Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Bulog Siap Serap Gula Petani

MediaBUMN

Published

on

Bulog Siap Serap Gula Petani

BUMN sektor ketahanan pangan, Perum Bulog kembali ditugaskan untuk menyerap gula petani hingga mencapai 500 ribu ton. Adapun gula tersebut adalah gula petani yang tidak laku dengan harga Rp9.700 per kilogram.

Direktur Operasional dan Pelayanan Public (OPP), Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa Perum Bulog pada tahap awal akan memulai pembelian tersebut dengan besaran 20 ribu ton.

“Untuk tahap awal pembelian 20 ribu ton dulu,” ujarnya.

Jumlah gula petani yang harus diserap diperkirakan sekitar 300 hingga 500 ribu ton. Adapun Penyerapannya dibatasi sampai April 2019.

“Sedang tunggu hitungan jumlah pastinya. Perkiraan mencapai 300-500 ribu ton,” pungkasnya.

Untuk penyerapan tersebut, Perum Bulog telah menyiapkan dana sebesar Rp7 Triliun dimana dana tersebut bersumber dari pinjaman bank.

“Dana yang disiapkan mencapai Rp7 Triliun dari pinjaman perbankan,” tutupnya. []

Agrobisnis & Pangan

Program Agro Solution Mulai Diterapkan, Hasil Pertanian 76 Persen

EKO PRASETYO

Published

on

Program Agro Solution

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program Agro Solution mulai dikembangkan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai inovasi baru dalam memajukan sektor pertanian Indonesia agar lebih modern.

Program ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Wijaya Laksana selaku Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan, program Agro Solution memberikan pendampingan intensif kepada petani tentang budidaya pertanian yang didukung teknologi terkini.

“Program ini berbasis 3P yaitu Planet, People, Profit. Dalam pelaksanaannya ada enam langkah penting yang harus diterapkan,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2020).

Yang pertama adalah pengelolaan tanah dan tanaman, lalu pendampingan yang intensif dan pola budidaya pertanian berbasis teknologi digital.

Kemudian penyediaan alat dan mesin untuk meningkatkan hasil produksi baik kualitas maupun kuantitas.

Selanjutnya akses permodalan, asuransi pertanian, dan kemitraan pasar untuk meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar.

Terakhir meningkatkan nilai tambah hasil panen petani menyediakan jaringan distribusi yang akan membeli hasil pertanian tersebut.

Ditambahkannya, dalam Program Agro Solution juga dilakukan ujicoba teknologi i-Farm, yaitu aplikasi untuk memantau aktivitas dan kemajuan para petani binaan.

Keberhasilan Program Agro Solution

Wijaya mengatakan, program Agro Sulution telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah, salah satunya di wilayah Jember dan Banyuwangi yang dikerjakan oleh PT Pupuk Kaltim.

Di daerah Jember, program ini diterapkan di lahan 40 hektar dan melibatkan 28 petani.
Dalam hal ini, Pupuk Kaltim menjadi Koordinator Kemitraan, mulai dari penyediaan pupuk non-subsidi, pendampingan untuk digital farming, dan sebagainya.

Sementara Bank BNI menyediakan permodalan bagi petani dan Jasindo menyediakan asuransi pertanian.

Sementara di Banyuwangi, program inovasi Pupuk Indonesia inihanya seluas 14 hektare yang dikerjakan 8 petani.

Para petani di Banyuwangi juga mendapatkan pendampingan dari Pupuk Kaltim dan Pemda setempat, termasuk dalam penyediaan pupuk.
Petani juga dikawal untuk mendapatkan bantuan permodalan KUR dan asuransi pertanian.

“Hasil dari program Agro Solution, produktivitas pertanian meningkat di atas rata-rata. Di Jember meningkat hingga 52,9 persen. pendapatan petani pun meningkat hingga 69,6 persen dari sebelumnya,” ungkapnya

Sementara hasil yang lebih tinggi terdapat di Banyuwangi, yakni hasil panen naik hingga 76 persen, dan pendapatan naik 107,7 persen.

Pada kuartal IV tahun ini, luasan lahan yang masuk Program Agro Solution sudah lebih dari seribu hektar yang tersebar di berbagai daerah.

Mulai dari Minahasa, Madiun, Bima, Dompu, Magetan, Tuban, Tulungagung, Bojonegoro, Bone, Janeponto, Sidrap, Bolmong, Tomohon, Boalemo, Gorontalo, Jember dan Banyuwangi. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Peremajaan Kebun Sawit PTPN Mencapai 223.719 Hektar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Peremajaan kebun sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Peremajaan kebun sawit terus dilakukan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) untuk meningkatkan hasil produksi.

Melalui seluruh anak perusahaannya, PTPN melakukan Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (PSR) yang tak lagi produktif seluas 223.719 hektare.

Peremajaan kebun sawit ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani plasma.

Program ini juga diharapkan akan menjaga pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit PTPN Group yang membutuhkan 570 ton TBS per jam.

Direktur Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) M. Abdul Ghani menjelaskan, dengan peremajaan kebun sawit milik anak perusahaan PTPN I hingga PTPN XIV, maka hasil produksi juga akan meningkat.

Dijelaskannya, program ini mulai berjalan di kebun kelapa sawit plasma seluas 18 ribu hektar di Riau yang dikerjakan oleh PTPN V sebagai anak perusahaan Holding PTPN.

“Kebun sawit rakyat ini memasok separuh pasokan bahan baku sawit yang dikelola PTPN V,” ujar Ghani dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (29/10/2020).

Adapun proses peremajaan kebun sawit ini dimulai dengan penebangan batang sawit tua, pembersihan lahan, penanaman bibit unggul tersertifikasi, dan pemeliharaan hingga panen.

Untuk penyediaan bibit, PTPN menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan) untuk menyediakan 1,5 juta bibit kelapa sawit.

Sementara Direktur Utama PTPN V Jatmiko mengatakan, peremajaan ini menjadi momen pemberdayaan petani plasma karena bisa mendapat pendapatan tambahan.

“Kami menargetkan peremajaan kebun sawit rampung seluas 18 ribu hektar di tahun 2023 mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kunci keberhasilan program peremajaan sawit ini adalah kepercayaan, sehingga pihaknya berani memberikan jaminan bahwa hasil produksi petani akan di atas rata-rata nasional.

Jika produktivitas sawit petani ternyata di bawah rata-rata nasional, pihak perusahaan siap mengganti kerugian petani.

Peremajaan Kebun Sawit Dorong Produksi

Terkait hal ini, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) mengatakan produktivitas petani plasma tetap terjaga selama bermitra dengan PTPN V.

Bahkan hasil sawit yang didapat berada di atas rata-rata produktivitas nasional, yakni bisa mencapai 24 ton per hektare.

Setiyono mengatakan, ia bersama para petani lain telah bermitra dengan PTPN V selama 35 tahun yang dibangun dengan pola transparansi.

“Transparansi yang dilakukan membuat para petani percaya, dan menyerahkan proses peremajaan, perawatan, hingga pengelolaan kebun sawit kepada PTPN V,” ujarnya.

Satiyono menyebut, pelibatan petani sejak awal peremajaan membuat mereka tidak khawatir akan penghasilan selama menunggu pembibitan hingga panen.

“Untuk itu kami semua sepakat kembali bekerjasama dengan PTPN V,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Direksi Bulog Kena Giliran Bongkar Pasang Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Direksi Bulog

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi Bulog (Perum Bulog) mengalami perombakan seiring terbitnya surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-341/MBU/10/2020 tentang Pemberhentian dan pengangkatan Direksi Bulog.

Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan pemberhentian secara hormat Tri Wahyudi Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional dan Triyana yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Kemudian Mantan Bos Inter Milan ini juga memberhentikan dengan hormat Bachtiar Utomo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Mansur Direktur Komersial serta Wibisono Poespitohadi Direktur Pengadaan.

Nama-nama yang diangkat sebagai Direksi Bulog yang baru adalah Direktur Bisnis yang dijabat oleh Febby Novita, Mokhamad Suyamto sebagai Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.

Selanjutnya Erick Thohir juga mempercayakan jabatan Direktur Human Capital kepada Purnomo Sinar Hadi. Kemudian Bagya Mulyanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum dialihtugaskan menjadi Direktur Keuangan.

Selain itu, Erick Thohir juga melakukan perubahan nomenklatur jabatan yang sebelumnya Direktur Operasional dan Pelayanan Publik berubah menjadi Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri menjadi Direktur Bisnis (Penggabungan Direktorat Komersial dan Direktorat Pengembangan Bisnis dan Industri), Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur Human Capital.

Dengan perubahan tersebut, maka susunan direksi Bulog yang baru adalah sbb:

Direktur Utama – Budi Waseso
Wakil Direktur Utama – Gatot Trihargo
Direktur Keuangan – Bagya Mulyanto
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik – Mokhamad Suyamto
Direktur Bisnis – Febby Novita
Direktur Human Capital – Purnomo Sinar Hadi

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Direksi yang telah memberikan dedikasi tinggi dan luar biasa kepada perusahaan ini. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!