BUMN Bakal Diawasi Ketat Oleh KPK

by
BUMN

BUMN bakal diawasi secara ketat oleh KPK dengan tangan terbuka, apalagi beberapa waktu belakangan ini telah terjadi banyak kasus korupsi. Rini Soemarno menuturkan adanya pembahasan supaya KPK dilibatkan dalam mengawasi aktif kementerian yang dipimpinnya.

“Misi utamanya yaitu agar menjaga orang-orang baik di dalam BUMN supaya tetap hebat dan berintegritas. Sehingga nantinya secara keseluruhan bakal membangun daya saing perusahaan,” ujar Saut Situmorang selaku Wakil Ketua KPK.

BUMN Terus Diawasi KPK

Saut sedikit menerangkan bagaimana cara KPK dalam melakukan pengawasan tersebut pada BUMN. Ide konsep pengawasan itu diadopsi dari Integrity Officer atau IO dari badan anti-korupsi di beberapa negara yang telah menerapkannya.

Nantinya, IO ini akan tetap menjadi pegawai KPK dan digaji oleh KPK untuk membuat laporan mengenai banyak hal. Khususnya tentang profit atau profesional dan berintegritasnya di dalam perusahaan negara tersebut.

Konsep pengawasan tersebut diharapkan dapat membuat BUMN mempunyai daya saing yang ahli dengan standar internasional. Sementara para petugas IO ini juga berada dalam pengawasan KPK.

Saut menjelaskan, IO staf KPK di dalam BUMN akan terus dievaluasi oleh pengawas internal KPK sendiri. Bagaimana performa mereka dalam mengatasi potensi conflict of interest yang datang dari berbagai aspek.

Misalnya politik dan lain-lain sehingga KPK akan terus menghubungi petugas IO setiap saat. Apabila tidak ada performa dan tidak menciptakan nilai di dalam Badan Usaha Milik Negara.

Sebelumnya Menteri Rini Soemarno juga telah membenarkan adanya pengawasan langsung dari pihak KPK tersebut. Menurut Rini, rencana itu merupakan upaya pemerintah dalam mencegah banyaknya kasus-kasus korupsi yang menjerat BUMN.

“Hal itu sedang dalam pembicaraan. Jadi mereka (pihak KPK) mempunyai program untuk bagaimana (langkah) preventif, dan memang saya setuju,” kata Rini.

Rini juga menambahkan, sebab dengan demikian kita bisa semakin mengetahui apa yang boleh apa saja yang tidak boleh. Walau bagaimanapun, mungkin akan berbeda dengan yang dulu.

“Apabila dulu mungkin A masih tidak apa-apa, namun ternyata sekarang tidak bisa. Karena itu penerapan langkah preventif akan jauh lebih baik,” tutup Rini. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *