Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Bersih-Bersih BUMN! Ini Deretan Bos BUMN yang dicopot Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Bersih-bersih BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bersih-bersih BUMN! Ya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus melakukan sejumlah perombakan terhadap sejumlah bos-bos BUMN yang dianggap berkinerja kurang baik bahkan dicopot lantaran tersandung kasus.

Meskipun kerap mendapatkan teror, Mantan bos Inter Milan ini tidak segan-segan melakukan melakukan aksi bersih-bersih BUMN. Karena hal tersebut menjadi komitmen Erick ketika diberi mandat Presiden Joko Widodo untuk membawa BUMN ke level yang jauh lebih baik.

Berikut Aksi Bersih-Bersih BUMN Erick Thohir yang Berujung Pencopotan Jabatan Sederet Bos BUMN

1. Garuda Indonesia

Aksi bersih-bersih BUMN yang paling tersorot masyarakat adalah garuda Indonesia. Seperti banyak diketahui bahwa maskapai pelat merah ini sempat ramai diperbincangkan masyarakat bukan lantaran prestasinya melainkan skandal penyeundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang dilakukan oleh Direktur Utama pada waktu itu, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara.

Bukan hanya Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar pun ikut dicopot Erick lantaran turut terlibat dalam kasus tersebut.

2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)

PT ANTAM yang merupakan anggota Holding BUMN Pertambangan pun tak luput dari sorotan Erick Thohir. Erick mencopot Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo, menggantinya dengan Dana Amin.

Menurut Erick, Arie dinilai tidak becus menyelesaikan sejumlah proyek yang terbengkalai, salah satunya proyek Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur.

Selain Arie Prabowo, nama Anton Herdianto dan Rosono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Direktur Pengembangan Usaha pun ikut dicopot dan digantikan oleh Dimas Wikan Pramudhito dan Sutrisno S Tatetdagat.

3. ASABRI

Upaya bersih-bersih BUMN berlanjut kepada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) / ASABRI. Belum lama ini Erick Thohir memberhentikan 2 Direktur ASABRI. Pemberhentian itu dilakukan tidak lama setelah masalah kasus investasi ASABRI mencuat yang diduga merugikan negara hingga Rp10 triliun.

Meskipun ASABRI tidak dinyatakan gagal bayar seperti kasus Jiwasraya, namun Erick terus memantau dan menelusuri kasus ini secara mendalam. Seperti diketahui bahwa portofolio saham milik Asabri sempat anjlok hingga turun mencapai level 90 persen.

4. PT Taspen (Persero)

Iqbal Latanro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama, kemudian diganti oleh Antonius NS Kosasih. Seperti diketahui bahwa nama Iqbal merupakan figure senior di BUMN. Iqbal dibebastugaskan bukan lantaran kinerja Taspen melempem, namun Kementerian BUMN melakukan pergantian Direktur Utama sebagai langkah penyegaran.

5. Pupuk Indonesia

Selain Direksi BUMN, Erick Thohir juga mencopot beberapa nama yang sebelumnya menjabat komisaris. Salah satunya adalah Yanuar Rizky. Sebelumnya nama Yanuar Rizky tercatat sebagai Komisaris Independen Pupuk Indonesia Holding.

Namun pencopotan Yanuar dianggap terjadi kejanggalan karena pemberhentiannya dilakukan di tengah proses finalisasi laporan keuangan yang sedang dilakukan oleh akuntan publik.

Menurutnya, sebagai Ketua Komite Audit Pupuk Indonesia Holding, ada persoalan pengungkapan akuntansi yang seharusnya perlu dibereskan terlebih dahulu, dalam hal ini diselesaikan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). []

HIGHLIGHT BUMN

Ekspansi BUMN Tanpa Analisa Matang Menjadi Beban

CHRIESTIAN

Published

on

ekspansi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspansi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tidak melulu bermuara terhadap sebuah keberhasilan. Ekspansi yang tidak memiliki analisa jangka panjang justru bisa membuat perusahaan tidak efektif dan efisien bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian.

Salah satu ekspansi BUMN yang terus mendapat sorotan yaitu adanya pendirian anak usaha bahkan cucu usaha perusahaan pelat merah yang secara operasionalnya dianggap tidak efektif.

Seperti diketahui belum lama ini Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup sebanyak 51 anak cucu usaha dari perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Tbk.

Langkah Bos Mahaka Grup tersebut banyak mendapat dukungan lantaran perampingan sejumlah perusahaan akan semakin membuat fokus terhadap core bisnis dari perusahaan tersebut.

Salah satu dukungan juga mengalir dari pengamat ekonomi Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita. Menurutnya keputusan Erick Thohir yang menutup anak usaha BUMN dinilai sudah sangat tepat.

Perusahaan pelat merah saat ini banyak melakukan ekspansi dengan mendirikan anak usaha tetapi hal ini tidak diikuti oleh analisa jangka panjang yang matang. Bahkan berkecenderungan menambah beban finansial perusahaan induk.

Ekspansi BUMN dalam mendirikan anak usaha, lanjut Ronny, dinilai masih belum memiliki analisa yang sangat baik sehingga menjadi beban

“Saya kira selama ini BUMN kurang fokus dalam mengelola bisnis utamanya lantaran banyaknya anak usaha yang didirikan. Dengan adanya pemangkasan sejumlah anak cucu usaha maka hal ini bisa mengembalikan perusahaan induk agar lebih fokus pada bisnis utamanya sesuai dengan mandate undang-undang,” Jelas Ronny.

Lebih lanjut, imbuh Ronny di tengah wabah virus Covid-19 saat ini, BUMN berada pada posisi yang tidak mudah, karena selain ikut membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan penyebaran virus, BUMn juga harus menjaga kinerjanya di tengah perekonomian yang tertatih.

Meskipun soal penyebaran bukan menjadi tugas utama BUMN melainkan menjadi tanggung jawab Task Force yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Apabila banyak perusahaan pelat merah yang menyalurkan CSR nya kepada bantuan alat kesehatan penanggulangan virus Covid-19 maka hal ini sangat wajar karena menjadi bagian dari kontribusi BUMN. Intinya, Kementerian BUMN punya tugas untuk membuat BUMN berjalan lebih baik, salah satunya dengan monitoring ekspansi BUMN ketika mendirikan anak usaha,” tutup Ronny. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Kekuatan BUMN Tangani Pasien Corona, Ini Kata Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Kekuatan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kekuatan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam menangani pasien corona memiliki peran yang tidak sedikit. Kemampuan Rumah Sakit BUMN mampu menangani tidak kurang dari 10.000 orang pasien.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika dirinya bersama kementerian yang dipimpinnya, memberanikan diri menaruh angka 10.000 apabila terjadi peningkatan kasus.

“Apabila terjadi outbreak terus meningkat, kekuatan BUMN berani manaruh angka 10.000 pasien yang mampu ditangani rumah sakit BUMN beserta jaringan pendukung lainnya,” jelas Erick kepada Komisi VI DPR (03/04).

Lebih lanjut ia mengatakan jika kekuatan BUMN dalam menangani 10.000 pasien tersebut membutuhkan sebanyak 1,5 juta APD (Alat Pelindung Diri). Untuk APD dan ventilator sebanyak 500 buah, lanjut Erick, tidak bisa dipenuhi oleh BUMN.

“Untuk menangani sebanyak 10.000 pasien maka dibutuhkan setidaknya sebanyak 1,5 juta APD dan 500 buah ventilator. Ini yang belum kita punya. Kekuatan BUMN untuk memnuhi kebutuhan APD dan Ventilator baru seperlima dari kebutuhan tersebut,” papar Erick.

Meskipun APD dan Ventilator masih belum mencukupi, namun BUMN  mampu memenuhi sebanyak 40.000 swab test termasuk kebutuhan farmasi seperti chloroquine dan zithromax.

“Untuk memenuhi kebutuhan farmasi, kita sudah memiliki stok obat baik itu chloroquine, zithromax, dan obat-obatan pendukung lainnya tidak kurang dari 60.000,” tutup Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

51 Anak Cucu Usaha BUMN ditutup Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Anak cucu usaha BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Anak cucu usaha BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang terus menjadi sorotan Menteri BUMN Erick Thohir lantaran jumlahnya yang terlalu gemuk.

Erick menilai jumlah anak cucu usaha BUMN yang telah dipetakan dinilai tidak efisien karena tidak fokus pada core bisnis yang dijalankan.

Bos Mahaka grup ini pun lansung memangkas sebanyak 51 anak cucu usaha BUMN dengan tujuan agar induk perusahaan bisa fokus menjalankan core bisnisnya.

“Good corporate and governance agar BUMN tetap sehat fokus pada core bisnis serta efisiensi yang berkelanjutan,” jelas Erick ketika melakukan video telekonference dengan wartawan (03/04).

Lebih lanjut Erick menyebut jumlah 51 anak cucu usaha BUMN yang dipangkas adalah berasal dari 3 perusahaan yaitu PT Telkom Tbk, PT Pertamina (Persero) dan Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Untuk Garuda Indonesia, jelas Erick, ada 6 anak cucu perusahaan yang ditutup. Kemudian Pertamina terdapat 25 anak cucu usaha yang dipangkas. Sementara itu Telkom sebanyak 20 anak cucu usaha nya yang ditutup.

“Salah satu anak cucu usaha BUMN dari Garuda Indonesia yang ditutup adalah Garuda Tauberes online dari cargo. Garuda kan sudah ada bisnis cargo, tinggal tambah divisi yang ada saja kenapa harus ada switch off lagi,” ujar Erick.

Erick menambahkan jika pemangkasan sejumalh 51 anak cucu usaha tersebut nantinya akan berskema merger, likuidasi maupun divestasi.

Berdasarkan laman resmi Garuda Tauberes, adalah perusahaan yang memiliki tujuan bisnis yang berfokus pada usaha digital sektor logistik dengan cakupan usaha mencakup pengiriman paket serta jasa cargo pesawat.

Garuda Tauberes dirilis sejak 11 September 2019 lalu diharapkan mampu mengatrol bisnisnya seiring pesatnya perdagangan online atau e-commerce saat ini.

Bermodal kargo dari Garuda Indonesia maupun Citinlink, Garuda Tauberes diharapkan bisa bersaing dengan pemain logistik yang sudah eksis sebelumnya.

Untuk mendorong bisnis logistiknya, Garuda Indonesia pun merangkul usaha e-commerce yang sudah dirintis oleh BUMN lain seperti blanja.com nya Telkom serta Sarinah Online milik PT Sarinah (Persero). []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM