Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Dana Talangan Garuda Indonesia Tak Kunjung Cair, Karyawan Bersuara

Published

on

Dana talangan Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana talangan Garuda Indonesia yang dijanjikan pemerintah senilai Rp8,5 triliun hingga kini tak kunjung cair.

Padahal dana talangan melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah dijanjikan sejak beberapa bulan lalu.

Maskapai pelat merah tersebut pun masih menunggu kucuran dana yang dijanjikan untuk menutupi kondisi keuangan yang semakin seret.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan dala talangan Garuda Indonesia ini diperlukan untuk membantu keberlangsungan bisnis perusahaan.

Menurutnya, sudah ada beberapa negara yang memberikan dana talangan untuk perusahaan penerbangan di negara masing-masing, salah satunya Singapore Airlines yang mendapat kucuran dana 11,5 miliar Dolar.

“Kita juga akan mendapat dana talangan Rp8,5 triliun, tapi saat ini masih menunggu pencairannya,” ujar Irfan dalam Webinar Efektivitas Program PEN, Senin (16/11/2020).

Dijelaskannya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) butuh dana talangan dalam menjalankan binsis transportasi udara, yang sempat terpuruk akibat dampak pandemi.

Hal ini penting lantaran sektor aviasi merupakan salah satu penggerak roda ekonomi Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan.

Sebelumnya, Irfan sudah menyampaikan bahwa dana talangan Garuda Indonesia akan dicairkan dalam skema mandatory convertible bond (MCB) melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang berperan sebagai standby buyer.

PT Garuda Indonesia mengusulkan skema ini dengan tenor 3 tahun untuk memberikan kesempatan kepada pihak manajemen melakukan perbaikan dalam hal pendapatan dan menekan beban biaya perusahaan.

Selain itu, tenor 3 tahun juga dinilai sudah cukup bagi pihak manajemen untuk bekerja lebih keras dalam memperbaiki kinerja perusahaan.

Setelah 3 tahun berjalan, ada tiga skema yang disiapkan untuk melunasi dana talangan Garuda Indonesia dari PT SMI tersebut.

Opsi pertama, perusahaan akan membayar setelah pendapatan Garuda pulih seperti semula, kedua, penerbitan surat utang jika pada 2023 pasar mulai membaik, dan terakhir skema MCB yang berjalan akan diubah menjadi penempatan modal dan akan ada bagi hasil.

Karyawan Sampaikan 2 Permintaan

Terkait penyerahan dana talangan dan perubahan susunan direksi, Garuda Indonesia akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dalam waktu dekat.

Menjelang RUPSLB ini, Serikat Karyawan Garuda lndonesia dan Asosiasi Pilot Garuda menyampaikan dua permintaan kepada perseroan.

Yang pertama serikat karyawan meminta agar Kementerian BUMN menempatkan SDM yang kompeten dan punya kemampuan dalam menjalankan bisnis penerbangan di jajaran direksi maupun komisaris.

Serikat pekerja dan pilot juga meminta agar dana talangan Garuda Indonesia bisa direalisasikan segera untuk menutup kas perusahaan yang semakin tekor dan mempercepat pemulihan operasional perusahaan.

Selain itu, para pekerja di maskapai Garuda lndonesia juga menyatakan siap mengawal operasional perusahaan dengan tetap menjunjung tinggi Safety dan Service kepada pelanggan. []

Transportasi

Maskapai Pelita Air akan Gantikan Garuda? Ini Profilnya

Published

on

Maskapai Pelita Air

MEDIABUMN.COM, JAKARTA – Maskapai Pelita Air digadang-gadang bakal menjadi pengganti Garuda Indonesia yang kondisinya semakin kritis.

Saat ini Maskapai Pelita Air merupakan perusahaan aviasi yang fokus menggarap sektor minyak dan gas serta government special mission.

Perusahaan ini namanya kian santer dikabarkan menjadi pengganti Garuda Indonesia dan rencananya akan melayani penerbangan berjadwal seperti yang dijalankan GIAA selama ini.

Diketahui, PT Pelita Air Service (PAS) awalnya dibentuk untuk mendukung kegiatan eksplorasi, eksploitasi, kargo, serta transportasi migas atau personel Pertamina.

Pada tahun 1963, Pertamina membentuk departemen layanan udara, namun hanya dalam 7 tahun, departemen itu ditutup.

Sebagai gantinya, di tahun 1970, didirikan PT Pelita Air Service sebagai anak perusahaan yang punya hak otonom untuk menyediakan operasi penerbangan berkelanjutan.

Saat ini perusahaan tersebut dipimpin Albert Burhan, dan telah mengajukan izin penerbangan berjadwal ke Kementerian Perhubungan.

Albert selaku Dirut Maskapai Pelita Air bukanlah orang baru di bisnis penerbangan, ia sebelumnya menjabat Dirut Citilink Indonesia dan pernah berkarier di GIAA.

Dikutip dari website resminya, maskapai Pelita Air juga menjalankan operasi penerbangan secara ekonomis dalam industri migas melalui sistem charter.

Layanan yang disediakan juga mencakup kegiatan foto udara, transportasi kargo, transmigrasi, pemadam kebakaran, palang merah, dan angkutan pengungsi.

Perusahaan ini juga menyediakan layanan terbang VVIP, operasi seismic, survei geologi, lepas pantai, evakuasi medis, helirig, jasa pilot helikopter serta layanan dukungan dan pelatihan.

Anak Usaha Maskapai Pelita Air

Sejak tahun 2000, Maskapai Pelita Air pernah mencoba menjalankan bisnis penerbangan reguler untuk berbagai rute, namun tak berlangsung lama.

Di tahun 2005, layanan rute itu ditutup secara keseluruhan dan perusahaan kembali fokus pada layanan charter penerbangan udara, logistik dan berbagai bidang yang sebelumnya berjalan.

Saat ini, Maskapai Pelita Air telah mempunyai anak usaha yang khusus menggarap jasa pemeliharaan dan perbaikan pesawat, yakni PT IndoPelita Aircraft Services.

Maskapai Pelita Air juga punya lapangan terbang eksklusif di Jakarta Selatan daerah Pondok Cabe, dengan landasan pacu sepanjang dua ribu meter.

Sementara armada pesawat yang dimiliki perusahaan ini juga sangat beragam, di antaranya pesawat ATR 42-500, ATR 72-500, CASA 212-200, dan AT 802.

Kemudian pesawat jenis Bell 412 EP, Bolkow NBO-105, Sikorsky S76 C++, Sikorsky S76-A, dan Bell 430.

Di bidang jasa pelatihan, Maskapai Pelita Air menyediakan lebih dari 30 jenis pelatihan penerbangan dan memiliki 7 Sertifikasi yang sedang berjalan dari Dirjen Perhubungan Udara (DJP), dan 3 sertifikasi nasional dan 3 sertifikasi internasional dalam proses persetujuan. []

Continue Reading

Transportasi

Garuda Indonesia Pailit? Ini Penjelasan Dirut!

Published

on

Garuda Indonesia pailit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Garuda Indonesia pailit menjadi isu yang santer terdengar lantaran kondisi keuangan BUMN Aviasi ini tak kunjung membaik.

Isu Garuda Indonesia pailit menyeruak di tengah upaya yang dilakukan pihak perusahaan dalam merestrukturisasi utang-utangnya.

Sangking derasnya kabar Garuda Indonesia pailit, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Saputra pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Irfan menyebutkan bahwa Garuda Indonesia pailit adalah pandangan dari pihak Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas.

Menurutnya, Kementerian BUMN tentu melihat berbagai kemungkinan dari perspektif yang lebih luas untuk kelanjutan Garuda Indonesia.

Untuk saat ini, pihak perseroan masih fokus melakukan langkah pembenahan dan pemulihan kinerja melalui program restrukturisasi secara menyeluruh.

Meski keuangan emiten berkode GIAA ini masih dalam kondisi kritis akibat diterpa pandemi, Irfan mengaku masih optimis akan ada perubahan.

Keyakinan itu berdasarkan sinyal positif dari industri penerbangan nasional setelah situasi pandemi Covid-19 yang semakin mereda, dan dan sektor pariwisata yang kembali dibuka.

“Upaya transformasi dan efisiensi tetap kami intensifkan melalui berbagai upaya langkah. Kita lakukan perbaikan kinerja Garuda Indonesia, khususnya dari basis operasional penerbangan,” ungkapnya, Rabu (20/10/2021).

Irfan juga menyebut pandemi ini menjadi momentum penting bagi manajemen Garuda Indonesia untuk memperkuat langkah perbaikan kinerja yang saat ini terus dioptimalkan.

Terkait kabar Garuda Indonesia pailit, sebelumnya pihak manajemen GIAA sudah menyampaikan respon di keterbukaan informasi, pada Rabu (20/10/2021).

Manajemen perusahaan menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait kabar Garuda Indonesia pailit yang sudah sempat ramai.

“Belum ada informasi resmi berkenaan dengan opsi tindak lanjut pemulihan kinerja Perseroan yang sedang berkembang di media massa,” tulis manajemen.

Pihak manajemen juga menyebutkan, saat ini terus melakukan berbagai langkah strategis agar kinerja perusahaan bisa membaik pasca pandemi covid-19.

Beberapa langkah yang telah berjalan di antaranya penguatan basis performa finansial, fokus model bisnis dalam jangka panjang dan melakukan restrukturisasi menyeluruh.

Dengan berbagai upaya itu, pihak Garuda Indonesia tetap yakin ada perbaikan kinerja dalam waktu dekat, karena outlook industri penerbangan nasional sudah mulai terkendali.

“Saat ini berbagai sektor pariwisata unggulan Indonesia sudah mulai dibuka, dan ini akan menjadi momentum penting dalam perbaikan kinerja Garuda Indonesia,” tulis pihak GIAA.

Garuda Indonesia Pailit Sebagai Opsi Penyelamatan

Terkait rencana restrukturisasi yang dilakukan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), pihak manajemen menyebutkan saat ini masih didiskusikan dengan pemerintah.

Untuk diketahu, Garuda Indonesia pailit merupakan risiko dari salah satu opsi penyelamatan Garuda Indonesia karena utangnya yang sudah menumpuk.

Sebelumnya sudah ada empat opsi yang disiapkan oleh pemerintah, yang pertama dengan tetap menggelontorkan dana pinjaman untuk penyelamatan garuda.

Opsi kedua, melakukan restrukturisasi namun yang direstrukturisasinya adalah perusahaan, bukan utangnya dengan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru.

Opsi ketiga yaitu Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), namun ada risiko pailit yang membayangi.

Dan untuk opsi keempat perusahaan dilikuidasi dan posisinya akan digantikan oleh pihak swasta. []

Continue Reading

Transportasi

Kereta Angkutan Semen Diluncurkan, Kolaborasi PT KAI dan SMGR

Published

on

Kereta angkutan semen

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kereta angkutan semen resmi diluncurkan untuk mengangkut semen hasil produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Peresmian kereta angkutan semen ini merupakan hasil kerjasama PT Kereta Api Indonesia dan PT Semen Indonesia.

Pada perjalanan pertama, layanan ini telah mengangkut 280 ton semen, dan kapasitasnya akan ditambah hingga 400 ton semen yang dibagi dalam 10 gerbong.

Direktur Niaga PT KAI, Dadan Rudiansyah mengatakan, layanan terbaru dari PT KAI ini setiap harinya menempuh jarak sejauh 770,5 km dengan waktu tempuh sekitar 14 jam.

Dengan adanya kereta angkutan semen, Semen Indonesia Group akan mendapat kemudahan dalam mengelola rantai logistic produksinya.

Sehingga alur distribusi dan biaya logistiknya juga dapat ditekan, dan akhirnya berdampak pada efisien perusahaan.

“Kami berharap akan semakin banyak pelaku usaha yang akan menggunakan kereta api, karena layanan ini memiliki berbagai keunggulan,” ujar Dadan Rudiansyah dalam siaran pers, Senin (18/10/2021).

Adapun perjalanan pertama kereta angkutan semen ini dimulai dari Stasiun Babat, Kabupaten Lamongan pada Jumat (15/10/2021) yang diresmikan oleh Dadan Rudiansyah, Plt Dirut KAI Logistik TLN, Ahmad Malik Syah dan Dirut PT Semen Gresik Subhan.

Dadan menyatakan, angkutan logistik kereta api selalu mengutamakan ketepatan waktu, keamanan, dan keselamatan.

Ia menjelaskan, dalam kerjasama dua BUMN ini, PT KAI turut melibatkan anak usahanya yaitu KAI Logistik yang bertugas dalam distribusi, hingga kegiatan pra purna penunjang.

Seperti layanan bongkar muat, trucking penjemputan muatan dari pabrik ke stasiun, hingga jasa gudang untuk penyimpanan muatan semen.

Inovasi Kereta Angkutan Semen

Sebelum kereta angkutan semen dioperasikan secara perdana, PT KAI terlebih dahulu melakukan uji coba sebanyak dua kali, yaitu pada 11 dan 12 Oktober.

Dalam ujicoba ini, total muatan yang diangkut kereta angkutan semen mencapai 800 ton dan hasilnya cukup baik, sehingga angkutan ini dipastikan dapat beroperasi secara reguler.

Sementara Plt. Direktur Utama KAI Logistik TLN Ahmad Malik Syah mengungkapkan, pihaknya juga telah menerapkan inovasi pada model kereta angkutan semen.

Di antaranya dengan mengkombinasikan gerbong datar, palet, terpal, dan tali lashing dengan spesifikasi khusus.

“Kombinasi ini kami lakukan akan mempermudah proses bongkar muat dan menambah kapasitas angkut yang lebih banyak. Tentunya dengan tetap memperhatikan keamanan, dan keselamatan barang,” ungkapnya.

Diketahui, sektor angkutan barang menjadi salah satu andalan bagi KAI selama masa pandemi Covid-19 yang jumlah penumpang orang mengalami penurunan drastis.

Pada periode Januari sampai September 2021, BUMN angkutan ini tercatat telah mengangkut 37,2 juta ton logistik atau meningkat 10 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu 33,7 juta ton. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!