Corporate Directors, IPMI International Business School, INSEAD, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Michigan Ross School of Business, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan IMD Business School.

Kegiatan pelatihan pertama di BLMI telah berjalan pada bulan Januari lalu dengan kegiatan Onboarding Directorship Program angkatan I.

Di bulan Juni tahun ini, lembaga BLMI akan kembali menggelar kegiatan serupa untuk angkatan II. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!