Connect with us
PERTAMINA

Finansial

BNI dan Grab Jalin Kerjasama Digital Financial Solution

MediaBUMN

Published

on

BNI

BNI / PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersama dengan Grab, everyday everything app nomor satu di Asia Tenggara telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk kolaborasi kerjasama strategis berbasis inovasi teknologi.

Adapun keduabelah pihak bersepakat untuk menjalin kemitraan terkait kerjasama B2B hingga B2C. Dimana untuk kerjasama B2B saat ini yang berjalan yaitu penyediaan fasilitas BNI Cash Management System.

Kehadiran BNI Cash Management tersebut diharapkan dapay memberi kemudahan bagi para pengemudi grab dalam mencairkan dananya di rekening BNI.

Kemudian untuk kolaborasi B2C terdapat layanan pembayaran pelanggan korporat pada layanan Grab for Business dengan memanfaatkan kartu kredit BNI, layanan GrabWheels serta layanan Taksi GreenLine di Grha BNI dan Menara BNI Pejompongan, serta inisiatif lainnya terkait produk tabungan dan fasilitas kredit dari BNI guna meningkatkan akses finansial bagi para mitra Grab di seluruh Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan di Graha BNI Jakarta oleh Anggoro Eko Cahyo selaku Direktur Bisnis Konsumer, BNI dan Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia yang juga disaksikan oleh Ridzki Kramadibrata, President Grab Indonesia dan Ongki Kurniawan selalu Executive Director Grab Indonesia, serta perwakilan manajemen BNI.
Anggoro Eko Cahyo mengapresiasi kemitraan antara BNI dengan Grab.

Dalam kesempatan tersebut, Eko Cahyo mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terciptanya sinergi yang dibangun antara BNI dan Grab.

“Kemitraan ini diharapkan dapat melengkapi berbagai inisiatif kaya manfaat yang telah diluncurkan oleh Grab bersama dengan BNI selama ini. Kami sangat berharap ke depannya dapat menghadirkan layanan-layanan finansial baru yang dapat memberikan kemudahan bagi mitra pengemudi Grab, nasabah dan seluruh karyawan,” ujarnya. []

Finansial

Pegadaian Tawarkan Produk Tabungan Emas

MediaBUMN

Published

on

Tabungan Emas

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) tawarkan produk Tabungan Emas. Produk tersebut saat ini begitu diminati. Tercatat di 2019 ini, angka titipan emas mengalami peningkatan hingga 80%, yakni mencapai 3,7 ton per Oktober 2019 lalu dibanding dengan Desember 2018 silam yang hanya mencapai 1,69 ton.

Alhasil, produk tabungan emas milik perusahaan pelat merah ino sebagai bentuk layanan penitipan saldo dalam bentuk emas yang memudahkan masyarakat berinvestasi di sektor logam mulia tersebut.

Apalagi hingga saat ini diperkirakan penjualan emas juga mengalami peningkatan mencapai 4,1 ton.

Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian Heri Prasongko menjelaskan target akhir 2019 adalah 4,2 ton. Itu semua menurutnya, diproyeksikan dalam bentuk titipan emas.

“Jadi saat ini dengan nilai 4,2 ton capaian titipan emas optimis melampaui target hingga akhir 2019,” terangnya.

“Sebenarnya kami juga tetapkan target 4,2 ton di akhir 2019. Tapi melihat target yang sudah terlampaui, kami tetapkan target baru, 5,4 ton,” kata Heri.

Disebut Heri, Oktober lalu jumlah nasabah Tabungan Emas Pegadaian mengalami kenaikan mencapai 115% menjadi 3,6 juta.

Kenaikan tersebut didapatkan dari data sebelumnya mencapai 1,6 juta orang.

Bahkan diakuinya saat ini juga rekening tabungan emas itu pun mengalami peningkatan menjadi 3,7 juta rekening.

Apalagi, kata dia, jumlah top up meningkat 69% menjadi 3,2 ton dari 1,9 ton. Angka buyback emas tersebut diektahui tercatat peningkatannya hingga 51% dari 0,948 ton menjadi 1,4 ton.

“Maka dari itu kami hadir dengan tawaran produk yang memudahkan masyarakat. Salah satunya melalui tabungan emas,” katanya.
Dipastikannya terkait keamanan dan keaslian emas yang dititipkan akan tetap terjamin karena pihaknya disampaikannya perusahaanya perusahaan terpercaya.

“Bahkan masyarakat ini sudah dapat mendaftarkan diri ke seluruh cabang agen pegadaian yang ada di Indonesia,” tukasnya.

Sekedar informasi, disampaikannya bagi yang ingin memiliki tabungan emas di Pegadaian adalah sebagai berikut:

Pertama, calon nasabah hanya diminta untuk membawa data diri berupa KTP. Jika tak ada KTP bisa gunakan paspor dan uyang untuk biaya administrasi di awal pendaftaran.

Tak hanya itu saja, nasabah juga dapat mencetak kepingan emas mulai dari 1 gram di seluruh outlet Pegadaian.

Pegadaian juga tak hanya punya program tabungan emas saja, tetapi juga ada layanan investasi emas, salah satu caranya melalui Mulia Pegadaian.

Produk tersebut diketahui terbagi 4, yakni, Mulia Arisan, Mulia Tunai, Mulia Personal dan Mulia Kolektif. Produk tersebut disesuaikan kebutuhan dan kemampuan nasabah pegadaian. []

Continue Reading

Finansial

Kredit BRI Terserap Rp903,14 Triliun Ke UMKM

MediaBUMN

Published

on

kredit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kredit yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk hingga akhir kuartal III-2019 tercatat mencapai Rp903,14 triliun. Dimana penyaluran kredit tersebut 77,60 persennya kredit ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Dengan besaran kucuran dana tersebut BRI berkeinginan terus bisa menjadi lembaga keuangan yang selalu mendukung pemberdayaan UMKM.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Sunarso dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/11).

Menurutnya, perbankan pelat merah yang dipimpinnya tersebut telah menargetkan 80% portofolio pinjaman BRI pada tahun 2022.

Target tersebut adalah pinjaman yang disalurkan ke segmen UMKM. Tercatat sampai akhir kuartal III-2019, penyaluran kredit BRI ke UMKM mencapai 77,60% dari Rp903,14 triliun.

Menurutnya, saat ini perseroan sedang melakukan transformasi untuk bisa terus menjaga dominasi segmen UMKM.

“BRI terus berupaya membawa misi melayani rakyat sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin,” katanya.

Atas dasar itu pulalah, saat ini setiap layanan dioptimalkan, salah satunya digitalisasi layanan perbankan.

Sehingga dengan pengoptimalan layanan tersebut semua akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Semua kita optimalkan dengan go smaller, go shorter, go faster,” ungkapnya.

Untuk itu sampai dengan saat ini, Bank BRI memastikan akan dapat menyasar segmen lebih kecil, dengan proses lebih cepat dan efisien dengan digitalisasi.

“Digitalisasi dilakukan BRI adalah dalam bentuk digitalisasi bisnis. Sehingga dengan metode itu, proses mendigitalkan ini harapannya dapat menemukan model bisnis baru dan dapat menciptakan value, serta sebagai sumber pendapatan baru,” katanya.

Bukti akan keberhasilan digitalisasi yang dilakukan BRI di antaranya adalah dalam mendukung pemberdayaan UMKM.

Salah satu metode yang dilakukan dengan hadirnya aplikasi BRISPOT. Diketahui BRISPOT adalah sebuah aplikasi memproses pinjaman mikro yang menyederhanakan.

Selain itu dapat mengotomasi dan mendigitasi proses pengajuan sampai dengan ke tahapan pencairan pinjaman melalui smartphone.

Saat ini BRISPOT sendiri sudah digunakan 98 persen dari tenaga pemasar mikro BRI di seluruh Indonesia.

Bahkan tercatat sejak awal 2018 sampai akhir kuartal III 2019, BRISPOT sudah digunakan memproses 10,9 juta debitur mikro dengan plafon pinjaman mencapai Rp330 Triliun.

Tak hanya itu saja, diketahui pula BRISPOT terbukti nyata dapat mempercepat proses pengajuan kredit.

Bahkan, dari sisi digitalisasi, BRISPOT dapat merubah proses kredit yang semula berbentuk paper based sampai bisa dalam bentuk paper less.

Alhasil yang dilakukan saat ini dapat lebih efisien. BRI juga pada tahun 2020 menargetkan 80 persen portofolio pinjaman perseroan disalurkan ke UMKM. []

Continue Reading

Finansial

BRILink Hasilkan 1,5 Juta Transaksi

MediaBUMN

Published

on

BRIlink

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah berhasil menjalankan komitmennya dalam meningkatkan jumlah agen BRILink ke pelosok Indonesia.

Agen BRILink ini diketahui juga disebut sebagai agen Laku Pandai. Komitmen peningkatan ini sebuah upaya agar tersebarnya agen BRI diseluruh pelosok negeri yang sebenarnya ditarget hingga akhir September 2019 lalu.

Diketahu dalam komitmen yang terbangun tercatat BRI sudah memiliki 380.461 agen BRI yang saat ini telah tersebar di 49.184 desa di seluruh pelosok Indonesia.

Angka tersebut juga diketahui mengalami peningkatan yang cukup drastis mencapai 39,46% dibanding dengan jumlah agen pada akhir September 2018 lalu yang tercapai sebanyak 272.817.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BRI, Sunarso di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11) mengatakan, para agen BRILink saat ini telah mampu mencatatkan 1,5 juta kali transaksi per hari dengan volume transaksi hingga mencapai Rp500 triliun sepanjang Januari sampai dengan September 2019.

Jadi komitmen ini telah dibangun perusahaan perbankan pelat merah ke masyarakat di seantaro negeri melalui BRILinknya.

“Sebesar Rp500 triliun nilai transaksi yang melalui agen BRI,” kata Sunarso di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Tak sampai disitu saja, Sunarso juga menyatakan bahwa agen BRILink adalah nasabah Bank BRI. Jadi dari Nasabah hingga menjadi perpanjangan tangan BRI.

“Nasabah – nasabah BRI tersebut menjadi kepanjangan tangan BRI dalam memberikan akses kemudahan kepada masyarakat sekitarnya yang juga butuh mendapatkan akses keuangan yang memadai,” katanya menerangkan.

Sehingga secara tidak langsung kata Sunarso, hadirnya para agen BRILink ini memberi banyak keuntungan, di antarnaya terlibat dalam percepatan dalam meningkatkan inklusi keuangan.

“Agen BRILink saat ini telah menjalankan fungsi-fungsinya, meski dengan cara cara yang terbatas sebagai cabang BRI. Namun, mereka juga mendapatkan fee,” paparnya.

Untuk itu, saat ini para agen dijelaskannya telah dilengkapi berbagai fitur yang bisa digunakan, dari mulai transfer uang, setor tunai, sampai dengan pada pembayaran token listrik, dan pembelian pulsa.

“Tentunya dalam hal ini kami akan terus melakukan upaya peningkatan ransaksi agen BRILink,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM