Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

BUMN Sejahterakan Petani Melalui Wirausaha dan Digitalisasi Pertanian!

MediaBUMN

Published

on

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bertekad meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui program digitalisasi dan kewirausahaan pertanian. Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro saat melakukan media briefing di Kantor Kementerian BUMN (09/7).

Saat ini program tersebut, sebut Wahyu telah diimplementasikan di 9 Kabupaten di wilayah Jawa Barat, yaitu Cianjur, Garut, Karawang, Purwakarta, Indramayu, Majalengka, Ciamis, Tasikmalaya dan Sumedang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa melalui program kewirausahaan dan digitalisasi pertanian tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi para petani, dari hanya sebagai penggarap lahan yang tidak memiliki akses pasar dan kendali pada harga produksi, menjadi pemilik bersama atas entitas bisnis dengan model bisnis yang memberikan keuntungan maksimal bagi para petani.

“Sejauh ini, tahap-tahap awal yang menjadi kunci program Kewirausahaan Pertanian telah diwujudkan dalam bentuk piloting berupa entitas-entitas bisnis PT Mitra BUMDES Bersama (MBB) berbasis kerjasama komunitas di sebelas kecamatan dalam sembilan kabupaten,” kata Wahyu Kuncoro.

Pada awal Juni 2018 lalu, program ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tercatat, lebih dari 7 ribu petani di Sliyeg telah dilibatkan dalam program ini. Untuk memungkinkan penyerapan beras petani dengan harga yang baik, MBB Sliyeg telah membangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Sliyeg di desa Majasari lengkap dengan mesin pengering berkapasitas 30 ton per siklus, mesin penggiling berkapasitas 3 ton gabah per jam dan mesin pengemasan berkapasitas 4 ton beras per jam.

Salah satu arahan Presiden kala meresmikan program tersebut adalah, kewirausahaan Pertanian harus memiliki skala yang besar untuk memastikan efektivitas dan nilai tambah bagi petani. Sehingga Petani dapat merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Presiden pun akan terus memantau program ini selama enam bulan. Apabila berhasil, program ini akan diangkat menjadi program nasional.

Program Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian ini didukung oleh sinergi sejumlah BUMN, diantaranya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, Perum Bulog, RNI, Askrindo, Jasindo, Pertani, Sang Hyang Seri, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Mitra BUMDes Bersama (MBB). []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agrobisnis & Pangan

BUMN Pangan Akan Digabung, Erick Thohir: “Untuk Kurangi Impor”

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN Pangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Pangan rencananya akan dilakukan penggabungan atau demerger oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. BUMN pangan yang dimaksud yaitu Perum Bulog, PTPN, dan PT RNI.

Erick Thohir mengatakan rencana ini masih terus dipersiapkan. Dengan penggabungan Badan Urusan Logistik (Bulog), Perkebunan Nusantara (PTPN), dan Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dalam klaster pangan, diharapkan mampu mendorong terbentuknya rantai industri pangan yang terkonsolidasi di Kementerian BUMN.

Penggabungan ini, sambung Erick juga untuk menekan impor pangan hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia.

“BUMN sedang menyiapkan peta jalan untuk penggabungan industri pangan di BUMN. Impor juga menjadi masalah krusial di industri pangan nasional, sebab kita masih bergantung pada asing. Untuk memastikan ketahanan pangan di Indonesia maka hal ini perlu kita reformasi,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2020).

Menurut Erick, luas lahan yang dikelola oleh BUMN seharusnya mampu dioptimalkan untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri. Misalnya untuk lahan produksi gula, seluas 140.000 hektare lahan milik rakyat dikelola BUMN. Selain itu BUMN juga memiliki 130.000 Hektare tanah di bawah PTPN.

“Luas lahan pertanian itu seharusnya dapat untuk menyeimbangkan kebutuhan 3,5 juta ton gula di Indonesia, yang mana 36 persen di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800 ribu hingga 900 ribu ton dari impor,” jelas dia

Maka dengan penggabungan klaster BUMN pangan ini, Erick optimis dapat mengurangi pasokan pangan impor. Sehingga ini bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Diketahui Erick Thohir melakukan sidak ke Komplek Pergudangan Bulog di Gedebage, Bandung didampingi Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh. Sidak ini untuk memeriksa ketersediaan gula dan beras di Jawa Barat untuk mengantisipasi kebutuhan pangan jelang Lebaran.

Dari hasil sidak, Tri Wahyudi Saleh menyampaikan stok gula dan beras di Jawa Barat masih aman. Menurutnya stok beras di gudang tersebut mencapai 227.997 ton, dan gula 1.853 ton. Ia pun mengklarifikasi mengenai penyebab tingginya harga gula di pasar beberapa waktu terakhir.

“Hasil sidak kami pastikan stok beras dan gula aman dapat memenuhi kebutuhan Idul Fitri. Jadi tingginya harga gula di pasar bukan karena distribusi yang tidak lancar, tapi karena terlambatnya kedatangan impor gula,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

ATM Beras Sikomandan Salurkan 750 Ton Beras

Alfian Setya Saputra

Published

on

ATM Beras

MEDIABUMN.COM, Jakarta – ATM Beras Sikomandan menjadi satu sarana bagi PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat terdampak Covid-19. Program ATM Beras Sikomandan ini diprakarsai Kementerian Pertanian, dan distribusinya didukung TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok beras.

Pupuk Indonesia Grup akan menyalurkan 750 ton bantuan beras premium melalui ATM Beras Sikomandan yang ada di 10 Komando Distrik Militer (Kodim) TNI AD hingga dua bulan kedepan, Ke-10 unit Kodim ini yaitu Kodim 0502 Jakarta Utara, Kodim 0505 Jakarta Timur, Kodim 0501 Jakarta Pusat, Kodim 0503 Jakarta Barat, Kodim 0504 Jakarta Selatan, Kodim 0507 Bekasi, Kodim 0506 Tangerang, Kodim 0606 Kota Bogor, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, dan Kodim 0508 Depok.

Wijaya Laksana selaku Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan, program ATM Beras Sikomandan untuk sementara memang baru difokuskan di wilayah Jabodetabek, dengan melibatkan 10 Kodim. Pemilihan wilayah jabodetabek oleh Kementerian Pertanian, karena zona merah pusat episentrum penyebaran virus corona.

“Hasil kerja sama antara TNI AD, Pupuk Indonesia Grup dan Kementerian Pertanian ini untuk memudahkan penyaluran bantuan beras bagi masyarakat, dan meredam keniakan harga pangan,” kata Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2020).

Melalui program ini, setiap harinya anggota Kodim akan menyalurkan bantuan beras kepada 1.000 warga yang telah terdata sebagai penerima, dan per orang berhak mendapatkan 1,5 Kg beras.

Pupuk Indonesia menargetkan bantuan beras ini bisa tersalur sebanyak 500.000 kantong yang masing-masing berisi 1,5 Kg.

Wijaya memastikan beras yang disalurkan melalui ATM ini adalah beras premium dengan kualitas baik dan layak dikonsumsi.

Karena beras ini diproduksi sendiri oleh anak perusahaan Pupuk Indonesia yakni PT Pupuk Indonesia Pangan yang menjamin kualitas untuk ATM beras ini juga sesuai dengan amanat Kementerian Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Untuk diketahui, mesin ATM Beras Sikomandan dirancang dan diproduksi oleh Balai Besar Mekanisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI. Kriteria masyarakat penerima bantuan beras ini ditentukan oleh Kementan, kemudian akan didata oleh Kodim dan mengkonfirmasi ke pihak kelurahan dan kecamatan setempat. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Pupuk Bersubsidi Disalurkan 500 Ribu Ton ke 10 Provinsi

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pupuk bersubsidi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pupuk bersubsidi hasil produk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) telah disalur ke 10 provinsi. Total pupuk urea bersubsidi yand didistribusikan ini sebanyak 518.647,75 ton dan pupuk NPK 56.655,15 ton hingga 11 Mei 2020. Pendistribusian pupuk bersubsidi ini merupakan bagian dari penugasan negara kepada PT Pusri untuk mendukung ketahanan pangan nasional di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

Manager Humas PT Pusri Soerjo Hartono mengatakan, Pusri tetap menjalankan komitmen dalam menyalurkan pupuk sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

“PT Pusri diminta turut menjaga ketersediaan stok dan bahan pokok di tengah pandemic. Jadi pupuk bersubsidi lebih dari 500 ton ini kita distribusi ke petani yang tersebar di 10 provinsi,” ujarnya di Palembang, Rabu (13/5).

10 provinsi yang menjadi wilayah tanggung jawab penyaluran pupuk subsidi Pusri yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu Lampung, Jawa Tengah (kecuali Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal dan Pemalang), Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Sedangkan pupuk NPK bersubsidi didistribusikan di Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi.

“Dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini, kami tetap berpegang teguh pada Prinsip 7 Tepat. Yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, dan tepat mutu. Prinsip ini kami berlakukan di semua tingkatan jalur distribusi sampai ke tingkat petani,” kata Hartono.

Walaupun saat ini Palembang Sumsel sedang mempersiapkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun perusahaan pelat merah ini tetap menjamin keadaan tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja pendistribusian pupuk ke petani.

Bahkan jumlah stok pupuk di PT Pusri saat ini terbilang melimpah. Stok urea bersubsidi mencapai angka 227.776,11 ton atau 579 persen dari ketentuan pemerintah. Sedangkan, pupuk NPK bersubsidi mencapai 10.849,60 ton atau 367 persen dari ketentuan.

Penyediaan stok ini, juga merupakan bentuk antisipasi terhadap pemberlakuan aturan PSBB di wilayah yang menjadi tanggungjawab penyaluran pupuk bersubsidi PT Pusri Palembang agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di lapangan.

“Jumlah stok yang melimpah ini bisa dijadikan indikator kesiapan Pusri dalam memenuhi dan menjamin kebutuhan petani jelang musim tanam kedua, yang berlangsung pada Bulan Mei hingga Juni mendatang,” jelas Hartono.

“Karena itu, kami minta petani tidak perlu khawatir akan mengalami kekurangan stok pupuk dalam situasi seperti saat ini. Karena stok pupuk PT Pusri masih cukup hingga tiga bulan ke depan,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM