Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

BPJS Kesehatan Berhasil Catatkan Kinerja Positif

Published

on

BPJS Kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BPJS Kesehatan melaporkan bahwa capaian keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan di tahun 2021 dalam keadaan positif. Hal ini tercermin dari aset neto yang mengalami perbaikan. Posisi aset bersih DJS Kesehatan per 31 Desember 2021 dalam kategori sehat dan mampu memenuhi 1,5 bulan estimasi biaya pelayanan kesehatan.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan. Dalam pasal 37 disebutkan kesehatan keuangan aset DJS Kesehatan diukur berdasarkan aset bersih DJS Kesehatan dengan ketentuan yaitu paling sedikit harus mencukupi estimasi pembayaran klaim untuk 1,5 bulan ke depan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, kinerja BPJS Kesehatan sepanjang 2021 juga tercermin dari sejumlah indikator berikut ini. Dari aspek kepesertaan, per 31 Januari 2022 jumlah peserta mencapai 236 juta jiwa atau sekitar 86% dari total populasi Indonesia. Dari sisi pelayanan, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 23.608 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik perorangan, dll), 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit).

Dari sisi penerimaan iuran, realisasi sampai 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp139,553 triliun. Sementara realisasi pembiayaan jaminan kesehatan hingga akhir 2021 sebesar Rp90,334 triliun.

“Artinya keseimbangan antara penerimaan iuran dan pembiayaan manfaat Program JKN-KIS saat ini terjaga,” jelas Ghufron.

Kemudian, lanjut Ghufron, tingkat kepuasan peserta juga telah diukur melalui survei kepuasan peserta dan badan usaha yang diselenggarakan oleh konsultan independen. Berdasarkan hasil survei diperoleh indeks tingkat kepuasan peserta tahun 2021 meningkat signifikan, sekarang sudah mencapai 80% lebih.

Lebih lanjut Ghufron mengatakan bahwa ke depan BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan Indeks Kepuasan Peserta dengan berbagai strategi antara lain yaitu dengan mengoptimalkan implementasi antrean online dan kanal-kanal layanan digital seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) dan Chat Assistant JKN (CHIKA).

Kemudian, lanjut Gufron, pihaknya akan memaksimalkan layanan jemput bola Mobile Customer Service (MCS) untuk menjangkau masyarakat dan peserta JKN-KIS di daerah perifer dan memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga pihak swasta untuk memperlancar penyelenggaraan JKN-KIS di lapangan.

Di samping itu, lanjut Ghufron, BPJS Kesehatan juga mulai mengimplementasikan pemberian Uang Muka Pelayanan Kesehatan kepada rumah sakit dan klinik utama untuk memperlancar arus kas keuangan fasilitas kesehatan, sehingga diharapkan mereka bisa fokus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

Kemudian, BPJS Kesehatan memanfaatkan fingerprint untuk penerbitan e-SEP, validasi klaim rumah sakit secara digital melalui e-VEDIKA, dan memperketat upaya pencegahan fraud di fasilitas kesehatan.

“Kami juga bersinergi dengan merangkul sejumlah pihak perbankan dalam menyediakan layanan Supply Infrastructure Financing (SIF) untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana FKTP,” ujar Ghufron.

Laman: 1 2

CEO TALK

276 Tahun Pos Indonesia: Transformasi SDM Pos Indonesia Membuahkan Hasil Positif

Published

on

Transformasi SDM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dalam perjalanannya, Pos Indonesia membuahkan hasil di bidang SDM dari hasil transformasi yang dilakukan perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan prestasinya dalam meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Salah satu yang terbaru, Pos Indonesia memperoleh dua penghargaan dalam Human Capital on Resilience Award 2022 yang diselenggarakan di Bandung pada 29 Juli 2022 lalu.

Penghargaan yang diterima perusahaan adalah The Best Human Capital Support on Business Transformation dan The Best Human Capital in Digital Transformation. Penghargaan yang diterima Pos Indonesia merupakan hasil keseriusan perusahaan dalam melakukan transformasi, terutama yang terkait dengan pengelolaan SDM untuk menghadapi perubahan bisnis.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi, di usianya yang menginjak 276 tahun, Pos Indonesia telah memiliki 17.300 lebih karyawan yang harus terus dijaga agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan. Menjaga diri tetap relevan merupakan pekerjaan yang tidak mudah, terlebih lagi di zaman yang perubahannya sangat cepat terjadi, sulit diprediksi dan sulit dikendalikan.

Bentuk transformasi SDM yang dilakukan Pos Indonesia antara lain: (1) Menyiapkan struktur organisasi yang lebih fokus pada bisnis, simplifikasi birokrasi, dan sentralisasi fungsi pendukung dengan menyeimbangkan kembali organisasi Regional dari 11 regional menjadi 6 regional dan 205 Kantorpos menjadi 42 Kantor Cabang Utama dan 169 Kantor Cabang.

(2) Menyiapkan pemimpin-pemimpin Pos Indonesia dengan melakukan program pengembangan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Untuk mengisi kebutuhan pemimpin Pos Indonesia di masa mendatang, Pos Indonesia menyelenggarakan Talent Development Program untuk mengejar gap kompetensi yang dibagi berdasarkan talent pool.

(3) Mengubah perencanaan man-power sesuai dengan perkembangan bisnis yang baru, mendorong program kemitraan di bidang pekerjaan tertentu dan pembentukan kompetensi baru sesuai dengan kebutuhan bisnis untuk mendorong productivity enhancement.

STRATEGI TRANSFORMASI MASUK RJPP

Faizal memaparkan, transformasi merupakan proses yang panjang, sehingga diharapkan programnya bisa berjalan terus, ada atau tidak ada dirinya sebagai pemimpin dalam perusahaan.

Hal itu yang mendasari keputusan bahwa program transformasi harus dicantumkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pos Indonesia pada periode 2023-2027. “Saat ini sedang disahkan Kementerian BUMN dan dijadikan pedoman 5 tahun ke depan, siapapun pengurusnya, (program transformasi) harus dijalankan,”ujar Faizal.

Pada akhirnya, RJPP akan menjadi dasar bagi pemimpin perusahaan untuk Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) setiap tahunnya. Tak dapat dipungkiri, perusahaan mengalami perubahan target performa dalam beberapa tahun terakhir, seiring terjadi pandemi Covid-19. Terlebih, kondisi ekonomi global juga mengalami fluktuasi, terdapat pula kondisi kelangkaan pangan dan energi akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang mempengaruhi penawaran dan permintaan di seluruh dunia. Hal ini berdampak pada kondisi ekonomi makro di Indonesia.

Pada dasarnya, dalam jangka pendek, Pos Indonesia berambisi meningkatkan proses bisnis yang membuahan profitabilitas tinggi. Selain itu, melakukan reorganisasi untuk mendorong strategi bisnis, dan memberi kepuasan terhadap pelanggan.

Dalam jangka menengah, perusahaan pelat merah ini berencana melakukan investasi di bidang proses dan teknologi demi meningkatkan kualitas dan layanan bagi pelanggan. Hal tak kalah penting ialah membangun tata kelola perusahaan dan sumber daya manusia untuk menciptakan budaya yang cocok dengan industri.

Sementara itu, dalam jangka panjang, Pos Indonesia berharap bisa berkembang melalui kolaborasi dengan perusahaan dan bisnis lain serta memberi kontribusi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pos Indonesia memiliki dua peran strategis yaitu sebagai korporasi perseroan harus mencetak keuntungan, sementara di sisi lain, sebagai perusahaan milik negara, Pos Indonesia juga mengemban tugas menjadi agen pembangunan (agent of development). Hal ini dilakukan melalui kontribusi dan berperan langsung dan tidak langsung dalam pertumbuhan ekonomi dan program pemerintah.

Nyatanya Pos Indonesia mampu menjalankan kedua peran tersebut dengan baik dan seimbang. Perusahaan terus berupaya melakukan penghitungan dan analisis bisnis secara matang. Hal itu dibutuhkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian, terutama di masa kritis seiring kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pada intinya adalah perusahaan selalu berupaya menyelesaikan tugas membantu program pemerintah secara optimal. Hal itu dilakukan tentu dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat, tetapi juga tetap concern terhadap aspek komersial lainnya agar Pos Indonesia juga mampu berperan dengan berkontribusi kepada negara dari sisi pajak dan profit. []

Continue Reading

CEO TALK

276 Tahun Pos Indonesia: Membangun Transformasi Untuk 276 Tahun Ke Depan

Published

on

276 Tahun

MEDIABUMN.COM, Jakarta – 276 tahun menjadi perjalanan panjang bagi PT Pos Indonesia (Persero) untuk hadir melayani seluruh kebutuhan perposan di tanah air. Dengan pasang surut yang dialami dari masa ke masa, tentu telah mengasah pengalaman dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi segala bentuk tantangan.

Seperti saat ini, dimana Pos Indonesia tengah dihadapi oleh persaingan yang begitu ketat. Namun dengan semangat transformasi yang tengah dibangun, Pos Indonesia kian solid dan optimis menghadapi berbagai tantangan dengan menghadirkan beragam inovasi yang tentunya sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan filosofinya dalam memaknai usia perusahaan. “Setiap pondasi harus lebih dalam dan besar dari bangunannya. 276 tahun itu bermaksa sebagai akar dan pondasi yang kokoh untuk membuat bangunan yang lebih tinggi lagi ke depan,” ujar Faizal.

Faizal berupaya membandingkan kondisi perusahaan yang mampu bertahan selama lima tahun dan bertahan selama ratusan tahun. Menurut dia, kekuatan besar tentu berada pada perusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun. Hal itu pula yang terjadi pada Pos Indonesia.

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantor Pos pertama didirikan di Batavia atau saat ini Bernama DKI Jakarta pada 26 Agustus 1746. Tujuannya, untuk menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi pedagang, dari kantor-kantor di luar Jawa dan Belanda.

Pos Indonesia mengalami beberapa kali perubahan status, mulai dari Jawatan Post, Telegraph, dan Telephone atau Jawatan PTT, kemudian menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi atau PN Postel.

Seiring perubahan di sektor Pos dan Telekomunikasi, PN Postel kembali mengalami perubahan status menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro atau PN Pos dan Giro pada tahun 1965.

Tak berhenti sampai di sana, pada 1978, perusahaan Kembali berubah menjadi Perum Pos dan Giro. Sejak itu ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos, baik untuk hubungan dalam negeri maupun luar negeri. Setelah berstatus Perum selama 17 tahun, pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero) hingga saat ini.

Seiring berjalannya waktu, Pos Indonesia telah berkembang hingga ke 58.700 titik layanan yang menjangkau 100% kabupaten/kota. Jejaring Pos Indonesia juga sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantor pos daring atau online, serta dilengkapi Mobile Postal Services di beberapa kota besar.

Untuk perayaan hari jadi Pos Indonesia kali ini, perusahaan memilih tema “Untuk 276 Tahun ke Depan”. Hal itu berarti, perusahaan tak ingin terus bernostalgia dengan menengok ke masa lalu, melainkan ingin menjadikan masa lalu sebagai pelajaran yang berarti dan meletakkan pondasi kokoh tersebut untuk menjalani masa depan dan menjawab berbagai tantangan yang ada di depan mata.

TRANSFORMASI JADI KUNCI

Meski diterpa oleh berbagai guncangan berupa perubahan dan disrupsi dari berbagai sisi, Pos Indonesia tetap bertahan dan tak pernah sekalipun tertidur. Hal itu menunjukkan kekuatan besar yang dimiliki Pos Indonesia.

Disrupsi akibat perubahan teknologi tak hanya sekali dialami oleh Pos Indonesia, melainkan berulang kali. Mulai dari munculnya teknologi telepon dan pesan singkat, kemudian internet, hingga ke platform digital yang berteknologi canggih seperti, aplikasi transportasi, logistik, dan layanan finansial. Seluruhnya mengubah kondisi bisnis Pos Indonesia menjadi lebih sulit, namun tak sekalipun perusahaan keok dibuatnya.

Kunci pertahanan Pos Indonesia tak lain adalah melakukan sejumlah transformasi. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan, perusahaan menjalani transformasi pada tujuh elemen. Ketujuh elemen yang dimaksud antara lain:

(1) Transformasi pada sektor bisnis, yang dilakukan demi meningkatkan pangsa pasar di bidang bisnis inti, yaitu kurir, jasa keuangan dan logistik.

(2) Transformasi produk dan saluran, yang dilakukan melalui pembaruan operasional dan layanan teknologi informasi dari semula fisik menjadi digital.

(3) Transformasi proses, yaitu melakukan program transformasi proses dari manual menjadi otomasi dengan digitalisasi dan sentralisasi proses.

(4) transformasi teknologi. yaitu untuk meningkatkan kelincahan, ketersediaan, keandalan, dan penguatan fitur pada setiap platform yang dimiliki Pos Indonesia.

(5) Transformasi sumber daya manusia (SDM), melalui program transformasi dengan membangun SDM yang kompetitif. Selain itu, membangun kinerja yang produktif, dengan membangun sistem manajemen karyawan.

(6) Transformasi organisasi dengan memperkuat proses penjualan dan operasional.

(7) Transformasi budaya, yaitu dalam rangka mengubah dari perilaku menjadi karakter untuk membangun soliditas dan tim yang terpercaya. []

Continue Reading

CEO TALK

Rencana Bisnis Bank Papua: Kuatkan Daya Saing

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada dasarnya, Bank Papua memiliki sejumlah target kinerja yang tercantum dalam rencana bisnis periode 2023-2027. Secara garis besar meliputi, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan kelembagaan, dan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Secara rinci dijelaskan, Bank Papua akan melakukan penguatan berkelanjutan terkait platform bisnis. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada bidang terkait pondasi dan pendukung pada rencana strategis 2017-2022 yang masih memerlukan penyempurnaan.

Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat pemasaran dan penjualan untuk akselerasi pertumbuhan sektor terseleksi. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada penguatan perangkat pemasaran dan penjualan produk dana dan kredit produktif UMKM untuk perluasan basis konsumen.

Strategi utama akan dieksekusi melalui 7 Bidang Utama yang menjadi prioritas alokasi dan utilisasi sumber daya Bank Papua 2023-2027. Ketujuh bidang utama yang dimaksud antara lain: (1) Layanan, Marketing dan Sales (dana dan kredit produktif UMKM). (2) Risk Management dan Kepatuhan. (3) Human Capital Management dan Corporate Culture. (4) Jaringan Distribusi dan Organisasi. (5) Teknologi. (6) Pengendalian Keuangan. (7) Pemulihan dan Penyelesaian Kredit.

KONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN TANAH PAPUA

Status Bank Papua sebagai bank pembangunan terbesar di Tanah Papua menuntut perusahaan berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Cendrawasih.

Namun dalam perjalanannya, Bank Papua mengalami banyak tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah upaya mendorong ekonomi kawasan Papua ialah, ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut di tengah penyebaran Covid-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat.

Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini juga berakibat pada tersendatnya aliran modal ke Tanah Papua.

Tantangan lain yang dialami Bank Papua dalam berkontribusi terhadap ekonomi Papua adalah, penyaluran kredit di Tanah Papua sebagian besar disalurkan oleh Bank BUMN, alih-alih bank pembangunan daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan pangsa kredit Bank BUMN yang mendominasi selama lima tahun terakhir. Pangsa kredit Bank BUMN pada posisi September tahun 2021 sebesar 59,60%, meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2020 yaitu 51,09%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peta Jalan atau Roadmap Tahap 2 Keuangan Berkelanjutan periode 2021-2025. Dalam rancangan tersebut, bank harus menyelaraskan operasional bisnis dengan memperhatikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar sehingga bisnis bank dapat tumbuh berkelanjutan.

Rancangan ini menjadi tantangan bagi Bank Papua untuk terus mendorong perekonomian wilayah Papua secara agresif. Kendati menghadapi sejumlah tantangan, Bank Papua juga memiliki banyak peluang untuk turut mendongkrak ekonomi di Tanah Papua. Dalam hal ini, perekonomian Papua pada kuartal III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 14,54% dalam perhitungan tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 3,51% (yoy).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan pengeluaran pada kuartal II 2021 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Provinsi Papua pada kuartal III disumbang oleh sektor pertambangan, yakni 37,86%, sektor konstruksi 13,80%, dan sektor pertanian sebesar 10,74%.

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!