Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Budi Waseso: “Masyarakat Respon Positif Beras Saset Bulog”

MediaBUMN

Published

on

Beras Saset Bulog

Beras Saset Bulog mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Ia mengaku jika sejak awal diluncurkan kehadiran beras saset tersebut digemari oleh masyarakat.

“Mereka sambut positif dan menginginkan bisa terealisasi di seluruh wilayah Indonesia bukan hanya di pulau Jawa melainkan di luar pulau Jawa, termasuk Indonesia Tumur dan Papua,” ujarnya.

Baca Juga : Bulog Siap Serap Gula Petani

Pria yang akrab disapa Buwas itu menginginkan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan beras.

“Karena ini merupakan kebutuhan pokok semestinya ada mana-mana, di toko maupun di warung-warung kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya siap mendistribusikan 10.000 ton beras saset ke seluruh nusantara. Saat ini pendistribusian tengah dalam proses.

“Dalam kemasan beras akan dipasang label daerah produksinya masing-masing. Adapun beras dengan volume 200 gram itu hanya bisa didapat di warung dan pasar-pasar tradisional dengan harga Rp 2.500,-“ tutupnya. []

Agrobisnis & Pangan

Merger Perindo dan Perinus, Erick Thohir : Harus Segera Dimulai!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Merger Perindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Merger Perindo dan Perinus dalam waktu dekat akan segera terlaksana.

Pasalnya Menteri BUMN Erick Thohir sudah mengeluarkan surat arahan terkait pembentukan Holding BUMN Industri Pangan.

Dalam surat bernomor S-1131/MBU/12/2020 itu, Erick meminta Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) segera digabung.

Sebelum merger Perindo dan Perinus, Erick meminta agar telebih dahulu dilakukan perubahan bentuk badan hukum Perindo dari semula perusahaan umum menjadi perseroan.

Perubahan ini bertujuan agar negara dapat melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal BUMN yang menjadi induk holding.

“Perindo kita siapkan menjadi induk BUMN Perikanan. Nantinya Perinus akan digabung setelah Perum Perikanan Indonesia berubah menjadi Perseroan Terbatas,” kata Erick dinukil dari siaran pers, Selasa (29/12/2020).

Terkait merger Perindo dan Perinus, Direktur Utama Perum Perindo, Fatah Setiawan Topobroto mengatakan pihaknya sedang melakukan berbagai tahapan, termasuk mengubah badan hukum dari Perum menjadi PT.

Menurutnya dengan perubahan itu, maka lini bisnis Perindo juga akan berkembang, dari yang hanya fokus pada pelayanan nelayan nantinya akan memupuk keuntungan yang lebih banyak.

“Nantinya kami berperan pemenuhan kebutuhan pangan berbahan ikan di berbagai wilayah,” kata Fatah.

Penggabungan kedua perusahaan pelat merah ini, kata Fatah, merupakan langkah antisipasi menghapus persaingan tidak sehat.

Pasalnya Perinus dan Perindo memiliki kesamaan lini bisnis, baik di pangsa pasar maupun sumberdaya perusahaan.

Untuk itu, perlu dilakukan restrukturisasi dan penguatan bisnis BUMN-BUMN, salah satunya dengan merger Perindo dan Perinus.

“Karena seharusnya memang kompak bekerja bersama, bukan malah menjadi pesaing satu sama lain,” ungkapnya.

Merger ini, kata dia, harus dapat menghasilkan satu manajemen yang menjalankan roda perusahaan dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di kedua perusahaan.

Sehingga perusahaan BUMN sektor perikanan dapat menghadapi persaingan yang semakin ketat baik di tingkat nasional, regional dan internasional.

Fatah optimis, bahwa hasil merger Perindo dan Perinus ini, akan membawa manfaat bagi masyarakat dalam peningkatan kualitas dan luas jangkauan layanan.

Hasil merger kedua BUMN ini ditargetkan akan menghasilkan aser perusahaan sebesar Rp 5,87 triliun.

Kemudian dalam 5 tahun kedepan diproyeksikan meraup pendapatan hingga Rp10,20 triliun dengan laba Rp1,06 triliun. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Pengelolaan LHKPN Terbaik, Pupuk Indonesia Raih Penghargaan

EKO PRASETYO

Published

on

Pengelolaan LHKPN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pengelolaan LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi yang terbaik di antara BUMN.

Prestasi ini pun mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2020.

KPK pun menetapkan PT Pupuk Indonesia sebagai perusahaan pelat merah terbaik dalam pengelolaan LHKPN dengan jumlah wajib lapor 100 sampai 1.000 orang.

Induk dari Holding BUMN Pupuk ini juga masuk dalam lima besar perusahaan dengan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Terbaik kategori BUMN bersama Telkom, BNI, BRI dan BJB.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana mengatakan, perseroan telah menjalankan berbagai inovasi guna mencegah gratifikasi di lingkungan perusahaan.

Inovasi itu yakni sistem Pengendalian Fraud yang sudah mendapat sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan di seluruh anak perusahaan.

“Sistem anti korupsi kami lakukan dengan beberapa langkah. Seperti penerapan pedoman tata kelola, etika dan perilaku hingga berbagai pelatihan dan sosialisasi anti korupsi,” kata dia.

Pihak perusahaan juga melakukan Penandatanganan Pakta Integritas, dan Pengendalian Gratifikasi melalui penggunaan sistem Gratifikasi Online KPK yang terintegrasi di seluruh anak perusahaan.

Selain itu memantau pengelolaan LHKPN, hingga Penerapan sistem pengaduan dugaan pelanggaran yang bersifat anonim.

Berbagai langkah ini, kata Wijaya, menjadi bukti kerja keras Pupuk Indonesia untuk menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

“Semua itu kami dukung dengan penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal sehingga hasilnya lebih maksimal,” tutupnya.

Pengelolaan LHKPN Dorong Integritas

Di sisi lain, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga melakukan integrasi data perpajalan untuk transparansi perusahaan secara berkelanjutan.

Integrasi data perpajakan ini bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang diteken secara virtual di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Bakir Pasaman mengatakan, langkah ini juga untuk mendukung pembangunan melalui kontribusi pembayaran pajak.

“Ini kami lakukan bersama lima anak perusahaan lainnya sebagai komitmen taat pajak. Setiap tahun pajak yang kita setorkan terus meningkat. Tahun 2019 kontribusi pajak kita Rp7,93 triliun, naik 17 persen dari tahun 2018. Tahun ini sampai kuartal III sudah mencapai Rp4,3 triliun,” jelasnya.

Achmad menjelaskan, dalam kepatuhan pembayaran pajak, ada 7 pihak yang ditetapkan sebagai wajib pajak patuh.

Yaitu PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, PT pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Sriwidjaja.

Menurutnya, integrasi data pajak perusahaan ini sangat penting untuk melakukan pertukaran data dan informasi terkait perpajakan bersama Dirjen Pajak.

“Jadi tidak ada lagi yang disembunyikan. Silakan saja kalau ingin mengakses data perpajakan yang ada di kami sehingga proses perpajakan menjadi lebih lancar. Mudah-mudahan tidak ada temuan-temuan dan kami juga tidak didatangi oleh petugas pajak yang menyatakan masih ada kekurangan data dan lain-lainnya,” tutup Achmad. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Aplikasi PPI Ecotrade Dikembangkan Untuk Perdagangan Ayam Potong

Alfian Setya Saputra

Published

on

Aplikasi PPI Ecotrade

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi PPI Ecotrade mulai dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Aplikasi ini disiapkan sebagai satu sistem yang aplikasi berbasis android untuk mendukung perdagangan daging ayam secara daring (online).

Aplikasi PPI Ecotrade ini akan menghubungkan para pemangku kepentingan di bidang usaha ayam potong (livebird), mulai dari peternak mandiri, Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan pembeli.

Vice President Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Indra Iliana mengatakan, Aplikasi PPI Ecotrade ditargetkan siap beroperasi mulai Januari 2021.

“Ecotrade sendiri merupakan singkatan dari Ecosystem Trading. Dengan Aplikasi PPI Ecotrade ini, PPI juga akan memiliki basis data dari hasil transaksi antara permintaan dan pasokan untuk dianalisis,” Indra dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (5/12/2020).

Pengembangan aplikasi PPI Ecotrade ini, kata Indra merupakan salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan serapan ayam potong dari peternak mandiri.

Aplikasi ini juga akan menyederhanakan proses bisnis dalam bentuk digital agar dapat mendorong perluasan pasar livebird.

Dijelaskannya, PT PPI sudah melaksanakan penyerapan ayam potong secara reguler dari peternak mandiri di daerah Jawa Barat.

“Aplikasi ini akan terus kami kembangkan agar mudah dan nyaman digunakan dalam bertransaksi. Baik itu peternak livebird maupun pembeli,” kata dia.

Indra menambahkan, saat ini, pembeli dalam Ecotrade adalah wholesaler atau distributor ke pengecer, ke depannya PPI akan coba mengintegrasikan ke e-commerce dan retailer.

“Kami yakin dengan digitalisasi yang kita kerjakan, proses bisnis ini akan mendorong serapan ayam potong semakin besar,” tutupnya.
Sementara Direktur Teknik dan Pengembangan PPI Prasetiyo Indroharto mengatakan, selain dapat mengumpulkan informasi, aplikasi PPI Ecotrade dapat menjalankan fungsi data analitik.

Dengan begitu, akan membantu pihak terkait dalam mengambil keputusan transaksi dagang di masa mendatang.

Hal ini juga akan mendorong keunggulan kompetitif PPI dan mendorong peran BUMN tersebut di sektor perdagangan.

“Salah satu upaya yang kami lakukan yaitu dengan menerapkan teknologi terkini sesuai arahan Kementerian BUMN sehingga kami semakin berperan dalam menndukung fungsi BUMN Holding Pangan,” kata Prasetiyo. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!