Connect with us
PERTAMINA

Infografik

Bulog Untung Karena Komersial, Rugi Karena Penugasan!

EKO PRASETYO

Published

on

Bulog

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bulog sebagai Badan Usaha Milik Negara di sektor logistik pangan terus mengalami pasang surut kinerja. Maklum sebagai perusahaan pelat merah, perusahaan musti mencari keuntungan di tengah penugasan sebagai stabilisator pangan yang dimandatkan pemerintah yang terbilang cukup berat.

Akhir tahun 2019 lalu menjadi catatan penting bagi perusahaan yang dinahkodai Budi Waseso sebagai Direktur Utama. Pasalnya di tengah kritikan tajam dampak munculnya mutu beras (pengadaan dalam negeri 2017-2018), Pria yang akrab di sapa Buwas tersebut musti menerima kenyataan dihantam isu soal utang perusahaan semakin menggunung.

Berdasarkan catatan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terdapat 41 BUMN yang mendapatykan penyertaan modal negara atau PMN, namun 7 diantaranya masih mengalami kerugian dimana salah satunya adalah Perum Bulog.

Menurut catatan Kemenkeu, pada tahun 2018 perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp797 miliar. Hal ini berbanding terbalik dengan pencapaian di tahun 2017 dan 2016, dimana perusahaan yang dibangun pada zaman orde baru tersebut berhasil mengantongi laba yang masing-masingnya sebesar Rp705 miliar dan Rp892 miliar.

RASIO UTANG BULOG

Menurut catatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) Bulog masih terbilang jauh dari kata memuaskan, yaitu hanya berada pada level 3,19 dari batas aman 3.

Selain itu berdasarkan indeks Altman (Z-Score) yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN), Bulog hanya memiliki score 0,93 artinya nilai tersebut berada di bawah batas aman, yaitu 1,3.

Seperti diketahui bahwa Indeks Z-Score menjadi parameter yang sering kali digunakan untuk menilai kinerja perusahaan yang mengacu terhadap laporan keuangan mereka.

Adapun pengukurannya dilakukan dengan melihat kerentanan perusahaan terhadap kemungkinan berbagai gejolak lewat penghitungan aset lancar, pajak serta pendapatan sebelum bunga, depresiasi sampai dengan amortisasi.

Indeks Z-Score bisa dijadikan patokan untuk memproyeksikan jatuhnya suatu perusahaan (bangkrut). Sehingga tidak mengherankan apabila banyak yang mempertanyakan eksistensi Bulog di tengah isu kebangkrutan.

Buwas pun pernah mengakui jika utang perusahaan ke pihak perbankan mencapai nilai Rp28 triliun per akhir tahun 2019.

“Jumlahnya masih sekitar segitu, kan hal ini sebelumnya juga sudah pernah saya sampaikan,” ujar Buwas ketika ditemui MEDIABUMN belum lama ini.

Namun Buwas menegaskan kondisi perusahaannya saat ini secara komersial mengalami keuntungan. Namun, lanjut Buwas, apabila bicara penugasan Bulog tentu mengalami kerugian.

“Kalau bicara komersial Bulog untung! Tapi kalau sudut pandang penugasan tentu Bulog rugi karena ada beban bunga yang harus ditanggung. Ketika menagih pembayaran ke pemerintah waktunya cukup lumayan,” papar pensiunan jenderal polisi bintang tiga tersebut. []

Infografik

PEMIMPIN IBU KOTA BARU! SIAPA KANDIDAT TERKUAT?

CHRIESTIAN

Published

on

Pemimpin Ibu Kota Baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kandidat Pemimpin Ibu Kota Baru telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara. Jokowi menyebut ada 4 calon pemimpin Ibu Kota yang direncanakan akan dikelola secara khusus oleh Badan Otoritas yang segera dibentuk.

Jokowi menyebut empat nama calon pemimpin Ibu Kota baru yaitu Bambang Brodjonegoro, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Abdullah Azwar Anas dan Tumiyana. Sosok tersebut di atas dinilai sebagai figur yang memiliki prestasi di bidangnya masing-masing.

BERIKUT PROFIL SINGKAT EMPAT CALON PEMIMPIN IBU KOTA BARU

1. BASUKI TJAHAJA PURNAMA

Pria yang dikenal dengan sebutan Ahok ini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) Sejak 22 November 2019. Meskipun baru seumur jagung menjadi komisaris di BUMN energi tersebut, namun pria yang lebih suka dipanggil BTP saat ini tersebut memiliki gebrakan dengan membuat transparansi di tubuh Pertamina.

Sebelumnya seperti diketahui Basuki Tjahaja Purnama pernah tercatat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta (2012), dan Gubernur DKI Jakarta (2014). Sebagai orang nomor satu di DKI prestasi BTP untuk Ibukota sangat mentereng sehingga tidak heran jika Presiden Jokowi menginginkannya untuk menjadi salah satu kandidat terkuat Pemimpin Ibu Kota Baru

BTP merupakan lulusan Uversitas Trisakti jurusan Teknik Geologi, berhasil meraih gelar Insinyur pada tahun 1989. Kemudian BTP melanjutkan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

2. ABDULLAH AZWAR ANAS

Abdullah Azwar Anas merupakan Bupati Banyuwangi yang juga menjadi kandidat Pemimpin Ibu Kota Baru. Pria kelahiran Banyuwangi pada 6 Agustus 1973 ini juga tidak kalah untuk urusan prestasi.

Karir politiknya dimulai di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2001-2005 dengan jabatan terakhir yaitu sebagai Wakil Sekjen. Setealh itu Azwar Anas berlabuh ke partai PDI Perjuangan.

Pendidikan tingkat SD ia tempuh di tiga sekolah yang berbeda, yakni MI Karangdoro, Tegal Sari (1980), MI An-Nuqoyyah, guluk-guluk, Sumenep, Madura (1982-1983) dan MI Kebunrejo Genteng, Banyuwangi (1983-1986).

Sedangkan pendidikan tinggkat tingginya ia jalani di S1 Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), Jakarta (1994-1999), S1 Falkutas Tekhnologi Pendidikan IKIP Jakarta (1992-1998), dan S2 Falkutas Ilmu Sosial & Politik UI Jakarta (2002-2005 )

3. BAMBANG BRODJONEGORO

Pria kelahiran Jakarta 3 Oktober 1966 ini juga masuk radar Presiden Jokowi menjadi salah satu kandidat Pemimpin Ibu Kota Baru. Bambang merupakan seorang akademisi tulen yang karirnya sempat menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi (2014-2016) berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia di jurusan Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional tahun 1985-1990.

Setelah itu Bambang berhasil meraih gelar master pada tahun 1995 di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Kemudian gelar Doctor (Ph.D) berhasil diraihnya dari universitas yang sama pada Agustus 1997.

Bambang pernah tercatat sebagai dosen tamu pada The Department of Urban and Regional Planning, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, pada bulan November 2002. Kemudian pada tahun 2005 hingga 2009 Bambang ditunjuk sebagai Dekan FE-UI.

4. TUMIYANA

Tumiyana yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tersebut juga menjadi salah satu sosok yang diperhitungkan Presiden Jokowi untuk menjadi pemimpin Ibu kota Baru.

Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah 10 Februari 1965 ini berhasil menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil Universitas Borobudur pada tahun 1994. Kemudian ia berhasil meraih gelar magister manajemen di Jakarta Institute of Management Studies tahun 1997.

Selain sebagai Dirut Wika, Tumiyana juga menjabat Komisaris PT Kereta Cepat Indonesia China (2018 – sekarang). Adapun karir Tumiyana sebelumnya adalah sebagai Direktur Keuangan – PT PP (Persero) Tbk. (2008 – 2016), kemudian sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan / PP (Persero) Tbk (2016 – April 2018)

Continue Reading

Infografik

CARA BANK PELAT MERAH CEGAH VIRUS CORONA

CHRIESTIAN

Published

on

Corona

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Berbagai cara terus dilakukan pemerintah Indonesia untuk meminimalisir dampak penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang sudah masuk ke Indonesia.

Hal ini tidak dapat dipungkiri telah mengganggu seluruh aktivitas bisnis diberbagai sektor khususnya kesehatan, pangan, pariwisata, transportasi, finansial, perbankan serta industri strategis lainnya.

Badan usaha milik negara (BUMN) di sektor perbankan pun turut melakukan sejumlah langkah antisipasi mencegah penyebaran virus corona. Berikut cara yang dilakukan bank pelat merah:

1. PROTOKOL KHUSUS

Bank Mandiri mengambil langkah dengan menerapkan protokol khusus untuk mencegah menyebarnya wabah virus Corona. Adapun protokol tersebut saat ini telah disosialisasikan di berbagai titik informasi di kantor-kantor utama maupun kantor cabang perseroan di seluruh Indonesia.

Pada awal berhembusnya isu soal Corona Bank Mandiri melalui unit Business Continuity Management (BCM), telah menyusun protokol tersebut.

2. BAGI-BAGI MASKER GRATIS

Langkah membagikan masker secara gratis diinisiasi oleh BNI. Bank berlogo 46 tersebut telah membagi-bagikan masker sejak awal wabah Virus Corona merebak. BNI membagikan masker-masker tersebut kepada warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara-negara terdampak Virus Corona.

Sampai dengan 9 Februari 2020 lalu, BNI bersinergi dengan sesame BUMN seperti BTN, Bank Mandirim BNI Life, Garuda Indonesia dan RNI telah mengirim sebanyak 161.000 masker ke negara seperti Korea, Singapura, Taiwan dan Hongkong.

3. PROGRAM HIDUP SEHAT

BNI juga mendorong seluruh pegawainya menerapkan hidup yang sehat melalui Program Healthy Lifestyle for Hi-Movers Tahun 2020. Adapun seluruh pegawai diwajibkan untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan umum dengan tujuan menjaga kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan khusus untuk melindungi diri dari wabah Virus Corona.

Selain BNI, BRI juga melakukan hal serupa, yaitu menerapkan 10 anjuran Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), di antaranya makan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan.

4. TIDAK BERPERGIAN KE LUAR NEGERI

Seluruh bank-bank pelat merah secara serentak menekankan kepada seluruh pegawainya untuk tidak berpergian ke luar negeri untuk sementara waktu. Terlebih ke negara-negara yang mendominasi terjangkitnya wabah Virus Corona.

Namun Apabila tidak terhindarkan untuk bepergian ke negara terjangkit tersebut, maka pegawai diwajibkan melindungi diri sebaik mungkin dengan menjaga kesehatan dan menggunakan masker secara baik dan benar.

5. MENGUKUR BESARAN DAMPAK WABAH

Bank-bank pelat merah tengah menyelesaikan Stress Test untuk mengukur besaran dampak wabah penyebaran Virus Corona terhadap berbagai industri. Langkah ini diperlukan untuk mencari peluang-peluang yang justru terbuka akibat dari wabah COVID-19. Bank-bank BUMN juga dapat berekspansi pada sektor-sektor ekonomi yang tidak terkena dampak wabah. []

Continue Reading

Infografik

KINERJA BANK BUMN TUMBUH MELAMBAT

CHRIESTIAN

Published

on

Kinerja bank BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kinerja bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sepanjang tahun 2019 terpotret mengalami perlambatan. Tak dapat dipungkiri, dampak perekomomian yang melambat serta ketatnya likuidasi membuat kinerja bank BUMN tumbuh tersendat.

Bank Mandiri yang membukukan laba bersih mencapai Rp27,5 triliun di tahun 2019 hanya tercatat tumbuh 9,9 persen (year on year / yoy). Torehan tersebut sangat jauh di bawah capaian tahun 2018 dimana Bank yang digawangi oleh Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama ini berhasil menorehkan pertumbuhan laba bersih mencapai 21,2 persen.

Kemudian Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sepanjang tahun 2019 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp34,4 triliun hanya berhasil tumbuh 6,2 persen dari tahun sebelumnya. Padahal di tahun 2018 BRI berhasil mencetak pertumbuhan laba bersihnya mencapai 11,6 persen.

Pun demikian dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Bank pimpinan Herry Sidharta ini sepanjang tahun 2019 berhasil mencetak laba bersih Rp15,4 triliun atau tumbuh 2,5 persen. Namun pertumbuhan tersebut tidak segemilang pertumbuhan di tahun 2018 yang sebesar 10,3 persen.

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) harus puas dengan catatan merah kinerja di tahun 2019. Bank asuhan Pahal N. Mansury ini justru mengalami kinerja yang negatif dimana laba perusahaan anjlok hingga 92,5 persen atau menjadi Rp209,3 miliar. padahal tahun sebelumnya (2018) BTN berhasil menorehkan laba bersih mencapai Rp2,81 triliun.

Berdasarkan paparan masing-masing perbankan, kinerja bank BUMN yang melambat tersebut disebabkan oleh peningkatan biaya dana (cost of fund), rasio kredit bermasalah atau NPL serta tingginya beban bunga. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM