Bisnis Pariwisata Kinclong, Debitur KUR BNI Naik Kelas

oleh
Bisnis pariwisata

Bisnis pariwisata Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat baik, khususnya di daerah-daerah potensi wisata sebut saja Bali dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di kedua daerah tersebut bisnis pariwisata tumbuh sangat signifikan dan menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan bisnis, sehingga layak mendapatkan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) lanjutan atau KUR bagi pengusaha yang dinilai layak naik kelas.

Berkaca pada hal itu, Bank Negara Indonesia (BNI) tengah menyiapkan proses penyaluran KUR bagi pengusaha yang naik kelas tersebut dengan lebih cepat dan mudah.

BNI menyerahkan KUR Naik Kelas tersebut secara simbolis kepada 6 pengusaha lainnya di Bali serta 5 pengusaha bisnis Pariwisata asal Labuan Bajo dan sekitarnya (10/9).

Penyerahan KUR tersebut berbarengan dengan kunjungan Menteri Badan Usah Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno bersama beberapa direktur utama BUMN, termasuk Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

Menurut Corporate Secretary BNI Meiliana di NTT khususnya Labuuan Bajo usaha kecil yang naik kelas terus tumbuh seiring bisnis pariwisatanya yang terus tumbuh. Hal ini, imbuhnya, tercermin penyerapan KUR yang disalurkan BNI.

“Penyaluran KUR BNI di wilayah ini hingga Agustus 2019 sudah tembus sekitar 1.000 orang pelaku UMKM,” ujarnya

Secara realisasi penyaluran KUR oleh BNI hingga periode Agustus 2019 telah mencapai Rp12,85 triliun atau mencapai 80 persen dari target 2019. Adapun sebagian besar KUR tersebut disalurkan kepada sektor produksi, yang mencapai sebesar 51,8 persen dari total KUR yang telah didistribusikan hingga Agustus 2019. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *