Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Catat! Kementerian BUMN Bakal Cicil Dana Nasabah Jiwasraya

CHRIESTIAN

Published

on

nasabah Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana nasabah Jiwasraya bakal dikembalikan oleh Kementerian BUMN dengan cara dicicil. Hal ini ditegaskan Staff khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

“Dana gagal bayar nasabah Jiwasraya bakal dicicil mulai awal Maret 2020 mendatang,” ujarnya.

Menurutnya Menteri BUMN Erick Thohir, telah menyampaikan bahwa untuk pembayaran bertahap ini diperkirakan mencapai Rp2 triliun untuk beberapa nasabah prioritas terlebih dahulu.

“Ada nasabah Jiwasraya prioritas yang didalam daftarnya sangat membutuhkan dananya,” pungkas Arya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dana tersebut diperoleh dari investasi yang akan masuk ke holding asuransi BUMN yang saat ini akan dibentuk.

“Dana yang masuk mencapai sampai Maret ini sekitar Rp3 triliun. kemudian masuk di kuartal II menjadi Rp5 triliun. Awal Maret depan diharapakan sudah bisa mulai dibagi-bagi,” ujarnya.

Saat ini Kementerian BUMN, jelas Arya, tengah mengejar pembentukan holding BUMN di sektor asuransi. Prosesnya saat ini masih menggarap Peraturan Pemerintah untuk mengubah status perusahan asuransi Jamkrindo menjadi perusahaan terbuka (PT) dari yang sebelumnya berstatus Perusahaan Umum atau Perum.

“Ini dilakukan harus agar Jamkrindo bisa masuk ke dalam holding asuransi. Setelah itu, kementerian akan menggarap PP untuk membuat holding asuransi BUMN,” parap Arya.

Kemudian, Arya memaparkan pihaknya membentuk anak perusahaan untuk menampung dana investasi yang akan digunakan untuk membayar dana nasabah Jiwasraya. Dia menjelaskan urusan landasan hukum bakal selesai di bulan Februari.

“Selanjutnya, kami bikin anak perusahaan, kami harapkan anaknya ini bisa dapat investasi dari luar. Kami bidik kuartal pertama bisa masuk langsung berjalan, urusan surat-surat kertas (landasan hukum) bisa beres bulan 2,” tutup Arya. []

Asuransi

Industri Kendaraan Bermotor Terdampak Corona, Jasindo Makin Selektif

CHRIESTIAN

Published

on

Industri kendaraan bermotor

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Industri kendaraan bermotor tengah lesu imbas dihantam virus corona yang penyebarannya kian menakutkan. Hal tersebut tentunya berdampak domino terhadap semua sektor yang berkaitan dengan industri tersebut tidak terkecuali sektor asuransi.

Salah satunya dialami oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo. Perusahaan pelat merah ini mengaku tertekannya industri kendaraan bermotor akan sangat berpengaruh terhadap perolehan premi asuransi.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Diwe Novara lini bisnis tersebut akan tertekan dan dipastikan perolehan premi akan anjlok.

Hal ini dipertegas dengan prediksi industri multifinance dan leasing yang memperkirakan penjualan kendaraan bermotor akan mengalami penurunan sebesar 30 persen.

Terlebih pada musim mudik hari raya tahun ini, industri kendaraan bermotor akan jauh mengalami penurunan penjualan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang langganan panen penjualan pada momentum tersebut.

“Industri kendaraan bermotor mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan. Untuk itu, kami akan melakukan lebih selektif dalam menggarap sektor ini. selain itu juga menjaga lebih efisien agar bisnis dari sektor ini masing bisa menguntungkan,” jelas Diwe.

Sebagai informasi bahwa perolehan premi kendaraan Jasindo per Februari 2020 mengalami penurunan sebesar 12 persen atau menjadi sebesar Rp65 miliar dibandingkan perolehan premi pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp74,9 miliar.

“Premi kendaraan bermotor pada tahun lalu memiliki kontribusi 11 persen dari total perolehan premi perusahaan yang sebesar Rp589,2 miliar. Karena industri kendaraan bermotor pada tahun lalu juga mengalami pertumbuhan,” pungkas Diwe.

Diwe mengaku akan mendorong lini bisnis lain yang secara langsung tidak terdampak corona agar bisa lebih optimal salah satunya asuransi harta benda.

“Kami sangat optimis bisa megoptimalkan sektor bisnis yang belum digarap secara maksimal seperti asuransi kesehatan,” tutup Diwe. []

Continue Reading

Asuransi

Klaim Nasabah Jiwasraya Mulai Dibayar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Klaim nasabah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Klaim nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai dibayarkan, yaitu untuk 15 ribu nasabah tradisional dengan total nominal Rp 470 miliar. Dengan pembayaran tahap pertama itu Pemerintah menepati janjinya untuk membayarkan klaim nasabah Jiwasraya pada bulan Maret.

Pembayaran tahap awal ini merupakan bukti komitmen perseroan dan pemegang saham, yakni Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko mengatakan, dana yang dimiliki masih terbatas. Maka untuk pembayaran tahap pertama di bulan Maret diutamakan untuk sebagian polis tradisional yang telah diverifikasi, baik itu jumlah nominal klaim maupun lamanya penundaan bayar.

“Untuk pembayaran polis tradisional yang lain dan pemegang polis saving plan akan kita lakukan setelah memperoleh ketetapan. Seperti tahapan, besaran, jadwal, dan jangka waktu pembayarannya,” jelas Hexana Tri Sasongko dalam konferensi pers digital di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Menurutnya, hal tersebut sedang dalam pembahasan bersama antara manajemen Jiwasraya dengan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan regulator. Untuk itu ia berharap para pemegang polis untuk tetap bersabar.

Selanjutnya, pembayaran tahap awal dilakukan untuk nasabah dengan jumlah klaim yang kecil. Dana yang didapat Jiwasraya untuk membayar klaim berasal dari likuidasi aset-aset finansial Jiwasraya, seperti obligasi.

“Perseroan tengah menyusun berbagai langkah untuk membayar klaim nasabah pemegang polis tradisional lainnya serta pemegang polis saving plan. Kita sedang finalisasi skemanya seperti apa. Jadi akan dibayar sesuai dengan skema penyelesaian yang diputuskan,” ujar dia.

Hexana menambahkan pihak Jiwasraya bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN telah membentuk tim gabungan untuk melakukan program penyelamatan dan penyehatan perseroan. Selain itu, Jiwasraya juga melakukan sejumlah aksi korporasi sebagai upaya menyehatkan keuangan perseroan.

Jiwasraya bakal melepas aset-aset perusahaan, salah satunya Cilandak Town Square (Citos). Untuk Citos, kata Hexana, Jiwasraya telah menerima uang muka senilai Rp 1,4 triliun sejak 2018. Selain penjualan aset, perseroan terus mematangkan proses penjualan saham anak usaha, PT Jiwasraya Putra, kepada mitra strategis.

Salah satu nasabah polis tradisional Jiwasraya, Darsono, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang menunaikan komitmennya untuk membayarkan klaim mulai Maret. Apalagi, energi para menteri sedang terkuras untuk menghadapi pandemi Covid-19. Ia pun berharap pemerintah bersama Jiwasraya terus mematangkan skenario dalam menyelesaikan semua tunggakan kepada nasabah.

“Saya mengapresiasi komitmen pemerintah dengan dicairkan asuransi saya. Harapan saya, pemerintah dan manajemen Jiwasraya mampu memenuhi polis nasabah,” katanya. []

Continue Reading

Asuransi

Asuransi Perlindungan Mutlak Bagi Tenaga Medis Covid-19

EKO PRASETYO

Published

on

Asuransi Perlindungan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Asuransi Perlindungan yang diberikan pemerintah kepada tenaga medis khususnya yang menangani pasien Covid-19 adalah hal yang mutlak. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengaku sangat concern terhadap hal tersebut serta berbagai upaya strategis pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

Bersama Bank Mandiri melalui anak usahanya yaitu AXA Mandiri Financial Services, bos Mahaka Grup ini mendorong agar bank pelat merah tersebut menyiapkan asuransi perlindungan dengan total uang pertanggungan hingga Rp1 triliun bagi tenaga medis.

Proses pemberian polis nantinya dilakukan tim Bank Mandiri di tiap wilayah dimana rumah sakit berada. Untuk pelaksanaannya akan disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan di daerah tersebut, datanya akan diverifikasi bersama antara pihak rumah sakit dan tim Bank Mandiri.

Penyerahan asuransi perlindungan ini dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar secara simbolis kepada Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Dr. Daeng M Faqih di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani.

Adapun, asuransi perlindungan bagi tenaga medis pasien Corona ini adalah Asuransi Mandiri Corporate Life Plan masa berlaku hingga 31 Maret 2021. Proses klaim dilakukan nasabah dengan langsung menghubungi AXA Mandiri di Customer Care 150083. Untuk lebih detil terkait asuransi ini dapat dilihat di www.axa-mandiri.co.id.

“Penyerahan asuransi perlindungan ini adalah salah satu dukungan BUMN kepada para tenaga medis di Indonesia yang sedang berjuang menyembuhkan masyarakat yang terkena virus Covid-19,” ujar Erick Thohir dalam acara tersebut.

Asuransi Perlindungan dan Kebutuhan Lainnya

Kementerian Kesehatan mencatat per 31 Maret 2020 ada sebanyak 1.528 kasus positif Corona di Indonesia. 81 pasien telah dinyatakan sembuh dan 1.311 pasien masih menjalani perawatan. Menurut Erick, untuk menghadapi pandemi ini, perlu gotong royong dari semua pihak.

“Asuransi perlindungan ini hanya salah satu bantuan BUMN kepada tenaga medis. Selain asuransi perlindungan, kami juga berusaha membantu menyiapkan kebutuhan-kebutuhan lain lainnya yang diperlukan,” ujar Erick.

Hal senada disampaikan Dirut Bank Mandiri, Royke Tumilaar. Menurutnya asuransi perlindungan tersebut sebagai apresiasi perusahaan kepada para tenaga kesehatan yang berjuang menangani masyarakat yang terjangkit Covid-19. Ia pun berharap asuransi ini dapat menjadi penyemangat para tenaga kesehatan. Termasuk para dokter dan perawat pasien corona di seluruh rumah sakit.

Royke menambahkan, asuransi perlindungan ini juga menjadi bukti komitmen Bank Mandiri dalam mendukung upaya memerangi wabah pandemi corona.

Sebelumnya Bank Mandiri juga telah menyerahkan 20 unit booth disinfektan chamber kepada 17 RS di Jawa Timur, termasuk 12 RS Rujukan pada 21 Maret 2020. Juga dilakukan menyerahkan satu unit kendaraan jenazah untuk membantu penanganan pasien corona di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran pada 25 Maret 2020 serta menyiapkan 6.000 Alat Pelindung Diri (APD) yang disalurkan ke sejumlah rumah sakit rujukan.

Adapun untuk langkah pencegahan, juga telah dilakukan pembagian 25.000 lebih masker kepada warga di Kota Depok, termasuk pengguna Stasiun Depok, Citayam, mahasiswa Universitas Indonesia, warga Pasar Jatinegara, Pasar Minggu dan Pasar Jembatan Lima dan pengguna Stasiun Senen. Tak hanya di Indonesia, di Hongkong Bank Mandiri juga membagikan 30.000 masker bersama pekerja migran Indonesia pada WNI di Hongkong pada bulan Februari lalu. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM