BUMN ini Lakukan Pembangunan PLTBg Di Kawasan Ekonomi Khusus

oleh
Pembangunan PLTBg

Pembangunan PLTBg atau Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang didorong oleh dua perusahaan nasional, PT PPI dan PTPN III sedang dalam tahap realisasi. Saat ini, PLTBg yang direncanakan berkapasitas 2.4 MW segera menyelesaikan tahap kontruksi yang sudah dimulai sejak Desember tahun 2018.

Hal ini sesuai dengan misi PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) untuk mebangun pembangkit energi baru dan terbarukan. Dimana pembangkit listrik tersebut memanfaatkan limbah pabrik cair kelapa sawit.

Saat ini pembangunan PLTBg di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sedang memasuki tahap akhir sipilnya dan dalam tahap instalasi komponen utama. PT PPI dan PTPN III berharap semuanya sudah terealisasi dan melakukan operasi pada November 2019.

Tentu saja, PLTBG sudah melakukan engine test atau Factory Acceptance Test (FAT). Test tersebut dilaksanakan atas kompoen utama pembangunan PTLBg, yaitu dua unit gas engine. Sementara sebagai pelaksana test adalah Siemens Gas Engine Factory Zumaina, Spanyol yang disaksikan langsung oleh dua perusahaan yang bekerja sama, PPI dan PTPN III.

Tahap selanjutnya pembangunan PLTBg setelah engine test adalah gas engine ditargetkan on site pada bulan Spetember 2019.

Kerjasama Pembangunan PLTBg

Selain pembangunan PLTBg, PPI dan PTPN III juga berencana akan membangun PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya di wilayah yang sama, KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Hal tersebut dikemukakan oleh President Direktur PPI Ginanjar. Kerjasama yang menurut Ginanjar akan mampu mewujudkan konsep Green Economic Zone di KEI Sei Mangkei. Kawasan yang nantinya dapat menjadi rujukan pembembangan kawasan ekonomi lain yang mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Dalam keterangan resminya hari Minggu lalu, Ginanjar juga menjelaskan bahwa kerja sama dua perusahaan yang salah satunya adalah BUMN, yaitu PTPN III, adalah partnership yang ideal. Kerja sama lintas lindustri dengan basis business to business.

Selain mendorong pengembagan energi baru dan terbarukan, kerja sama pembangunan PLTBg dan PLTS diharapkan juga mendorong perusahaan nasional tidak lagi bergantung pada perusahaan asing. Leverage skema pendanaan proyek dari instusi keuangan nasional membuat proyek tidak tergantung pada pendanaan asing. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *