Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Belanja Modal ADHI dan WIKA Dipangkas, Dampak Pandemi Covid-19

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Belanja modal

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Belanja modal dua perusahaan pelat merah di sektor konstruksi yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengalami pemangkasan imbas virus corona yang penyebarannya semakin masif.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Parwanto Noegroho mengatakan pihaknya akan mengatur ulang fokus belanja modal perseroan. Total yang dialokasikan pada tahun 2020 semula mencapai Rp5,5 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp3,9 triliun di antaranya akan digunakan untuk pembelian aset tetap.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan Rp1 triliun untuk proyek investasi dan Rp600 miliar untuk penyertaan modal ke anak usaha PT Adhi Karya.

“Belanja modal akan difokuskan hanya untuk proyek investasi. Sedang dikaji dengan mengutamakan belanja yang bisa menghasilkan pendapatan dan arus kas,” ujarnya, (07/04).

Menurutnya, perseroan mempertimbangkan sejumlah skenario buruk yang bisa terjadi akibat pandemi virus corona. Maka rencana perampingan struktur belanja modal ini juga dikaji dalam financial stress test.

“Dalam jangka pendek perseroan akan mengoptimalisasi biaya operasi dan mengalihkan sebagian anggaran untuk biaya penanggulangan virus corona,” jelas Parwanto.

Meski begitu, Parwanto mengatakan dampak corona terhadap kinerja keuangan perusahaan hingga saat ini masih dapat ditangani.

Sementara, Mahendra Vijaya selaku Sekretaris PT Wijaya Karya, juga mengatakan pihaknya sedang mengkaji perampingan struktur belanja modal di tahun ini. Mahendra menerangkan perseroan masih melakukan kajian sensitivitas untuk menghadapi dampak virus corona dalam skala ringan hingga paling berat.

“Perseroan akan melakukan efisiensi biaya usaha, termasuk mengkaji belanja modal yang berasal dari kas. Di antaranya dengan melakukan efisiensi biaya usaha serta mengupayakan cash in. Belanja modal yang mengambil dari sumber kas juga akan dievaluasi, untuk jenisnya yang mana masih dalam kajian,” ujarnya.

Wijaya Karya juga berupaya untuk mendatangkan arus kas penerimaan dari tagihan yang dimiliki, sesuai dengan kontraknya. Meski kondisi tahun ini diperkirakan akan cukup berat, dia menyatakan perseroan tetap optimistis dapat menjaga posisi kas tetap positif hingga akhir 2020.

“Kami juga masih menunggu sampai kapan pandemi wabah Covid-19 ini akan berakhir. Semuanya langkah yang kita ambil tergantung dari kondisi dan kebijakan pemerintah, karena perubahannya cepat,” jelas Mahendra.

Hal senada disampaikan Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan. Saat ini pihaknya masih meninjau rencana pemangkasan belanja modal tahun 2020 ini. Jika terlaksana, pengurangan belanja modal kemungkinan besar akan dilakukan terhadap investasi penyelesaian proyek jalan tol.

“Sementara ini masih dievaluasi, kami masih menggunakan rencana awal. Tahun ini belanja modal terbesar kami adalah untuk investasi penyelesaian jalan tol sebesar Rp16 triliun, nah ini yang kami review,” jelasnya.

Haris mengutarakan perseroan juga masih memiliki posisi arus kas yang cukup baik. Dengan kata lain, perseroan masih bisa melunasi sejumlah kewajiban perseroan saat ini.

Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan sekitar Rp19 triliun untuk belanja modal. Selain untuk penyelesaian sejumlah proyek jalan tol, alokasi ini juga digunakan untuk pembangunan proyek infrastrutkur lainnya, seperti bandara dan pelabuhan. []

Konstruksi & Properti

Proyeksi Bisnis 2021, Ini Target Waskita Karya!

CHRIESTIAN

Published

on

Proyeksi bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyeksi bisnis sejumlah korporasi tentunya masih sangat mempertimbangkan dampak pandemi yang diproyeksikan masih berlanjut.

Namun, program vaksinasi yang digencarkan pemerintah setidaknya memberikan harapan bahwa perekonomian akan kembali tumbuh dan berdampak baik terhadap bisnis.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai BUMN di sektor konstruksi misalnya, memiliki proyeksi bisnis yang cukup optimis dimana perseroan membidik kontrak baru mencapai Rp31,6 triliun di tahun 2021.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono kontrak baru yang dibidik itu mengalami kenaikan sebesar 16,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Proyeksi bisnis kami sangat optimis dengan target kontrak baru sebesar Rp31,6 triliun yang berasal dari proyek pemerintah dan sebagian dari pengembangan investasi perseroan,” jelasnya.

Untuk kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah, lanjut Destiawan, perseroan menargetkan sebesar 30 persen kemudian dari BUMN sebesar 25 persen, swasta 22 persen dan sisasnya bersumber dari pengembangan investasi.

“Kami targetkan dari kontrak baru tersebut bersumber sebesar 30 persen dari proyek pemerintah, BUMN dan swasta masing-masing 25 persen dan 20 persen kemudian sisanya berasal dari pengembangan investasi Waskita Karya dari sektor properti, tol dan non tol,” paparnya.

Proyeksi Bisnis Pengembangan Investasi

Destiawan Soewardjono memaparkan proyeksi bisnis terkait pengembangan invesatasi perseroan. Menurutnya di tengah rencana melepas 9 ruas tol di tahun 2021, perseroan mempunyai strategi dalam memutar kembali dana yang diraih sehingga mampu menciptakan peluang baru dalam berinvestasi.

Namun Destiawan menegaskan jika tidak semua ruas tol tersebut akan di lepas, namun sebagian akan didivestasi. Meski Cuma sebagian yang didisvestasi tapi tidak semua hasilnya akan digunakan melainkan sebagian akan kembali diinvestasikan.

“Perseroan telah menetapkan beberapa ruas tol yang memiliki recurring income jangka pendek sehingga pendapatan kami di 2021 bisa mencapai target yang dibidik,” terangnya.

Meskipun investasi jangka panjang perseroan berpotensi lepas, tetapi Wakita Karya meyakini mampu berinvestasi yang lebih besar di tahun ini.

“Tidak semua akan dilepas walau potensi kami akan kehilangan. Namun dari pendapatan dan keuntungannya kami yakini di tahun ini perseroan akan berinvestasi yang lebih besar,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Saham ADHI Meroket! Ini Kata Perseroan

CHRIESTIAN

Published

on

Saham ADHI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ADHI / PT Adhi Karya (Persero) Tbk beberapa waktu lalu terus mengalami kenaikan. Dalam sepekan harga saham ADHI naik hingga 16,94 persen.

Manajemen perseroan menilai terdapat beberapa sentimen positif yang mempengaruhi naiknya harga saham ADHI.

Beberapa faktor tersebut antara lain perolehan 6 penghargaan MURI dan pekerjaan pengecoran bentang panjang terakhir dari pembangunan proyek LRT Jabodebek.

“Perseroan melakukan penandatanganan kontrak baru proyek jalan tol Solo Yogya serta tol Serang-Panimbang dengan nilai mencapai Rp8,7 triliun,” tulis Direktur Keuangan ADHI Agung Dharmawan dalam keterbukaan informasi.

Pelat merah ini pada bulan November 2020 juga berhasil meraih kenaikan kontrak baru yang tumbuh 130,7 persen apabila dibandingkan perolehan pada bulan sebelumnya tahun yang sama.

Dimana pada bulan Oktober 2020 ADHI hanya memperoleh kontrak sebesar Rp7,5 triliun kemudian naik menjadi Rp17,2 triliun pada November 2020.

“Ini juga menjadi salah satu sentimen positif bagi saham ADHI,” ujarnya.

Selain itu, beroperasinya pelabuhan Patimban dimana perseroan berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi juga memberikan sentiment yang positif terhadap pasar.

“Sentimen positif juga terlihat dari anggaran infrastruktur APBNI 2021 yang naik menjadi Rp414 triliun serta penandatanganan pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi,” tambahnya.

Adapun lembaga tersebut akan bernama Indonesia Investment Authority (INA). Pembentukan INA hingga sekarang ini masih dalam tahap finalisasi, jadi belum ada proyek ataupun terkait pendanaan dari INA.

Di tahun 2021 perseroan diproyeksikan akan memperoleh pendapatan yang sangat baik, mengingta berbagai kontrak baru di tahun 2020.

Selain itu ADHI juga membidik perolehan kontrak baru yang naik 20 persen di tahun 2021 menjadi Rp24 sampai Rp25 triliun.

“Untuk laba bersih di tahun depan tentunya kita targetkan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2020, meskipun masih belum pulih seperti perolehan di tahun 2019,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Diguyur WIKA Rp2,35 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

PT Wijaya Karya Serang Panimbang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk / WIKA mendapatkan pinjaman sebesar Rp2,35 triliun.

WIKA Sebagai Induk Perusahaan menyuntik dana tersebut dimana nantinya akan digunakan untuk kelancaran proyek tol Serang Panimbang, salah satunya dalam membayar kontraktor.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena WIKA merupakan salah satu pemegang saham PT Wijaya Karya Serang Panimbang.

“Perseroan memiliki saham atas di PT Wijaya Karya Serang Panimbang yaitu sebesar 83,42 persen,” tambahnya.

Selain WIKA, terdapat juga PT PP Tbk dan Jababeka Infrastruktur yang masing-masing memiliki porsi saham sebesar 15,64 persen dan 0,94 persen.

Lebih lanjut Mahendra mengatakan jika transaksi tersebut bukan transaksi material karena jumlahnya hanya 14,47 persen dari total ekuitas perseroan.

Setelah pencairan pinjaman PT Wijaya Karya Serang Panimbang dilakukan maka kas dan setara kas perseroan akan turun menjadi Rp4,72 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp7,07 triliun. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!