Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Beda Dulu dengan Sekarang! Sarinah Kini Lebih Lincah dan Relevan dalam Berbisnis

MediaBUMN

Published

on

Sarinah

Jika kita mendengar kata Sarinah maka yang terbayang adalah sebuah gedung di bilangan Jl. MH Thamrin yang kerap menjadi tempat meeting point-nya anak Jakarta. Selain bertebaran café-café, di Sarinah juga mudah ditemui outlet atau departement store yang menjual berbagai macam produk mulai dari pakaian hingga kerajinan tangan produk UMKM.

Hal tersebut merupakan gambaran Sarinah di masa lalu. Apa yang berubah dari Sarinah di era sekarang? Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Sarinah (Persero) tentunya dituntut harus memiliki profit. Musathil jika pelat merah ini bertahan dengan kondisi lama namun berharap meraup keuntungan besar, mengingat perubahan landscape bisnis saat ini yang begitu luar biasa.

Menurut Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, saat ini perseroan tengah fokus dalam pengembangan berbagai pengembangan bisnis guna mendorong pendapatan yang jauh lebih baik.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ngurah tersebut, memaparkan jika perseroan selain tetap konsisten terhadap bisnis ritel juga tengah berkembang pada sektor perdagangan, properti serta valas.

“Bahkan melalui lini bisnis valas dengan brand SARIVALAS berhasil berkontribusi 59 persen atau sebesar Rp122,609 miliar dari total pendapatan perusahaan yang sebesar Rp200,070 Miliar,” ujar Ngurah pada acara Ngopi BUMN di Synergy Lonuge Kementerian BUMN (27/8).

Selain dari SARIVALAS, Sarinah juga berhasil menghimpun 16% pendapatan dari sektor ritel yang mencapai Rp33,830 miliar, 8% dari sektor perdagangan atau sekitar Rp16,424 miliar dan 17% dari lini bisnis properti atau sebesar Rp35,207 miliar.

Saat ini perseroan, imbuh Ngurah, tengah mengembangkan lini bisnis yang dianggap dapat menopang pendapatan jauh lebih besar, salah satunya yaitu properti. Berbagai komersial building seperti hotel, perkantoran, pusat belanja hingga co-working space tengah digarap oleh Sarinah.

“Di Bandung kami punya hotel, di Jakarta kami akan membangun 3 tower commercial building tepatnya di sebelah gedung lama Sarinah, serta di kota besar lainnya seperti Malang, Surabaya dan Semarang kami akan melakukan optimalisasi aset untuk mendorong pendapatan yang jauh lebih baik. karena kami memiliki aset yang sangat startegis di kota-kota tersebut,” jelas Ngurah.

Untuk pembangunan commercial building di Jakarta, Sarinah menggelontorkan biaya investasi yang mencapai Rp1,8 triliun dimana dana tersebut berasal dari kas Sarinah dan tentunya skema perbankan dengan menggandeng bank-bank BUMN.

Sarinah Era Digital

Pesatnya perkembangan perdagangan online membuat penjualan offline retail mengalami kemerosotan. Hal ini diakui oleh Sarinah yang juga ikut terdisrupsi oleh kondisi zaman.

Bertaburnya marketplace-marketplace membuat arus perdagangan online begitu deras sehingga tidak jarang membuat gerai-gerai yang gulung tikar. Bagaimana nasib Sarinah?

Menurut Ngurah, kini Sarinah juga mencoba merelevansikan bisnis retailnya kepada kepada pasar yang digital. Saat ini perseroan juga memiliki marketplace sarinahonline.co.id, yang memiliki penjualan yang cukup menggembirakan.

“Selain itu kami tentunya juga menggandeng beberapa marketplace besar untuk mendorong penjualan produk-produk Sarinah lebih baik,” ujar Ngurah.

Sarinah terus melangkah maju menuju era baru, melakukan upaya perubahan, sebuah transformasi menuju pertumbuhan jangka Panjang yang berkesinambungan. Sarinah berkeinginan menjadi “Ecosystem Business” bagi industri kreatif Indonesia yang mengutamakan kualitas pelayanan serta dikelola oleh sumber daya manusia yang professional sehingga mampu mendorong kinerja perusahaan secara berkesinambungan. [] -cristian-

HIGHLIGHT BUMN

Presiden Jokowi Resmikan Kawasan Marina Labuan Bajo

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kawasan Marina

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kawasan Marina Labuan Bajo yang terletak di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (20/01).

Proyek yang digarap oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata utama Indonesia selain Bali.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi dan tentunya Gubernur NTT Viktor B Laiskodat.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengungkapkan rasa senangnya melihat keindahan Hotel Inaya Bay. Menurutnya keberadaan hotel bintang lima di kawasan Labuan Bajo tentunya akan berdampak baik terhadap pariwisata NTT, khususnya sektor pariwisata di Labuan Bajo.

“Dengan mengucapkan bismillah hirrohman nirrohim, Hotel Inaya Bay dan kawasan Marina Labuan Bajo pada hari ini saya nyatakan dibuka,” ujar Jokowi.

Kawasan Marina Labuan Bajo terdiri dari beberapa bagian, yakni Hotel Inaya Bay Komodo, kawasan komersil serta lokasi marina bagi kapal-kapal yacht yang ditargetkan selesai dibangun pada Desember 2020 mendatang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam laporannya ke Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa adanya hotel yang sudah resmi dibuka itu bagian dari cara PT ASDP Indonesia Ferry untuk mendukung destinasi wisata premium di Labuan Bajo.

Hotel berbintang empat yang memiliki satu-satunya multifungctional hall di Labuan Bajo itu juga mampu menjadi tempat untuk pertemuan, workshop dan sebagainya.

Oleh karena itu ia berharap hotel itu bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah setempat untuk melaksanakan kegiatan. Karena menurut dia, jika semakin banyak kegiatan di hotel itu akan semakin banyak wisatawan yang datang sehingga roda perekonomian masyarakat juga turut bergerak. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Siapa Pantas Jadi Dirut Garuda, Susi Atau Jonan? Ini Kata Dahlan Iskan

CHRIESTIAN

Published

on

Dirut Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara beserta jajaran direksi lainnya resmi dicopot Menteri BUMN Erick Thohir. Hal ini menyusul kegaduhan di tubuh maskapai pelat merah tersebut usai penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda dalam penerbangan perdana dari Toulouse di Perancis menuju Jakarta.

Usai pemecatan tersebut beredar nama-nama yang dinilai dianggap pantas menjadi Dirut Garuda. Namun hanya ada dua nama yang kemudian santer yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan maskapai berkode saham GIAA tersebut dari keterpurukan kinerja.

Adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Kedua nama tersebut dianggap sangat kapabel melambungkan kinerja perusahaan yang jauh lebih baik.

Menurut mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dirinya memiliki pandangan terhadap dua nama tersebut. Melalui laman pribadinya, disway.id. mantan Dirut PLN ini menyampaikan perspektifnya dengan tajuk “Garuda Menteri”.

Dalam tulisannya, Dahlan Iskan menilai figur Ignasius Jonan jika menjadi Dirut Garuda dianggap akan berhasil. Hal ini lantaran Jonan memiliki pengalaman dalam membenahi PT Kereta Api Indonesia (Persero) / PT KAI dan terbukti berhasil.

Keberhasilannya dalam membenahi PT KAI pun berbuntut dipanggilnya Jonan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perhubungan (2014-2016) dan Menteri ESDM (2016-2019).

Dahlan Iskan menambahkan bahwa Jonan termasuk tipe pekerja keras dan siap bertugas kemanpun dibutuhkan. Tawaran menjadi Dirut Garuda, imbuh Dahlan, dianggap sebagai tantangan baru Jonan.

“Punya semangat anti korupsi yang tinggi! dan merupakan tipikal yang siap ditugaskan dimana saja termasuk yang sulit-sulit. Menjadi Dirut Garuda apabila sukses maka sejarah akan mencatat sebagai hattrick keberhasilan, mulai dari PT KAI, Freeport dan Garuda Indonesia,” papar Dahlan. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

73 Tahun Perum Damri, Terus Berinovasi Hadirkan Layanan Terbaik

MediaBUMN

Published

on

Perum

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perum DAMRI tahun ini genap berusia 73 tahun. Berbekal pengalaman panjang sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi bus, tentunya semakin mengasah kemampuan perusahaan dalam menghadirkan layanan yang optimal bagi para pelanggan

Terlebih di era digital saat ini yang semakin mendisrupsi pola-pola konvensional yang sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Namun di tengah tantangan tersebut, perum DAMRI terus merelevankan seluruh layanannya sehingga perusahaan terus hadir dalam memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Dalam acara perayaan HUT ke-73 Perum DAMRI di kantor Kemayoran Jakarta (1/12), Direktur Utama Perum DAMRI Milatia Kusuma Moemin Mengatakan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi yang terbaik sesuai dengan kebutuhan zaman yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan.

“Kami tidak akan berhenti disini. DAMRI akan terus membuat terobosan dan inovasi yang meningkatkan pelayaan sesuai dinamika dan permintaan pelanggannya,” ujarnya.

Menurutnya seluruh personel DAMRI berkomitmen tinggi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada peanggan.

“Di DAMRI kini tak ada lagi penumpang, tapi pelanggan. Konsekuensinya, mereka harus dilayani sebaik mungkin karena pelanggan adalah raja,” ujar wanita yang akrab disapa Mila tersebut.

Dalam perayaan HUT ke-73 tersebut, DAMRI meluncurkan aplikasi DAMRI Apps, yang merupakan aplikasi layanan DAMRI yang ditujukan kepada seluruh pelanggan di tanah air.

“Aplikasi ini bisa di unduh melalui Play Store. Melalui aplikasi tersebut nantinya para pelanggan kami bisa melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan akan transportasi DAMRI seperti pemesanan tiket, dsb,” ujarnya.

Dalam momentum HUT tersebut, DAMRI juga meluncurkan trayek baru bandara Soekarno Hatta – Bandung dan trayek trans jawa (Jakarta – Surabaya).

Rangkaian perayaan HUT DAMRI sudah dilakukan sejak beberapa lama, termasuk di beberapa kantor cabang DAMRI. Puncaknya pada minggu (1/12), yang diawali dengan jalan sehat (fun walk), senam bersama serta panggung gembira di lapangan parkir kantor pusat DAMRI Kemayoran Jakarta.

Rangkaian Acara HUT Perum DAMRI

Pantauan di lapangan, ribuan pegawai DAMRI dan keluarganya ikut hadir dan jalan sehat bersama di skitar Jalan Benyamin Syueb, Kemarian Jakarta.
Start dan finish mengambil tempat di Gerbang Kantor DAMRI Kemayoran Jakarta.

73 Tahun

Hadir Dirut DAMRI Milatia Kuuma Moemin, jajaran Direksi Perum DAMRI, pejabat serta karyawan dan keluarganya. Selain itu, tampak hadir para pejabat seperti Sekditjen Hubdat Cucu Mulyana, perwakilan dari Kementerian BUMN. Serta, mitra kerja dan rekanan Perum DAMRI baik di pusat atau daerah.

Yang tak kalah menarik adalah panggung gembira dengan mendatangkan beberapa artis ibukota Jakarta. Dan saat itulah dilakukan flashmop seluruh karyawan termasuk Dirut Perum DAMRI ikut melantai bersama karyawannya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM