Connect with us
PERTAMINA

Jasa Keuangan

Bisnis Baru Berbasis IT, Pegadaian Siapkan Capex Rp320 Miliar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bisnis baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis baru PT Pegadaian terus dikembangkan dengan sistem digital untuk memberikan layanan terbaru di masa kenormalan baru.

Saat ini ada empat bisnis baru dengan dukungan digitalisasi yang digarap oleh Pegadaian, mulai dari Gold Card, gadai dropbox, digital lending, dan high touch to high tech.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi untuk menyesuaikan pelayanan yang mengikuti perkembangan zaman.

“Kami sedang mengembangkan bisnis baru berbasis teknologi, sehingga layanan yang kami berikan dapat meminimalisir kontak langsung antara karyawan dengan nasabah,” ujarnya.

Kuswiyoto pun menjelaskan empat bisnis baru Pegadaian yang sedang disiapkan tersebut.

Yang pertama transaksi gadai dropbox, yaitu nasabah tidak perlu memberikan langsung barang gadai kepada petugas Pegadaian.

Nasabah cukup meletakkannya di dropbox, lalu nilainya akan ditaksir, jika harganya sesuai, pegadaian akan membayarkan jumlah pinjaman ke rekening masing-masing nasabah.

“Dengan system ini nasabah tidak perlu khawatir barangnya akan tertukar,” ujar Kuswiyoto.

Bisnis yang kedua Gold Card, yakni kartu kredit ke nasabah berdasarkan tabungan emas yang dimiliki. Cold Cart nantinya juga bisa digunakan untuk berbelanja karena jaminannya tabungan emas.

Namun untuk produk ini, masih dalam hahap percontohan, dan diharapkan dapat segara dilaunching.

Ketiga, yaitu bisnis high touch to high tech, yaitu kerjasama Pegadaian dengan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) survey awal usaha nasabah secara online serta analisis menggunakan big data dan credit scoring. Hal ini memungkinkan untuk nasabah membuka rekening melalui e-KYC.

“Dengan kerjasama ini, untuk pengajuan gadai dan pengembalian agunan bisa dengan konsep on demand. Menggadaikan barang sekarang bisa diantar dengan ojek online seperti Gojek dan Grab. Jadi masyarakat yang tidak punya waktu bisa melakukan dengan cara ini,” jelasnya.

Yang terakhir adalah bisnis digital lending dengan dua skema yaitu peer to peer lending dan direct lending.

Untuk skema direct lending, Pegadaian akan menyalurkan kredit modal produktif dengan sistem fidusia dan jaminan invoice melalui platform internal.

Sedangkan skema kedua, Pegadaian menyalurkan kredit modal kerja bekerja sama dengan fintech yang sudah ada.

Concern Bisnis Baru

Direktur Teknologi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal (capex) untuk bisnis baru berbasi IT senilai Rp 320 miliar sepanjang 2020.

“Kami akan menggunakan teknologi agar tetap eksis dan mampu bersaing. Jadi tidak bisa dipisahkan antara belanja modal dan biaya operasional dengan total sekitar Rp 640 miliar,” ujar Teguh.

Dana itu, kata Teguh akan digunakan untuk mengembangkan berbagai server dan aplikasi Gadai Digital, serta pengembangan network untuk modernisasi IT di cabang dan pusat.

Dana ini juga akan digunakan untuk meningkatkan keamanan pada semua proses digitalisasi maupun produk digital Pegadaian.

“Kalau dulu IT hanya untuk mendukung bisnis, sekarang IT sudah menjadi proses transaksi sehingga harus benar-benar aman,” tutupnya. []

Jasa Keuangan

Utang PNM Senilai Rp390 Milliar Kepada Investor Lunas

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Utang PNM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang PNM atau PT Permodalan Nasional Madani (Persero) senilai Rp390 miliar resmi dilunasi pada Jumat, (25/9/2020).

Utang PNM itu berupa surat utang jangka menengah atau medium terms notes (MTN) XVIII tahun 2018 Seri A.

Surat utang jangka menengah ini digunakan pihak PNM untuk modal kerja yang disalurkan sebagai pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ultra mikro yang jatuh tempo pada 27 September 2020.

Sunar Basuki selaku Executive Vice President Keuangan dan Operasional PT PNM (Persero) mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kepercayaan investor.

Salah satunya dengan melunasi setiap utang PNM dan kewajiban yang akan jatuh tempo termasuk, surat utang jangka menengah tahun 2018.
Menurut Basuki, meskipun PT PNM juga terdampak pandemi covid-19, namun likuiditas perusahaan masih tetap terjaga.

“Hal itu lantaran ekonomi nasabah yang kami biayai saat ini kembali bangkit. Pertumbuhan penyaluran pembiayaan sudha terjadi sejak awal semester II tahun ini, dan menjadi momentum kebangkitan kinerja perseroan,” kata Basuki di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Tercatat hingga 24 September 2020, penyaluran pembiayaan dari PNM sudah mencapai Rp16,0 triliun untuk program Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dan PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Pada periode yang sama, outstanding PT PNM mencapai Rp19,1 triliun, sementara rasio non performing loan (NPL) konsolidasi pada level 1,38 persen

“Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, kami telah menyalurkan pembiayaan kepada 6.838.121 nasabah. Agar dapat tetap produktif selama pandemi, perseroan juga tetap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada nasabah melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha,” jelasnya.

Sebagai informasi, surat utang jangka menengah (MTN) XVIII PT PNM tahun 2018 Seri A diterbitkan pada 27 September 2018 dan memiliki besaran bunga 9,25 persen.

Sebelumnya, perusahaan pembiayaan ini juga telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap 1 Seri A Tahun 2017 sebesar Rp750 milliar yang jatuh tempo pada 12 Juli lalu.

Saat ini PT PNM memiliki lebih dari 3.000 kantor layanan di seluruh daerah di Indonesia yang melayani Usaha Mikro dan Kecil di 34 Provinsi, 427 Kabupaten/Kota, dan 4.290 Kecamatan.

Continue Reading

Jasa Keuangan

Pefindo Biro Kredit Perkuat Layanan Berbasis Digital

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pefindo Biro Kredit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pefindo Biro Kredit terus berupaya memperkuat manajemen perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis yang sedang dijalankan.

Ekspansi yang dimaksud adalah perluasan pangsa pasar dan pengembangan produk yang berbasis layanan data digital dan teknologi.

Penguatan strategi bisnis PT Pefindo Biro Kredit ini diharapkan dapat semakin dipacu usai perombakan jajaran direksi dan komisaris di perusahaan tersebut.

Diketahui, perusahaan pelat merah ini baru saja merombak susunan pengurusnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

Dalam RUPS ini ditetapkan susunan pengurus baru yaitu Komisaris Utama Hamdi Hassyarbaini dan Komisaris Endang Kussulanjari Tri Subari.

Kemudian di jajaran Direksi, Direktur Utama ditempati Yohanes Arts Abimanyu sementara dua jabatan Direktur diisi oleh M. Mukhlis
dan Wahyu Trenggono.

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit, Yohanes Arts Abimanyu menjelaskan perubahan ini merupakan wujud komitmen pemegang saham untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan yuang berkesinambungan.

“Manajemen yang baru dilantik ini diharapkan bisa mendorong percepatan pertumbuhan bisnis perusahaan sesuai perkembangan usaha yang semakin dinamis,” jelas Abimanyu, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, tansformasi layanan digital dan perkembangan industri jasa keuangan saatini berkembang pesat.

Perubahan itu menuntut semua pihak terus beradaptasi dan melakukan berbagai inovasi untuk menyediakan layanan informasi perkreditan bagi industri jasa keuangan.

“Termasuk memperluas basis keanggotaan serta mendukung peningkatan inklusi keuangan, dan terus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dalam melakukan kegiatan usaha termasuk aspek keamanan informasi,” jelasnya.

Pefindo Biro Kredit Jadi Solusi

Adapun saham perusahaan ini dimiliki sejumlah perusahaan yaitu PT Pefindo, PT Pegadaian, PT Taspen, PT Bursa Efek Indonesia, PT Telkom Sigma, PT Consumer Information Consulting, dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

Bisnis Pefindo Biro Kredit selama ini yaitu pengumpulan data kredit dari lembaga keuangan dan data non kredit dari sejumlah lembaga dan instansi publik.

Data itu lalu diolah dan disajikan, di antaranya dalam bentuk laporan dan skor yang dapat diakses oleh para anggota yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 308 lembaga.

Abimayu berharap layanan dari perusahaan tersebut bisa menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan lembaga keuangan di setiap tahap siklus kredit secara terintegrasi.

“Dengan layanana itu tentunya akan dapat meningkatkan kualitas kredit, menurunkan Non Performing Loan (NPL), mengurangi ketidaksesuaian informasi dan mendukung inkulasi keuangan dalam hal akses ke pembiayaan,” tambahnya.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini PEFINDO Biro Kredit memiliki layanan dengan brand IdScore yang menyediakan enam produk informasi perkreditan unggulan yaitu IdScore, IdReport, IdScore+ yang merupakan kombinasi IdScore dan IdReport, IdMarket Profile, IdBenchmarking, dan IdAlternativeScore. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Pendanaan PT SMI ke Sektor Energi Baru Terbarukan Masih Minim

EKO PRASETYO

Published

on

Pendanaan PT SMI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendanaan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) di bidang pengembangan energi baru terbarukan (EBT) hingga saat ini masih minim.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR-RI , Jakarta, Senin (21/9/2020).

Edwin mengatakan, meski pendanaan PT SMI untuk sektor EBT masih kecil, tapi pendanaan di sektor ini mencakup banyak sumber energi.

Seperti pengembangan biomassa, mini hidro, pengolahan panas bumi dan pembangkit tenaga angin di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan, PT SMI sudah berkomitmen dalam pengembangan energi terbarukan dan akan mengeluarkan pendanaan untuk 11 proyek.

“Total komitmen pendanaan PT SMI yang diberikan lebih dari Rp2 triliun. Proyek tersebut menghasilkan daya berkapasitas lebih dari 475 megawatt,” ujarnya.

Pendanaan PT SMI ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim, karena sudah ada dukungan pemerintah dan SMI pada sektor bumi khususnya pada tahapan eksplotasi.

Ia menjelaskan, berbagi dukungan ini bisa dalam bentuk pinjaman langsung.

Seperti halnya di PLTP Dieng dengan kapasitas 10 megawatt, proyek penugasan Waesano di Manggarai Barat dengan potensi 30 megawatt dalam pengeboran eksplorasi oleh Pemerintah.

Kemudian pengeboran oleh BUMN dengan memberikan fasilitas pinjaman dengan porsi de-risking dan mitigasi risiko sumber panas pengeboran swasta dengan fasilitas pinjaman dengan porsi de-risking dari donor.

“Dalam regulasi terhadap EBT ini perlu pembagian risiko yang optimal. Pada prinsipnya, setiap risiko harus dialokasikan kepada pihak yang tepat untuk mengelola. Diperlukan juga regulasi yang kondusif untuk mendorong investasi,” ujarnya.

Menurut Edwin, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian dalam pendanaan PT SMI di antaranya kapasitas sponsor proyek, kapabilitas dan rekam jejak EPC, Cashflow yang stabil dari proyek, struktur pembiayaan yang tepat dan pihak-pihak yang kompeten.

Untuk itu, butuh kerjasama yang erat antara pemerintah, BUMN atau swasta untuk memenuhi target 23 persen Energi Baru Terbarukan di tahun 2025 mendatang. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM