Bus Transjakarta Solusi Ibu Kota

oleh
Transjakarta

 

Oleh: Alfian Setya Saputra 

Transjakarta adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang baru beroperasi pada tahun 2004 yang lalu di Jakarta, Indonesia. Transjakarta dirancang khusus sebagai moda transportasi massal yang mendukung aktivitas dan memenuhi kebutuhan di Ibu Kota. Transjakarta merupakan sistem BRT yang memiliki jalur sepanjang (230,9 km) ini merupakan lintasan terpanjang di dunia, serta memiliki 243 halte, yang pada awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam di sebagian koridornya.

Transjakarta dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta. Tenaga kerja yang terlibat dalam operasional Transjakarta (Petugas bus, pramudi, petugas halte, dan petugas kebersihan) jumlah keseluruhan sekitar 6.000 karyawan. Jumlah per hari pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 360.000 orang.

Baca Juga: Perum PPD Hadirkan Bus Khusus Wanita Pertama Berbasis Aplikasi

PT Transjakarta menyatakan jumlah pengguna layanan Transjakarta terus mengalami peningkatan setiap tahunya secara signifikan. Terhitung sejak 2015 hingga 2017. Menurut Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono,” jumlah pengguna Bus Transjakarta pada tahun 2015 terhitung sebanyak 102,8 juta orang. Pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 20 persen menjadi 123,7 juta orang. Pada tahun 2017 kembali meningkat sebanyak 50 persen menjadi 144,86 juta orang. Kemudian, pada tahun 2018 mencapai 189,77 juta orang, angka tersebut naik 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya .

Pada 2019, Transjakarta menargetkan jumlah penumpang terus meningkat hingga mencapai 231 juta orang yang dilayani dalam 236 rute. Tahun ini adalah momen untuk mewujudkan transportasi Jakarta yang terintegrasi dengan seluruh moda transportasi seperti pembangunan fasilitas interkoneksi antara halte Transjakarta dan stasiun MRT Jakarta yang diawali dari halte Bundaran Hotel Indonesia dan halte Tosari,” ujar Agung.

Humas Perum PPD, Desi Puspitasari menjelaskan ”Efisiensi dari transportasi umum jelas bisa mengurangi kemacetan karena pengurangan kendaraan pribadi sangat berpengaruh untuk menanggulangi kemacetan di Ibu Kota kita ini khususnya. Akan tetapi ini tergantung dari komitmen pengendara pribadi, apakah akan terus berkomitmen untuk mnggunakan transportasi umum atau tidak.”

Pernyataan tersebut membuktikan sebenarnya pemerintah sudah melakukan kampanye dengan jargon perhubungan dengan #AyoNaikBus agar para pengguna kendaraan pribadi bisa antusias untuk mencoba angkutan umum yang sudah di siapkan dengan fasilitas memadai yang sudah sesuai dengan standar nasional.

Baca Juga: PPD Resmi Operasikan Rute BSD Ke Bandara Soetta

Salah satu pengguna Transjakarta mengatakan bahwa fasilitas sudah sangat memadai dan para pengguna Transjakarta sebagai kendaraan utama untuk berpergian ke wilayah sekitar Jakarta. Namun, ada pengguna setia Transjakarta menyarankan untuk menambahkan armada di sekitar Jakarta Barat.

Yuk buktikan jika kamu bisa menjadi panutan warga Jakarta yang baik dan mendukung seluruh program pemerintah untuk mengurangi kemacetan. Apakah kamu sudah bisa menjadi figur untuk perubahan di Jakarta?
Menuju Jakarta Lancar, Jakarta Hebat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *