Menteri Rini: “Tahun 2017, 13 BUMN Masih Merugi”

by

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memprediksi sejumlah BUMN yang merugi sepanjang tahun 2017. Dalam sebuah kegiatan Menteri BUMN Rini Soemarno mengumpulkan sejumlah CEO BUMN untuk mencri jalan keluar atas keterpurukan perusahaan plat merah tersebut.

“Sampai dengan akhir tahun 2017, tercatat beberapa BUMN yang masih mengalami kerugian, antara lain, Krakatau Steel, Garuda Indonesia, PTDI, PT Kertas Leces, dsb,” ujarnya

Menurut Rini, ada beberapa hal yang diperdalami ketika dirinya memutar otak bersama sejumlah punggawa BUMN, salah satunya yaitu mengenai bagaimana menghadapi situasi perusahaan yang merugi?

“Ada yang rugi sejak puluhan tahun, ada yang rugi memang karena operasionalnya buruk,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa total kerugian BUMN mencapai Rp13 Triliun pada tahun 2013. Kemudian kerugian tersebut turun menjadi Rp5 Triliun pada 2016 dan diproyeksikan menjadi Rp4 Triliun pada tahun 2017.

Garuda Indonesia dan Krakatau Steel yang mengalami banyak kerugian. Kerugiannya masing-masing di atas Rp 1 triliun,” terangnya.

Ia menuturkan bahwa Garuda Indonesia merugi lantaran dihadapkan oleh sejumlah persaingan bisnis. Oleh karena itu ia meminta kepada manajemen Garuda Indonesia agar melakukan efisiensi.

Sementara itu, terkait kerugian Krakatau Steel menurutnya karena disebabkan adanya dumping baja dari Tiongkok.

“Tahun ini jumlah BUMN yang merugi mungkin ada 12 atau 13 perusahaan. Pokoknya 2018 sudah tidak ada lagi BUMN yang rugi,” tutup Rini. []ct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *