Connect with us
banner pln 2023

CEO TALK

BPJS Kesehatan Tiada Henti Berinovasi Hadirkan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Published

on

BPJS Kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – 9 Tahun keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak 2014 hingga saat ini telah membawa banyak manfaat besar bagi masyarakat Indonesia.

Bayangkan Per 31 Januari 2022, sebanyak 236 juta jiwa atau mencapai 86% total penduduk Indonesia telah terlayani dan terlindungi oleh BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bahkan pada tahun 2024 cakupan kepesertaan diproyeksikan akan mencapai 98%.

Capaian cakupan kepesertaan tersebut terbilang sangat pesat jika dibandingkan negara-negara lain di dunia yang juga menerapkan sistem jaminan sosial. Di sejumlah negara yang turut menerapkan sistem jaminan sosial, antara lain seperti Jerman, Belgia, Austria, Jepang, Korea Selatan, keberhasilan dalam cakupan kepesertaannya bisa dikatakan tidak sebaik di Indonesia.

Bahkan kebanyakan negara-negara di Eropa rata-rata membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menjamin penduduknya dalam sistem jaminan sosial. Bahkan Jerman, negara tertua yang menerapkan mekanisme jaminan kesehatan sosial, memerlukan waktu 127 tahun, itu pun cakupannya tidak 100% melainkan sekitar 85% total penduduk setempat.

Di Asia, Jepang menghabiskan 36 tahun untuk mendaftarkan seluruh warganya ke jaminan sosial, sementara Korea Selatan membutuhkan 12 tahun untuk meng-cover 92,7% populasi penduduknya.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, capaian cakupan kepesertaan di Indonesia sebanyak 86% penduduk tentu mengartikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat dalam memastikan seluruh rakyatnya terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata melalui program kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Jika kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak berjalan optimal, kami optimis bisa mencapai target RPJMN yakni pada tahun 2024 Program JKN-KIS mencakup 98% penduduk Indonesia,” ujar Ghufron.

BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, didampingi Direktur Teknologi Informasi Edwin Aristiawan, meninjau langsung implementasi antrean online di Rumah Sakit sebagai salah satu inovasi dan digitalisasi layanan JKN-KIS.

Dinamika dalam menghadirkan layanan terbaik tentu terus terjadi, namun hal tersebut tidak membuat BPJS Kesehatan berpuas diri. Ghufron menegaskan jika pihaknya senantiasa terus mengevaluasi setiap layanannya di seluruh lini, dengan menghadirkan beragam inovasi untuk meningkatkan mutu layanan sesuai dengan visinya yaitu menjadi badan penyelenggara yang dinamis, akuntabel dan terpercaya untuk mewujudkan jaminan kesehatan berkualitas, berkelanjutan, berkeadilan dan inklusif.

“Pesatnya pertumbuhan peserta JKN-KIS juga harus diiringi dengan inovasi peningkatan kualitas layanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ada berbagai terobosan dan inovasi berbasis digital yang telah dan sedang kami lakukan untuk meningkatkan kemudahan peserta JKN-KIS mengakses layanan, baik layanan administrasi maupun layanan kesehatan,” jelas Ghufron.

PERKUAT KUALITAS LAYANAN

Terkait inovasi, Ghufron memaparkan jika pada tahun 2021 lalu, pihaknya telah meluncurkan berbagai terobosan berbasis digital melalui fitur yang ada di Mobile JKN. Antara lain yaitu, fitur antrean online konsultasi dokter online pada Mobile JKN, serta simplifikasi proses rujukan untuk pasien hemofilia dan thalasemia, nyatanya kian memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengakses layanan kesehatan.

“Alhamdulillah hal ini mendapat sambutan yang sangat positif dari peserta JKN-KIS,” ujar Ghufron.

Laman: 1 2

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM