Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Dana OWK Garuda Indonesia Rp1 Triliun Cair, Untuk Apa ya?

EKO PRASETYO

Published

on

Dana OWK

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana OWK / Obligasi Wajib Konversi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sejumlah Rp1 triliun telah cair.

Cairnya dana OWK tersebut mengacu terhadap perjanjian penerbitan OWK di akhir tahun lalu antara perseroan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

SMI sendiri memiliki peran sebagai pelaksana investasi dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN).

“Dana OWK Rp 1 triliun sudah kami selesaikan pencairannya pada pertengahan triwulan pertama tahun 2021,” pungkas Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya (09/02).

Pencairan dana tersebut, jelas Irfan, sudah memperhitungkan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam jangka pendek dan menengah.

Perseroan, tegas Irfan, berkomitmen senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG).

“Sehingga penggunaan dana OWK ini dapat berjalan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Sesuai dengan kesepakatan bersama, Irafan menjelaskan bahwa dana OWK tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung likuiditas, pembiayaan operasional perusahaan dan solvabilitas.

Adapun persetujuan dana hasil OWK tersebut adalah dengan nilai maksimum sebesar Rp8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 tahun.

Irfan menambahkan sesuai dengan yang penandatanganan perjanjian pada akhir tahun lalu bahwa pelaksanaan pencairan dan OWK telah dilakukan pada 4 Februari 2021 lalu dengan nilai sebesar Rp1 triliun rupiah bertenor 3 tahun.

“Pastinya ini menjadi momentum yang sangat baik bagi perseroan agar terus memperkuat upaya pemulihan kinerja perusahaan,” pungkas Irfan. []

Transportasi

Selama Ramadhan KAI Terus Konsisten Layani Pelanggan Sesuai Protokol

MediaBUMN

Published

on

protokol kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Memasuki bulan Ramadhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih tetap mengoperasikan Kereta Api dengan normal sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Sejauh ini, tidak ada pembatasan jam operasional Kereta Api seluruh perjalanan masih sesuai dengan jadwal yang tertera pada tiket,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Joni menambahkan, pada bulan Ramadhan KAI mempersilakan pelanggan yang ingin sahur dan berbuka selama dalam perjalanan KA Jarak Jauh. Sedangkan untuk KA jarak dekat yang perjalanannya kurang dari 2 jam, makan dan minum diperbolehkan khusus pada waktu berbuka puasa hingga satu jam setelahnya.

Bagi pelanggan yang ingin membeli makanan dan minuman di atas KA Jarak Jauh, layanan tersebut bisa didapatkan di Kereta Makan maupun melalui pramugari yang bertugas. Untuk memberikan kemudahan, pelanggan dapat memesan lebih awal makanan dan minumannya melalui aplikasi KAI Access pada menu Lokomart. Pemesanan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0811 1061 2121.

Sejak 6 April 2021 pula, pelanggan KA Jarak Jauh akan mendapatkan Healthy Kit yang berisi 1 buah masker KF94 dan tisu antiseptik. Penyediaan ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan agar para pelanggan tetap merasa aman dan nyaman saat menggunakan KA Jarak Jauh.

Untuk memenuhi persyaratan naik KA Jarak Jauh pula, KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30.000 di 44 stasiun serta Rapid Test Antigen seharga Rp85.000 di 42 stasiun.

“Perjalanan Kereta Api saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 12 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 27 Tahun 2021,” ujar Joni.

Sampai dengan saat ini, KAI baru melayani penjualan tiket KA Jarak Jauh hingga keberangkatan 30 April 2021. Untuk keberangkatan bulan Mei, KAI masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait detail pengaturan moda transportasi kereta api.

Joni menegaskan, KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengaturan moda transportasi pada masa mudik. KAI berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Tak lupa kami atas nama manajemen dan seluruh pegawai KAI mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan kepada seluruh pelanggan dan masyarakat,” tutup Joni. []

Continue Reading

Transportasi

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditarget Rampung Tahun Depan

Alfian Setya Saputra

Published

on

Proyek Kereta Cepat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap oleh empat BUMN ditargetkan dapat rampung pada tahun depan.

Sejauh ini progres pembangunan proyek Kereta Cepat ini baru mencapai 70 persen dan diharapkan bisa digarap sesuai target.

Dengan selesainya pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pemerintah akan melanjutkan pembangunan tahap II, yakni sampai ke Bandara Kertajati.

Untuk mengecek kondisi terkini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi proyek ini bersama Menteri Perhubungan Budi Karya, Senin (12/4/2021).

Turut hadir Wakil Menteri II Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga hadir.

Jajaran dari kementerian menijau Depo Kereta Cepat Tegalluar, Rancaekek, melihat rel kereta cepat yang diangkut dari Stasiun Pelabuhan Cilacap hingga proses pengelasan lintasan rel.

Dirut KCIC Dwiyana Selamet Riyadi mengatakan, peninjauan yang turut dihadiri oleh Duta Besar China untuk Indonesia ini untuk mengecek progres pengerjaan konstruksi.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan operasi dan komersial, termasuk maintanace pada proyek Kereta Cepat tersebut.

Sementara Luhut meminta agar proyek kereta cepat dapat rampung ditahun depan.

“Untuk mencapai target ini, kami akan melakukan evaluasi dan pengecekan secara rutin 3 bulan sekali. Agar pengerjaannya bisa selesai tepat waktu,” kata mantan Dan Sat 81 Gultor Kopassus ini.

Jalur Proyek Kereta Cepat Terkoneksi Bandara

Pada kegiatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyatakan proyek Kereta Cepat akan selesai tahun depan.

Ia menjelaskan, setelah pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung selesai, jalurnya akan dibangun hingga ke Bandara Kertajati.

“Saat ini pengerjaannya sekitar 70 persen. Semoga proyek ini selesai sesuai jadwal dan lanjut pembangunan tahap dua,” kata mantaran Walikota Bandung ini.

Sayangnya pengerjaan mega proyek ini disebut telah membuat keuangan kontraktor yakni PT Kereta Cepat Indo-China menipis.

Pasalnya biaya pembangunannya disebut membengkak hingga Rp88 triliun dan akan membebani empat BUMN di dalamnya, yakni PT KAI, PT WIKA, PTPN VIII dan PT Jasa Marga.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan perusahaan sudah mengantisipasi akan adanya biaya tak terduga yang muncul.

Ia juga tidak menampik adanya pembengkakan anggaran pembangunan, namun tak menyebutkan berapa besar pembengkakan pada proyek kereta cepat tersebut.

“Biaya tidak terduga ini biasanya muncul dalam pembebasan lahan dan pemindahan berbagai fasilitas sosial dan fasilitas umum yang dilintasi jalur kereta. Tapi itu baru dapat diketahui secara rinci berapa biaya yang timbul, setelah pengerjaan dilakukan,” kata dia.

Diketahui, feasibility study pembangunan proyek ini dimulai sejak tahun 2015 lalu, dan dipastikan banyak perubahan yang terjadi di lapangan.

Namun ia pihaknya telah menempuh berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut dan fokus pada proses pembangunan.

“Seperti pandemi covid-19 yang mulai merebak sejak awal tahun 2020 juga jelas berdampak pada berbagai sektor industri. Hal ini juga menerpa proyek kereta cepat yang kami kerjakan,” tandasnya. []

Continue Reading

Transportasi

Perjanjian Pinjaman Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Diperpanjang

CHRIESTIAN

Published

on

Perjanjian pinjaman

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perjanjian pinjaman antara PT Garuda Indonesia dengan PT Bank Mandiri resmi diperpanjang.

Kedua perusahaan plat merah ini menyepakati beberapa poin dalam perjanjian pinjaman tersebut, di antaranya pemberian pinjaman dan addendum perjanjian treasury line.

Atas perjanjian pinjaman tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perpanjangan jangka waktu perjanjian pinjaman yang sebelumnya sudah berjalan.

Semula perjanjian itu berlaku sejak 16 Desember 2020 sampai dengan 31 Maret 2021, kini diperpanjang hingga 31 Desember 2021 mendatang.

Adapun fasilitas yang disediakan dari pihak Bank Mandiri berupa fasilitas Non Cash Loan-Customized IGF dan fasilitas Treasury Line yang telah berjalan sejak tahun 2016 lalu.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia Prasetio menjelaskan, penandatanganan perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri ini telah dilakukan pada 30 Maret lalu.

Menurutnya, selain perubahan jangka waktu perjanjian, jumlah fasilitas Treasury Line juga diubah, dari yang sebelumnya 300 juta dolar AS menjadi 150 juta dolar AS.

Sementara untuk fasilitas Non Cash Loan Customized IGF dalam perjanjian yang baru ini, jumlah fasilitas tetap sama yaitu Rp2,4 triliun.

“Meski ada beberapa poin yang diubah, namun ketentuan persyaratan lainnya, termasuk mengenai bunga dan jaminan tidak berubah,” ujar Prasetio dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (4/4/2021).

Prasetio menjelaskan, dasar pertimbangan Garuda Indonesia melakukan perubahan perjanjian pinjaman ini adalah untuk memperpanjang jangka waktu sampai akhir tahun ini.

Selanjutnya fasilitas pinjaman yang didapat dari Bank Mandiri akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan.

“Dana ini tidak terbatas pada pembelian bahan bakar yang merupakan penunjang kegiatan utama. Tetapi untuk berbagai kebutuhan pada operasional perseroan,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu kebutuhan penting Garuda Indonesia yaitu pelaksanaan transaksi lindung nilai untuk mitigasi risiko yang berasal dari pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.

Untuk itu pihaknya melakukan transaksi material ini yang sudah sesuai dengan POJK 17/2020 yang wajib diumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Namun perjanjian pinjaman ini tidak diwajibkan menggunakan penilai karena merupakan transaksi pinjaman yang diterima langsung dari perbankan.

Sementara jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia menyatakan bahwa perjanjian pinjaman ini adalah Transaksi Afiliasi antara dengan Bank Mandiri yang tidak terbentur dengan berbagai kepentingan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!