Connect with us
banner pln 2023

CEO TALK

BPJS Kesehatan Berhasil Catatkan Kinerja Positif

Published

on

BPJS Kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BPJS Kesehatan melaporkan bahwa capaian keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan di tahun 2021 dalam keadaan positif. Hal ini tercermin dari aset neto yang mengalami perbaikan. Posisi aset bersih DJS Kesehatan per 31 Desember 2021 dalam kategori sehat dan mampu memenuhi 1,5 bulan estimasi biaya pelayanan kesehatan.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan. Dalam pasal 37 disebutkan kesehatan keuangan aset DJS Kesehatan diukur berdasarkan aset bersih DJS Kesehatan dengan ketentuan yaitu paling sedikit harus mencukupi estimasi pembayaran klaim untuk 1,5 bulan ke depan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, kinerja BPJS Kesehatan sepanjang 2021 juga tercermin dari sejumlah indikator berikut ini. Dari aspek kepesertaan, per 31 Januari 2022 jumlah peserta mencapai 236 juta jiwa atau sekitar 86% dari total populasi Indonesia. Dari sisi pelayanan, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 23.608 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik perorangan, dll), 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit).

Dari sisi penerimaan iuran, realisasi sampai 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp139,553 triliun. Sementara realisasi pembiayaan jaminan kesehatan hingga akhir 2021 sebesar Rp90,334 triliun.

“Artinya keseimbangan antara penerimaan iuran dan pembiayaan manfaat Program JKN-KIS saat ini terjaga,” jelas Ghufron.

Kemudian, lanjut Ghufron, tingkat kepuasan peserta juga telah diukur melalui survei kepuasan peserta dan badan usaha yang diselenggarakan oleh konsultan independen. Berdasarkan hasil survei diperoleh indeks tingkat kepuasan peserta tahun 2021 meningkat signifikan, sekarang sudah mencapai 80% lebih.

Lebih lanjut Ghufron mengatakan bahwa ke depan BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan Indeks Kepuasan Peserta dengan berbagai strategi antara lain yaitu dengan mengoptimalkan implementasi antrean online dan kanal-kanal layanan digital seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) dan Chat Assistant JKN (CHIKA).

Kemudian, lanjut Gufron, pihaknya akan memaksimalkan layanan jemput bola Mobile Customer Service (MCS) untuk menjangkau masyarakat dan peserta JKN-KIS di daerah perifer dan memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga pihak swasta untuk memperlancar penyelenggaraan JKN-KIS di lapangan.

Di samping itu, lanjut Ghufron, BPJS Kesehatan juga mulai mengimplementasikan pemberian Uang Muka Pelayanan Kesehatan kepada rumah sakit dan klinik utama untuk memperlancar arus kas keuangan fasilitas kesehatan, sehingga diharapkan mereka bisa fokus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

Kemudian, BPJS Kesehatan memanfaatkan fingerprint untuk penerbitan e-SEP, validasi klaim rumah sakit secara digital melalui e-VEDIKA, dan memperketat upaya pencegahan fraud di fasilitas kesehatan.

“Kami juga bersinergi dengan merangkul sejumlah pihak perbankan dalam menyediakan layanan Supply Infrastructure Financing (SIF) untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana FKTP,” ujar Ghufron.

Laman: 1 2

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM