Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Bisnis Hotel Wijaya Karya Siap Dilebur Jadi Holding BUMN

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bisnis hotel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis hotel yang dikelola PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan digabungkan dalam holding BUMN perhotelan yang digagas oleh Kementerian BUMN.

Pihak Wijaya Karya menyatakan setuju dan siap melaksanakan rencana konsolidasi bisnis hotel bersama sejumlah perusahaan pelat merah yang juga menjalankan bisnis perhotelan.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya menyatakan pihaknya mengapresiasi rencana konsolidasi dari Kementerian BUMN tersebut.

“Kami siap mengikuti arahan dari Kementerian dan menjalankan strategi dalam pembentukan holding hotel BUMN ini,” kata Mahendra, Kamis (17/9/2020).

Diketahui, ada lima BUMN yang telah menandatangani nota kesepahaman untuk konsolidasi pengembangan bisnis hotel yang dikelola tiap BUMN.

Kelima perusahaan itu adalah PT Garuda Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pertamina, PT Wijaya Karya dan PT Pegadaian.

Adapun bisnis hotel milik Wijaya Karya selama ini dijalankan oleh salah satu anak usahanya yakni PT Wijaya Karya Realty.

Wika Realty didirikan pada tahun 2000 lalu yang juga melayani bidang pembangunan, pengelolaan perumahan dan perkantoran.

Saham perusahaan ini dikuasai oleh PT Wijaya Karya secara dominan yaitu sebanyak 93,05 persen.

Diketahui, anak usaha WIKA ini mengelola 7 hotel yang berada di Pulau Jawa, Sulawesi dan Bali.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Wika Realty memiliki Kyriad Hotel Airport Tangerang, dan Best Western Premiere The Hive Hotel.

Perusahaan ini juga mengelola bisnis hotel di Jawa yaitu Best Western Papilio Hotel di Surabaya Jawa Timur, dan Best Western Premiere La Grande Hotel di Bandung, Jawa Barat.

Sementara di Pulau Bali, anak usaha WIKA ini memiliki Golden Tulip Jineng Resort Bali dan Wyndham Tamansari Jivva Resort.

Kemudian di Sulawesi juga memiliki serta Best Western The Lagoon Manado Hotel di Sulawesi Utara.

Pada laporan keuangan perusahaan, tercatat keuntungan yang didapat dari sektorbisnis hotel menunjukkan tren kenaikan.

Di akhir tahun 2019, Wika Realty mengantongi laba sebesar Rp172,75 miliar dari total penjualan Rp1,48 triliun.

Laba itu meningkat 0,58 persen dibandingkan tahun 2018 senilai Rp172,02 miliar dari total penjualan Rp1,35 triliun. []

Konstruksi & Properti

Proyeksi Bisnis 2021, Ini Target Waskita Karya!

CHRIESTIAN

Published

on

Proyeksi bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyeksi bisnis sejumlah korporasi tentunya masih sangat mempertimbangkan dampak pandemi yang diproyeksikan masih berlanjut.

Namun, program vaksinasi yang digencarkan pemerintah setidaknya memberikan harapan bahwa perekonomian akan kembali tumbuh dan berdampak baik terhadap bisnis.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai BUMN di sektor konstruksi misalnya, memiliki proyeksi bisnis yang cukup optimis dimana perseroan membidik kontrak baru mencapai Rp31,6 triliun di tahun 2021.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono kontrak baru yang dibidik itu mengalami kenaikan sebesar 16,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Proyeksi bisnis kami sangat optimis dengan target kontrak baru sebesar Rp31,6 triliun yang berasal dari proyek pemerintah dan sebagian dari pengembangan investasi perseroan,” jelasnya.

Untuk kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah, lanjut Destiawan, perseroan menargetkan sebesar 30 persen kemudian dari BUMN sebesar 25 persen, swasta 22 persen dan sisasnya bersumber dari pengembangan investasi.

“Kami targetkan dari kontrak baru tersebut bersumber sebesar 30 persen dari proyek pemerintah, BUMN dan swasta masing-masing 25 persen dan 20 persen kemudian sisanya berasal dari pengembangan investasi Waskita Karya dari sektor properti, tol dan non tol,” paparnya.

Proyeksi Bisnis Pengembangan Investasi

Destiawan Soewardjono memaparkan proyeksi bisnis terkait pengembangan invesatasi perseroan. Menurutnya di tengah rencana melepas 9 ruas tol di tahun 2021, perseroan mempunyai strategi dalam memutar kembali dana yang diraih sehingga mampu menciptakan peluang baru dalam berinvestasi.

Namun Destiawan menegaskan jika tidak semua ruas tol tersebut akan di lepas, namun sebagian akan didivestasi. Meski Cuma sebagian yang didisvestasi tapi tidak semua hasilnya akan digunakan melainkan sebagian akan kembali diinvestasikan.

“Perseroan telah menetapkan beberapa ruas tol yang memiliki recurring income jangka pendek sehingga pendapatan kami di 2021 bisa mencapai target yang dibidik,” terangnya.

Meskipun investasi jangka panjang perseroan berpotensi lepas, tetapi Wakita Karya meyakini mampu berinvestasi yang lebih besar di tahun ini.

“Tidak semua akan dilepas walau potensi kami akan kehilangan. Namun dari pendapatan dan keuntungannya kami yakini di tahun ini perseroan akan berinvestasi yang lebih besar,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Saham ADHI Meroket! Ini Kata Perseroan

CHRIESTIAN

Published

on

Saham ADHI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ADHI / PT Adhi Karya (Persero) Tbk beberapa waktu lalu terus mengalami kenaikan. Dalam sepekan harga saham ADHI naik hingga 16,94 persen.

Manajemen perseroan menilai terdapat beberapa sentimen positif yang mempengaruhi naiknya harga saham ADHI.

Beberapa faktor tersebut antara lain perolehan 6 penghargaan MURI dan pekerjaan pengecoran bentang panjang terakhir dari pembangunan proyek LRT Jabodebek.

“Perseroan melakukan penandatanganan kontrak baru proyek jalan tol Solo Yogya serta tol Serang-Panimbang dengan nilai mencapai Rp8,7 triliun,” tulis Direktur Keuangan ADHI Agung Dharmawan dalam keterbukaan informasi.

Pelat merah ini pada bulan November 2020 juga berhasil meraih kenaikan kontrak baru yang tumbuh 130,7 persen apabila dibandingkan perolehan pada bulan sebelumnya tahun yang sama.

Dimana pada bulan Oktober 2020 ADHI hanya memperoleh kontrak sebesar Rp7,5 triliun kemudian naik menjadi Rp17,2 triliun pada November 2020.

“Ini juga menjadi salah satu sentimen positif bagi saham ADHI,” ujarnya.

Selain itu, beroperasinya pelabuhan Patimban dimana perseroan berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi juga memberikan sentiment yang positif terhadap pasar.

“Sentimen positif juga terlihat dari anggaran infrastruktur APBNI 2021 yang naik menjadi Rp414 triliun serta penandatanganan pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi,” tambahnya.

Adapun lembaga tersebut akan bernama Indonesia Investment Authority (INA). Pembentukan INA hingga sekarang ini masih dalam tahap finalisasi, jadi belum ada proyek ataupun terkait pendanaan dari INA.

Di tahun 2021 perseroan diproyeksikan akan memperoleh pendapatan yang sangat baik, mengingta berbagai kontrak baru di tahun 2020.

Selain itu ADHI juga membidik perolehan kontrak baru yang naik 20 persen di tahun 2021 menjadi Rp24 sampai Rp25 triliun.

“Untuk laba bersih di tahun depan tentunya kita targetkan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2020, meskipun masih belum pulih seperti perolehan di tahun 2019,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Diguyur WIKA Rp2,35 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

PT Wijaya Karya Serang Panimbang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk / WIKA mendapatkan pinjaman sebesar Rp2,35 triliun.

WIKA Sebagai Induk Perusahaan menyuntik dana tersebut dimana nantinya akan digunakan untuk kelancaran proyek tol Serang Panimbang, salah satunya dalam membayar kontraktor.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena WIKA merupakan salah satu pemegang saham PT Wijaya Karya Serang Panimbang.

“Perseroan memiliki saham atas di PT Wijaya Karya Serang Panimbang yaitu sebesar 83,42 persen,” tambahnya.

Selain WIKA, terdapat juga PT PP Tbk dan Jababeka Infrastruktur yang masing-masing memiliki porsi saham sebesar 15,64 persen dan 0,94 persen.

Lebih lanjut Mahendra mengatakan jika transaksi tersebut bukan transaksi material karena jumlahnya hanya 14,47 persen dari total ekuitas perseroan.

Setelah pencairan pinjaman PT Wijaya Karya Serang Panimbang dilakukan maka kas dan setara kas perseroan akan turun menjadi Rp4,72 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp7,07 triliun. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!