BTN Sedang Butuh Suntikan Modal

oleh
BTN

BTN / PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendorong perseroan untuk melakukan aksi rights issue untuk memenuhi kebutuhan modalnya. Menurut Direktur Finance, Treasury and Strategy BTN Nixon Napitupulu, aksi korporasi tersebut akan dilakukan seiring berdirinya holding keuangan.

“Tahun depan rencananya akan dilaksanakan dan sudah disetujui Kementerian BUMN secara prinsipnya. Namun kami belum tahu apakah kami akan dapat prioritas penamaman modal negara (PMN). Kementerian BUMN sudah menyatakan jika kami memang akan mendapat prioritas ketika holding BUMN keuangan terbentuk,” ujar Nixon di Jakarta belum lama ini.

Lebih lanjut Nixon mengatakan bahwa salah satu alasan pembentukan holding keuangan memang terkait pemenuhan kebutuhan untuk pembiayaan perumahan. Terlebih pemerintah terus mamatok target program satu juta rumah setiap tahunnya.

Bukan saja melalui aksi rights issue, Nixon menjelaskan jika untuk penambahan modal perseroan dapat menerbitkan surat utang ketika holding keuangan sudah terbentuk, dimana dananya dapat mengalir ke BTN.

Kebutuhan modal perseroan sendiri, lanjut Nixon yaitu sekitar Rp5 triliun sampai Rp8 triliun. hal itu untuk menanggulangi penggerusan modal yang terus terjadi tiap tahunnya akibat ekspansi kredit terkait program rumah subsidi BTN.

“CAR kami tiap tahun mengalami penurunan sekitar 1 sampai 1,5 persen. Jadi setiap lima tahun kami butuh modal. Mesti suntik modal karena CAR selalu turun tiap kami ekspansi. Ini konsekuensi ekspansi tinggi modal tergerus, kalau mau mempertahankan modal ya mesti ditambah,” pungkas Nixon.

Likuiditas perseroan sejak 2005 terus tercatat ketat berada di atas 100 persen. Sedangkan CAR BTN terus tergerus sejak 2016 sebesar 16,54 persen, 2017 sebesar 15,99 persen, dan pada 2018 sebesar 15,97 persen. Sedangkan hingga pada Juni tahun 2019 CAR BTN tercatat sebesar 16,99 persen. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *