Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Bisnis AirNav Indonesia Terdampak Pandemi, Dirut Ajukan PMN untuk Tahun 2023

Published

on

Bisnis AirNav

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis AirNav Indonesia berupa layanan navigasi pesawat mengalami penurunan drastis akibat jumlah pergerakan lalu lintas penerbangan yang merosot.

Hal itu pun berdampak buruk pada pendapatan dan laba usaha BUMN AirNav dalam dua tahun terakhir.

Untuk meningkatkan kinerja dan bisnis AirNav di tahun 2023, Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan ini mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Hal itu disampaikan Direktur Utama AirNav Polana B Pramesti kepada awak media saat ditemui di Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

Polana mengatakan, pengajuan suntikan PMN ini sudah disampaikan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, namun belum ada kepastian.

Pasalnya, saat ini pengajuan PMN itu masih dibahas oleh pemerintah, dan Polana berharap ini bisa menjadi pengajuan pertama sekaligus yang terakhir untuk AirNav Indonesia.

“Nilai PMN yang kita ajukan tidak terlalu besar kalau dibandingkan dengan PMN di perusahaan BUMN yang lain dan saat ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Meski tidak menyebutkan nilai PMN yang diajukan, Polana memastikan dana itu nantinya akan digunakan untuk meningkatakan kualitas pelayanan dan melakukan transformasi pada bisnis AirNav.

Ia mengakui sejak terjadinya pandemi covid-19 di awal tahun 2022, bisnis AirNav Indonesia sangat terimbas, hingga pendapatan perusahaan anjlok akibat jumlah pergerakan pesawat yang turun drastis.

Setelah pandemi dua tahun sejak 2020, kinerja Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia tersebut sangat terimbas oleh pandemi Covid-19.

Belajar dari kondisi saat pandemi, pihak perseroan kini mulai menggali berbagai potensi sumber pendapatan yang baru di luar layanan navigasi.

Menurut Polana, kesulitan finansial yang sempat dialami perusahaan karena bisnis yang dijalankan hanya hanya mengandalkan trafik dari maskapai.

“Dengan pengalaman sebelumnya, kami ingin berinovasi untuk mengembangkan peluang bisnis AirNav di luar pergerakan penerbangan. Dengan tambahan modal dari PMN, kami berharap kinerja ke depannya semakin membaik,” kata mantan Direktur Jenderal Perhubungan Udara tersebut.

Namun untuk saat ini, mayoritas aset AirNav berupa tower memang belum bisa dimaksimalkan untuk mencari pendapatan baru di luar penerbangan.

Ia mencontohkan, seperti BUMN penerbangan lainnya, PT Angkasa Pura bisa mendapat sumber pendapatan lain, sementara AirNav murni dari trafik pesawat saja.

“Untuk itu kami sekarang sedang gencar menggali peluang bisnis yang baru. Saat ini potensi yang menjanjikan adalah pendapatan lain yang bisa dimonetasi,” ucapnya. []

Transportasi

Operasional Garuda Pasca PKPU, Terbangkan 70 Pesawat Per Hari

Published

on

Operasional Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Operasional Garuda Indonesia dipastikan bakal tetap lanjut setelah sempat terancam gulung tikar akibat utang.

Setelah adanya kesepakatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maka operasional Gadura kembali dioptimalkan untuk melayani berbagai rute penerbangan.

Bahkan pihak Maskapai dengan semua lessor telah sepakat untuk menerbangkan 70 pesawat per hari rute domestik dan mancanegara.

Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan jumlah ini sudah mencukupi untuk operasional Garuda dalam memastikan pemulihan bisnis pasca PKPU.

Dengan penerbangan 70 pesawat per hari, Irfan berharap kebutuhan publik untuk terbang bisa terlayani dengan baik.

“Karena jumlah pesawat yang beroperasi selama ini masih kurang, kami banyak sekali mendapat complain dari penumpang. Maka harapan kami bisa menerbangkan 70 pesawat per hari agar frekuensinya bertambah,” kata Irfan dalam program Market Review, Rabu (22/6/2022).

Untuk operasional Garuda pasca PKPU, ia menyebut sejak hari Jumat pekan lalu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengefektifkan armada pesawat.

Namun ia juga menyebut bahwa persoalan pesawat ini tidak bisa dipersiapkan secara langsung, karena pihak maskapai harus menunggu slot dari bagian maintenance facility.

Sementara bagian maintenance juga perlu mempersiapkan sparepart yang dibutuhkan agar pesawat benar-benar dalam kondisi siap terbang.

“Mesti dipersiapkan semua agar penerbangan 70 pesawat ini tidak hanya sekadar kewajiban saja, tapi juga menjadi peluang agar kita bisa meningkatkan kinerja yang selama ini mengalami penurunan,” tambahnya.

Terkait rute yang akan dilayani, emiten berkode GIAA ini hanya akan menerbangkan pesawat ke rute yang menghasilkan profit paling tinggi.

Namun pihak maskapai tetap menerbangkan pesawat ke beberapa rute dengan profit rendah sebagai kewajiban accessibllity.

Ia menyebut fokus operasional Garuda pasa PKPU untuk jalur domestik di adalah kawasan wisata seperti Bali, Surabaya, Medan, dan Ujung Pandang.

Namun perseroan bakal tetap memantau demand dan pergerakan ke berbagai wilayah agar jumlah penerbangan menuju wilayah tertentu bisa ditambah sesuai peningkatan traffic.

“Misalnya ke wilayah Labuan Bajo dan Lombok. Kemudian ke beberapa kota yang tadinya biasa saja tapi terjadi peningkatan traffic seperti Pontianak dan Jayapura, jadi kita akan fokus ke sana,” tandasnya. []

 

Continue Reading

Transportasi

Peresmian LRT Jabodebek Pada 17 Agustus Batal? Ini Penjelasan Adhi Karya dan KAI

Published

on

Peresmian LRT Jabodebek

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Peresmian LRT Jabodebek yang selama ini ditargetkan bakal digelar pada 17 Agustus 2022 nanti terancam batal.

Pasalnya ada beberapa hal yang masih harus dipastikan sebelum peresmian LRT Jabodebek atau Light Rail Transit ini dimulai.

Pihak Kementerian Perhubungan RI memperkirakan peresmian atau soft launchingnya baru akan dimulai pada akhir Desember tahun ini.

Hal itu disampaikan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI, Zulfikri yang menyebut bahwa pengoperasian teknis LRT Jabodebek sampai saat ini masih dalam pembahasan.

Menurut Zulfikri, jika melihat dari sisi kesiapan, soft launching berupa uji coba ini memang belum siap jika digelar di bulan Agustus, yang artinya tinggal 2 bulan lagi.

Ia menegaskan, operasional moda transportasi LRT ini harus benar-benar dipastikan siap, mulai dari sisi petugas, keamanan dan juga keselamatan penumpang.

“Jadi beroperasi harus dipastikan dulu keamanan dan keselamatannya, makanya menurut kami launching baru bisa dilakukan di Desember, kalau Agustus ini saya kira belum siap,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Terkait rencana peresmian LRT Jabodebek ini, sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) sudah memastikan aspek keamanan dan keselamatannya.

Menurut Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, aspek keselamatan memang menjadi fokus utama dari pihaknya jelang operasional.

Untuk itu, BUMN Transportasi ini juga berinisiatif menjalin kerjasama dengan Basarnas dalam membangun kesiapan operasional LRT Jabodebek.

“Kita mengupayakan agar aspek keselamatannya terpenuhi, salah satunya bekerjasama dengan Basarnas untuk upaya preventif dan jika dibutuhkan contingency action,” ungkapnya.

Didiek menjelaskan moda transportasi ini dioperasikan di atas ketinggian, sehingga tingkat keselamatannya harus lebih terjaga dibandingkan kereta api biasa.

PERESMIAN LRT JABODEBEK DIPASTIKAN MUNDUR

Dihubungi terpisah, PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktor yang menggarap proyek ini juga memberikan respon atas kemungkinan molornya jadwal peresmian LRT Jabodebek.

Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto mengatakan, pihaknya sebagai stakeholders pembangunan proyek masih menunggu keputusan Kemenhub.

“Terkait mundur atau tidaknya dari tanggal 17 Agustus nanti, itu semua Kementerian Perhubungan yang tentukan, kita tunggu saja,” kata Farid, Minggu (19/6/2022).

Di sisi lain, EVP LRT Jabodebek PT KAI, M Purnomosidi menjelaskan sejauh ini rencana soft launching di tanggal 17 Agistus nanti menurutnya masih memungkinkan.

Namun launching ini hanya dilakukan pada LP 1 dan LP 2 Cibubur Line, karena berbagai persyaratan yang dibutuhkan sudah siap.

Menurutnya, kendala yang masih dihadapi tim di lapangan sebelum uji coba dimulai adalah urusan persinyalan dan detail penyesuaian pintu di stasiun.

“Maka kami terus intens berkoordinasi dengan berbagai pihak, tapi untuk soft launching LP 1 dan LP 2 Cibubur Line Insyaallah bisa di tanggal 17 Agustus ini,” tutupnya. []

Continue Reading

Transportasi

Jalur Penyeberangan ASDP Segera Dibuka, Kebut Persiapan 2 Lintasan Rute Baru

Published

on

Jalur penyeberangan ASPD

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jalur penyeberangan ASPD di dua lintasan yang baru akan segera dibuka oleh Pemerintah, untuk itu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan persiapan di berbagai bidang.

Adapun dua jalur penyeberangan ASPD yang bakal dibuka oleh Kementerian Perhubungan adalah rute Jangkar-Lembar dan Jangkar-Kupang.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, rencana pembukaan rute ini sudah disosialisasikan bersama Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI.

Maka PT ASDP selaku BUMN Penyeberangan terus melakukan persiapan untuk mendukung operasional pelabuhan dan jalur baru ini.

“Untuk memastikan jalur penyeberangan ASDP ini berjalan lancar, kami melakukan persiapan. Mulai dari infrastruktur jalan, infrastruktur dermaga, armada kapal, system operasional, hingga sumber daya manusia,” jelas Shelvy Arifin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, persiapan dilakukan secara gotong royong bersama Kemenhub, Pemda Situbondo, Pemprov Jawa Timur, BPH Migas, serta stakeholder terkait lainnya.

Pihak ASDP juga mengapresiasi dukungan penuh pemerintah terhadap pembukaan jalur penyeberangan ASPD Jangkar-Lembar dan Jangkar-Kupang ini.

Dengan adanya rute ini, diharapkan dapat melancarkan arus transportasi angkutan orang dan barang Jangkar (Situbondo, Jawa Timur) dan Lembar (Nusa Tenggara Barat).

“Sosialisasi yang kami lakukan bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menjadi bukti dukungan penuh pemerintah untuk dimulainya operasional Pelabuhan Penyeberangan Jangkar,” ungkapnya.

Shelvy Arifin menambahkan, dibukanya jalur penyeberangan ASDP ini adalah bagian dari upaya menjaga konektivitas jalur laut antarpulau di Indonesia.

Untuk diketahui Pelabuhan Jangkar terletak di Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jatim yang merupakan pelabuhan utama lintas penyeberangan regional dalam Provinsi yang memiliki beberapa tujuan ke daerah Sumenep.

Pelabuhan ini sudah dilengkapi dengan satu unit dermaga ferry berkapasitas 5 ribu GT dan parkir kendaraan dengan kapasitas hingga 300 unit.

Kemudian terminal penumpang untuk menampung 500 orang dan lokasi parkir khusus antar jemput dengan kapasitas 100 unit kendaraan.

Lintasan eksisting yang dilayani pelabuhan ini adalah jalur Jangkar – Kangean (88 mil), Jangkar – Kalianget (45 mil), dan Jangkar – Raas (82 mil). []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!