Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Bisnis Telkom Diminta Ubah Strategi, Ini Kata Erick Thohir

Published

on

Bisnis Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis Telkom yang terfokus di bidang teknologi dan komunikasi diminta untuk terus dikembangkan.

Dengan pengembangan ini, diharapkan bisnis perseroan kedepannya bisa semakin maju dan cakupannya lebih luas.

Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong pihak manajemen agar mengubah strategi Telkom dan Telkomsel.

Erick menyebutkan, peluang bisnis yang bisa dikembangkan Telkom dan anak usahanya Telkomsel bisa masuk pada pembangunan infrastruktur dalam mendukung berbagai keperluan.

“Kita ubah strategi Telkom dan Telkomsel, bisa menjalin kerjasama dengan pendidikan rumah sakit, dengan infrastruktur yang dibangun, termasuk pengadaan fiber optic, data center dan penggunaan termasuk tower-towernya,” kata Erick di Universitas Sriwijaya, dikutip Senin (25/10/2021).

Maka dengan perubahan bisnis kedepannya, perusahaan ini diharapkan tetap bisa bersaing sebagai perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.

Namun PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) diminta untuk menyerahkan aset menara telekomunikasi miliknya kepada induk usahanya, yaitu Telkom.

Karena Telkomsel akan difokuskan untuk menjadi perusahaan digital (digital company) yang bertugas mengembangkan platform digital.

Platform digital yang bisa dikembangkan oleh Telkomsel di antaranya game, health tech, edu tech, dan API marketplace.

Bahkan bisnis Telkomsel juga bisa merambah sebagai enabler bagi content creator lokal.

Tercatat hingga saat ini Telkomsel telah mengalihkan lebih dari 10 ribu menara kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sejak tahun 2020 lalu.

Potensi Bisnis Telkom

Sementara VP Investor Relations Telkom Andi menyebut, untuk fokus bisnis Telkom ke depan salah satunya memperkuat bisnis data center.

Emiten berkode TLKM ini sedang dalam proses untuk melakukan konsolidasi semua bisnis data center yang ada di perusahaan tersebut.

Andi menyebut, bisnis data center ini rencananya akan dikelola oleh satu entitas yang ada di dalam group Telkom.

“Rencana konsolidasi untuk pengembangan bisnis data center ini masih dalam tahap kajian. Tahap berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik agar memberikan manfaat besar bagi Telkom,” ungkapnya.

Andi menilai, bisnis Telkom yang merambah ke data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi jika dibandingkan bisnis telekomunikasi.

Secara keseluruhan Telkom memiliki 22 data center yang ada di Indonesia, dan beberapa negara lain yang dikelola tiga anak usaha Telkom. []

Teknologi & Komunikasi

Paket Internet Indihome Telkom Harganya Turun Nih!

Published

on

Paket Internet Indihome

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Paket Internet Indihome dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali diturunkan oleh pihak perusahaan mulai tahun ini.

Layanan unggulan dari BUMN berkode TLKM ini sengaja diturunkan harganya untuk memudahkan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan digital dan internet sehari-hari.

E Kurniawan selaku Vice President Marketing Management Telkom mengatakan, paket internet Indihome ini akan lebih terjangkau dan tetap tersedia berbagai pilihan fitur dan kecepatan.

“Kami selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan juga menurunkan harga paket internet. Tersedia paket dalam lima varian dan enam varian kecepatan,” jelas E Kurniawan dalam siaran pers, Selasa (11/1/2021).

Kelima varian paket internet Indihome ini yaitu internet 3P reguler, 2P phone, 2P TV, 3P digital dan 2P phone digital.

Sementara untuk enam varian kecepatan yang bisa menjadi pilihan konsumen yakni kecepakan 30 Mbps, 40 Mbps, 50 Mbps, 100 Mbps, 200 Mbps, hingga 300 Mbps.

Kurniawan mengatakan, Telkom sengaja membuat beberapa varian paket dan varian kecepatan untuk memudahkan masyarakat dalam berlangganan dan menyesuaikan dengan kebutuhan harian.

Maka bagi masyarakat yang ingin menyederhanakan paketnya juga bisa dilakukan melalui website indihome.co.id dan aplikasi my IndiHome atau pembelian melalui sales force.

“Inovasi ini kita harapkan daapt memudahkan semua pelangganan untuk menikmati layanan IndiHome melalui single billing. Sejauh ini paket internet yang paling banyak diminati masyarakat yaitu varian 2P dan 3P dengan kecepatan 20 Mbps dan 30 Mbps,” kata dia.

Tetap Tingkatkan Kualitas

Terkait harga paket, ia memaparkan bahwa penurunan harga sudah dilakukan sejak tahun 2019 yaitu 2P Phone 20 Mbps yang sebelumnya Rp385 ribu turun jadi Rp345 ribu.

Kemudian di tahun 2020, harganya turun lagi menjadi Rp315 ribu lalu di tahun 2021 menjadi Rp275 ribu.

Kemudian varian 2P TV dengan kecepatan 30 Mbps juga menurun selama 3 tahun terakhir, yakni Rp575 ribu di tahun 2019 menjadi Rp370 ribu di tahun 2021.

Sementara paket 3P 30bMbps juga turun signifikan, dari Rp820 ribu di tahun 2019, menjadi hanya Rp385 ribu di tahun 2021.

“Kami juga meningkatkan kualitas paket internet Indihomen dengan program Higher Speed Same Price, sehungga para pelanggan bisa meningkatkan bandwidth tanpa dikenakan biaya,” ungkapnya.

Ada juga program Up Link Down Link yaitu batas kecepatan upload dan download, yang kini bisa dinikmati pada di angka 1:3, dari sebelumnya di angka 1:5. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Pendapatan Telkom Naik 6,11 Persen

Published

on

Pendapatan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Telkom terus mengalami peningkatan pada kuartal III 2021 sebesar 6,11 persen secara tahunan (YoY).

Total pendapatan Telkom dari Januari-September tahun ini tercatat mencapai Rp106 triliun.

Naiknya pendapatan ini merupakan dampak dari komitmen dan konsistensi langkah transformasi perusahaan yang tetap fokus memberikalan layanan telekomunikasi digital terbaik.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, untuk laba bersih yang didapat di kuartal III juga naik 13,15 persen dari Rp16,68 triliun menjadi Rp18,87 triliun.

Adapun layanan fixed broadband IndiHome dan layanan Telkomsel menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perusahaan yang terus meningkat.

“Di segmen Mobile, Telkomsel berhasil meraup pendapatan Rp65,12 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 7,8 persen secara tahunan. jumlah tersebut memberi kontribusi 61,41 persen terhadap total pendapatan Telkom,” jelas Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, Rabu (24/11/2021).

Dijelaskannya, pendapatan Telkomsel banyak disumbang oleh bisnis digital yang nilainya mencapai Rp50,5 triliun dan memberi kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 77,5 persen per kuartal III tahun ini.

Peningkatan itu didukung oleh basis pelanggan Telkomsel yang tumbuh sebesar 2 persen dengan jumlah total mencapai 173,5 juta pelanggan di seluruh wilayah.

“Pengguna mobile data saat ini mencapai 120 juta pelanggan, dengan lalu lintas data Telkomsel meningkat 50 persen,” ungkapnya.

Infrastruktur Teknologi Dorong Pendapatan Telkom

Lebih lanjut, Ririek Adransyah mengungkapkan, kinerja Telkomsel yang melonjak juga berkat dukungan infrastruktur yang terus dibangun, yakni saat ini sudah dibangun sebanyak 132.293 Base Tranceiver Station (BTS) berbasis 4G.

Maka total BTS yang dimiliki perusahaan hingga September lalu sudah mencapai 245.710 unit, dengan persentasi hampir 80 persen di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Di sisi lain, pendapatan IndiHome dari segmen consumer juga melonjak hingga 21,9 persen menjadi Rp19,6 triliun dan berdampak pada EBITDA margin IndiHome yang juga naik menjadi 50 persen.

Pertumbuhan signifikan ini juga karena adanya penambahan pelanggan baru sebanyak 450 ribu atau naik 9,2 persen secara tahunan.

Sehingga total pelanggan IndiHome di bulan September lalu sudah mencapai 8,47 juta pelanggan, dan ARPU IndiHome juga naik dari Rp270 ribu menjadi Rp274 ribu.

Guna meningkatkan kualitas dan pengalaman digital pelanggan, pihak perusahaan terus melakukan pengayaan konten secara berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten global.

Beberapa yang sudah menjalin kerjasama di antaranya Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia dan Neptune TV, dan kanal dokumenter kehidupan laut dengan KKP.

Ririek menyebut, pihaknya juga mencatat kinerja yang kian membaik pada segmen Enterprise serta Wholesale dan International Business (WIB) yang masing-masing tumbuh 20,5 persen menjadi Rp13,8 triliun dan 2,6 persen yoy menjadi Rp 10,5 triliun. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Saham Mitratel Dilepas ke Publik, Telkom Incar Dana Rp24 Triliun

Published

on

Saham Mitratel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham Mitratel atau PT Dayamitra Telekomunikasi dalam waktu dekat akan dilepas ke publik melalui initial public offering (IPO).

Dengan melepas saham mitratel, pihak perusahaan mengincar dana segar yang nilainya fantastis, mencapai Rp15 triliun hingga Rp24 triliun.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini memang sebelumnya sudah menyiapkan langkah untuk IPO, lantas akan digunakan buat apa dana sebesar itu?

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Ardiansyah mengatakan, dana hasil IPO saham ini akan dimanfaatkan untuk membangun sejumlah tower telekomunikasi yang baru.

Dana segar hasil IPO juga akan digunakan untuk belanja modal (Capex) dan juga mengakuisisi tower dari perusahaan lain.

“Dana ini akan kita gunakan untuk membangun tower baru, untuk belanja modal dan menambah tower dengan mengakuisisi tower dari perusahaan yang lain,” jelasnya.

Adapun harga saham dari anak usaha Telkom ini akan ditawarkan di pasar modal nantinya berkisar Rp775 hingga Rp975 per saham.

Sementara jumlah saham yang dilepas maksimal 25,54 miliar saham dengan target dana maksimal di angka Rp24 triliun.

“Total dana yang diharapkan yaitu Rp15 hingga Rp24 triliun dan semuanya akan masuk kepada PT Dayamitra Telekomunikasi,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Rabu (10/11/2021).

Untuk tanggal efektif pernyataan pendaftaran IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu mulai 12 November 2021, sementara masa penawaran umum saham mulai 16-18 November 2021.

Selanjutnya penjatahan dan distribusi saham Mitratel mulai 18 hingga 19 November, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia tanggal 22 November.

Ririek memastikan aksi korporasi dengan pelepasan saham anak usaha ini akan membawa pengaruh positif pada kinerja perusahaan.

Terlebih modal yang masuk akan memperkuat modal bagi Telkom di bisnis tower telekomunikasi, sehingga dapat terus melakukan pengembangan.

Menurutnya, proses IPO saham Mitratel ini sudah dirancang sejak tahun lalu dengan berbagai persiapan, mulai dari sisi bisnis hingga perizinannya.

IPO ini juga sudah mendapat izin dari Kementerian terkait pada bulan Agustus lalu.

“Kita berharap langkah IPO ini akan berdampak positif pada valuasi dan harga saham Telkom. Ini juga tentunya akan memperkuat permodalan untuk kita mengembangkan bisnis lebih lanjut. Baik organik maupun anorganik,” kata Ririek. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!