Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

Dana PEN Bank Mandiri ditargetkan Tersalur Rp400 Miliar Via fintech

CHRIESTIAN

Published

on

Dana PEN Bank Mandiri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana PEN Bank Mandiri terus dioptimalkan penyalurannya sehingga betul-betul tepat sasaran.

Hal ini menjadi concern bank berlogo pita emas tersebut dalam rangka bersama pemerintah mendorong perekonomian di tengah masa pandemic Covid-19.

Dana PEN Bank Mandiri disalurkan melalui beberapa kanal penyaluran kreditnya termasuk bersinergi dengan fintech.

“Selain melakukan penyaluran dengan skema konvensional, sinergi secara chanelling dengan Tekfin menjadi salah satu sarana Bank Mandiri dalam menjangkau sektor UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” terang Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Aquarius Rudianto, (09/09).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk saat ini Bank Mandiri telah melakukan sinergi dengan para pelaku Tekfin seperti Koinworks, Investree, Amartha, Akseleran serta Crowde.

Penyaluran dana PEN Bank Mandiri melalui skema chanelling dirasakan dapat membantu ekspansi, karena fintech memiliki infrastruktur digital yang baik sehingga semakin memudahkan penyaluran kredit.

“Terlebih saat masa pandemi seperti ini,” tambah Aquarius.

Aquarius memaparkan bahwa pihaknya akan menyalurkan kredit dana PEN Bank Mandiri kepada dengan skema channeling kepada fintech dengan plafon hingga Rp400 miliar hingga periode Desember 2020.

Seperti diketahui bahwa dana PEN Bank Mandiri sebesar Rp10 triliun sudah disalurkan menjadi kredit hingga Rp30,75 triliun kepada sebanyak 74.653 debitur sampai dengan 28 Agustus 2020.

“Nilai penyaluran tersebut sudah melewati target tiga kali lipat yang telah diberikan oleh pemerintah,” tutup Aquarius. []

Perbankan

Dana PEN Bertambah, BTN Target Penyaluran Kredit Rp30 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Dana PEN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari Pemerintah Pusat kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan ditambah.

Bank BUMN ini akan mendapatkan penambahan dana PEN sebesar Rp5 triliun.

Sehingga total penempatan uang negara di Bank BTN menjadi Rp10 triliun dari penempatan semula Rp5 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, bertambahnya dana PEN ini, membuat BTN semakin optimis mampu memenuhi komitmen jumlah penyaluran kredit sebesar Rp30 triliun, atau naik 3 kali lipat dari dana yang ditempatkan Pemerintah.

“Kami berkomitmen memenuhi target untuk menyalurkan pembiayaan kredit dari dana PEN. Dengan tambahan dana itu maka target penyaluran kredit Bank BTN untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional juga meningkat menjadi Rp30 triliun,” kata Pahala Nugraha di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Pahala menjelaskan, porsi terbesar dari penyaluran kredit itu ada di sektor perumahan, sesuai dengan inti bisnis (core business) Bank BTN.
Pihak perseroan juga akan terus berupaya memaksimalkan ekspansi kredit dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko.

“Dalam realisasi penyaluran kredit, kami tetap memegang prinsip kehati-hatian agar rasio kredit bermasalah bisa terjaga. Selain itu debitur juga tidak terbebani dengan cicilan di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini,” kata Pahala.

Ia menambahkan, kredit kepada sektor properti yang disalurkan Bank pelat merah ini menyasar pada lebih dari 170 industri di sektor pembangunan perumahan, dan telah banyak menyerap tenaga kerja.

Bisnis properti juga menjadi sektor yang banyak memanfaatkan bahan baku dari dalam negeri, sehingga secara tidak langsung ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi sektor ini sangat strategis untuk mendukung roda perekonomian di masa pandemi Covid-19 karena bisnisnya terus berjalan,” jelasnya.

Selain itu, penduduk Indonesia masih banyak yang membutuhkan rumah tempat tinggal.

Hal itu tampak dari masih ada backlog sebesar 11,4 juta berdasarkan kepemilikan dan 7,6 juta berdasarkan hunian, masih besarnya backlog ini membuka peluang ekspansi bisnis properti.

Tingginya backlog ini juga menunjukkan masih besarnya peluang untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Menurut Pahala, hal itu menunjukkan prospek dan juga kebutuhan rumah di berbagai daerah di Indonesia masih sangat tinggi. []

Continue Reading

Perbankan

Dua Dekade Mengabdi dan Bertransformasi, Langkah bank bjb Diganjar Apresiasi

MediaBUMN

Published

on

Infobank Awards 2020

MEDIABUMN.COM, Jakarta – 20 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjaga keberlangsungan sebuah usaha. Dalam rentang waktu yang panjang itu, banyak hal bisa terjadi. Halangan dan tantangan silih ganti berdatangan, mengintervensi, menguji daya tahan perusahaan terhadap berbagai macam terpaan, akankah bertahan atau tumbang secara perlahan.

Dua dekade terakhir di tanah air adalah masa-masa yang mendebarkan dan penuh tantangan bagi dunia usaha. Saat milenium kedua baru dimulai, situasi perekonomian negeri belum sepenuhnya pulih dari hantaman krisis moneter tahun 1998. Dampak luar biasa dahsyat dari krisis membuat ekonomi terseok-seok. Dunia usaha yang menjadi pilar utama bangkit secara perlahan dalam pada ini, tak terkecuali bank bjb yang saat itu tengah bertumbuh.

Seiring waktu berlalu, badai krisis mulai dapat dilalui. bank bjb ikut mencicipi buah dari hasil kerja kerasnya bangkit dari titik terendah. Namun belum lama rasa manis itu dicecap, krisis kembali menghampiri pada tahun 2008. Tak sebesar dan sedahsyat yang sebelumnya memang, namun tetap saja mampu membunyikan alarm waspada.

Berangkat dari pengalaman sebelumnya, bank bjb tak kesulitan berbenah. Perseroan tetap mampu berlari kencang dengan mencatatkan pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya. Pertumbuhan ini diikuti dengan konsistensi perusahaan dalam memberikan sumbangsih mendorong perekonomian negeri, melaalui optimalisasi fungsi intermediasi dan program-program untuk memperkuat sendi-sendi ekonomi nasional lewat sokongan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan.

Kinerja sangat baik dan penuh kontribusi ini terus diperlihatkan bank bjb hingga dua dekade setelah pergantian milenium. Badai krisis yang dipicu pandemi COVID-19 memang memberi dampak kepada perseroan. Namun berkat pengalaman dan kematangan bank bjb, perusahaan masih sanggup menorehkan catatan positif. Tercatat bank bjb berhasil memperoleh laba bersih mencapai Rp808 miliar yang ditopang pertumbuhan total nilai aset sebesar 3,8% year on year (y-o-y) menjadi Rp125,3 miliar.

Pertumbuhan yang ditorehkan dalam dekade-dekade penuh tantangan ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan patut diganjar apresiasi. Bak gayung yang bersambut, bank bjb meraih penghargaan khusus atas predikat “Sangat Bagus Selama 20 Tahun Berturut-turut” dalam ajang 25th Infobank Awards 2020 yang diserahkan pada Kamis (24/9/2020).

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan apresiasi ini merupakan bukti nyata pengakuan atas kinerja luar biasa yang selama ini diperlihatkan perseroan. Kerja keras, soliditas, dan komitmen kuat untuk terus bertransformasi lewat inovasi, menjadi senjata utama bank bjb dalam meraih keberhasilannya sejauh ini.

“bank bjb selalu menjadikan kepuasan nasabah sebagai orientasi utama dalam menjalankan usahanya. Tak mengherankan bila kemudian kami selalu konsisten bertransformasi dengan menghadirkan berbagai inovasi demi menghadirkan kemudahan dan kepuasan dalam pelayanan. Semangat ini didorong pula oleh tuntutan zaman yang semakin bergerak cepat, di mana perusahaan harus cakap beradaptasi dan cergas dalam membaca situasi demi menjaga gerak pertumbuhan yang berkesinambungan,” kata Yuddy.

Penghargaan Infobank Awards ini diberikan lantaran bank bjb dinilai mampu secara konsisten memperlihatkan performa usaha yang gemilang lewat pertumbuhan secara kontinyu. Selain itu bank bjb juga dinilai memiliki kecakapan sangat baik dalam merespons perkembangan zaman khususnya di era Revolusi Industri 4.0 di mana transformasi digital bagi industri perbankan adalah sebuah keniscayaan.

Dalam praktiknya, bank bjb memang getol melakukan pembenahan di sektor infrastruktur perbankan digital. Berbagai pembaruan produk dan layanan dihadirkan kepada para nasabah setia yang selama ini telah menjadi mitra dalam bertumbuh dan berkembang bersama. Sebut saja aplikasi bjb DIGI, yang kini telah dibekali berbagai fitur lengkap untuk memenuhi segala rupa kebutuhan transaksi selama 24 jam nonstop. Baru-baru ini, bank bjb juga telah meluncurkan uang elektronik bjb DigiCash yang dapat digunakan khalayak luas. Sebelumnya, bank bjb juga menjadi salah satu perbankan yang proaktif mengadopsi teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Digitalisasi dan elektronifikasi layanan ini juga dikembangkan bank bjb dalam program kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City. Beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara Iain layanan Pembayaran PBB-P2 dan pajak lainnya (E-Tax), E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Samsat Online Nasional (SAMOLNAS), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

Sederet langkah inovasi yang dihadirkan perseroan ini tidak lain merupakan upaya nyata bank bjb dalam mempertahankan eksistensinya di tengah cakrawala bisnis yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. Didorong dengan semangat untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, upaya transformasi tiada henti akan terus dilakukan perusahaan untuk mempermudah akselerasi usahanya di masa depan. []

Continue Reading

Perbankan

Perolehan Margin Bunga BNI Menurun Sejak Kuartal Kedua 2020

Alfian Setya Saputra

Published

on

Perolehan margin

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perolehan margin bunga bersih di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan sejak kuartal II tahun 2020.

Penurunan itu terjadi akibat dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya kemampuan bayar nasabah.

Sementara pihak bank juga dihadapkan dengan pembentukan pencadangan yang membuat beban operasional juga meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan BNI pada pertengahan tahun 2020, perolehan margin bunga bersih turun 0,4 persen secara tahunan menjadi 4,5 persen.

Penurunan perolehan margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) juga diikuti dengan peningkatan beban operasional terhadap pendapatan operasional dari 10,21 persen menjadi 82,81 persen (YoY).

Corporate Secretary PT BNI (Persero) Tbk, Melly Meiliana mengatakan pandemi yang terjadi sejak akhir Kuartal 1 2020 memberikan tekanan kepada seluruh roda perekonomian

Akibatnya kinerja perbankan mulai mengalami tekanan sejak kuartal kedua tahun ini.

“Salah satu dampaknya terhadap bisnis bank yaitu perolehan margin bunga bersih yang turun karena kemampuan bayar dari debitur untuk memenuhi kewajibannya juga menurun,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Menurut Melly, stimulus yang diatur pada POJK Nomor 11 tahun 2020 mengenai Kredit Restrukturisasi sangat membantu Bank untuk dapat menjaga perolehan margin bunga bersih.

Sementara BNI tahun ini juga akan membentuk pencadangan guna antisipasi keadaan dari pandemi covid-19 yang hingga saat ini kondisinya makin memburuk.

“Tentunya hal tersebut sangat berdampak pada perolehan BOPO kami. Pada tahun 2020 ini kami akan fokus terhadap pengelolaan kualitas aset agar kedepannya kinerja kami akan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Terpisah, Lando Simatupang selaku Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menyebutkan, perolehan margin bunga bersih yang menurun tidak selalu terjadi akibat peningkatan beban operasional.

Karena hal itu juga bisa terjadi jika laju pendapatan bunga lebih cepat dibandingan dengan biaya, maka secara otomatis margin bunga bersih masih bisa naik.

Namun berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama Juni 2019 hingga Juni 2020, laju pertumbuhan pendapatan bank memang lebih lambat dibandingkan dengan laju biaya.

“Selain itu, pendapatan non operasional berupa fee based income (FBI) juga lebih lambat dibandingkan dengan biaya non operasional lainnya. Tapi laju FBI dalam setahun terakhir tercatat masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga,” jelas Lando. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!