Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Bank Mandiri Tebar Inspirasi Wirausaha Ke Generasi Muda

MediaBUMN

Published

on

Bank Mandiri

Bank Mandiri terus mendorong perkembangan generasi muda Indonesia sebagai aset bangsa. Untuk itu, perseroan kembali menyelenggarakan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) untuk meningkatkan motivasi dan minat generasi muda menjadi pelaku usaha.

Kompetisi wirausaha yang telah genap berusia 12 tahun tersebut terbukti menjadi salah satu program pembibitan wirausaha muda yang cukup diminati dan telah memuluskan jalan ribuan pelaku usaha muda usia.

Tercatat sejak penyelenggaraan pertama di tahun 2007, sudah lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.

Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri Agus Dwi Handaya menuturkan, berangkat dari keinginan tersebut, pihaknya kembali menyelenggarakan kompetisi wirausaha WMM 2019 untuk menjaring bibit-bibit wirausaha muda dari seluruh kalangan.

“Ajang kompetisi tahunan ini menjadi wujud konsistensi Bank Mandiri dalam menebar inspirasi berwirausaha kepada generasi muda. Harapannya, generasi muda dapat melihat WMM sebagai sebuah media aktualisasi sekaligus promosi atas inovasi dan kreasi diri,” kata Agus Dwi Handaya dalam konferensi kick-off WMM 2019 di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (2/8).

Bank Mandiri Dukung Wirausaha Muda

Mengusung tema “Berani Muda, Berani Berkarya”, kompetisi WMM tahun ini akan mengadu inovasi wirausaha muda di lima kategori, yakni industri, perdagangan dan jasa, boga, kreatif, sosial dan teknologi. Adapun, total hadiah bagi pemenang di tahun ini mencapai hingga Rp2 Miliar.

Agus menambahkan, rangkaian kegiatan WMM akan dimulai dengan roadshow kampanye sosialisasi WMM di empat kota yaitu Malang, Jogjakarta, Pontianak dan Palembang pada tanggal 6 – 16 Agustus 2019. Targetnya, WMM akan diikuti oleh 5.000 peserta dari usia 18 – 35 tahun, dengan minimal usaha 1 tahun dan omset Rp 300 juta/tahun.

Seleksi akan dilakukan di masing-masing wilayah dengan tahapan awal administrasi pada tanggal 1-8 Agustus 2019. Informasi pendaftaran dapat di akses melalui website http://bmri.id/wirausahamandiri.

Selanjutnya, kata Agus, akan dilakukan tahap verifikasi lapangan pada tanggal 9-18 Agustus 2019. Peserta juga akan melalui penjurian zona pada 24-26 September 2019, dan penjurian nasional pada 9 Oktober 2019. Sementara itu, puncak acara yaitu penganugerahan WMM Award akan diselenggarakan pada 11 Oktober 2019 di Jakarta.

“Perbedaan utama WMM tahun ini adalah dilakukannya penjurian secara zonasi, dimana kami akan membagi menjadi tiga zona dan masing-masing zona akan meluluskan satu juara zona per kategori. Sehingga nantinya, kami akan memiliki tiga juara zona per kategori yang akan bersaing di penjurian nasional,” jelas Agus.

Di tingkat nasional, imbuh Agus, sejumlah profesional muda berprestasi akan tampil sebagai juri. Beberapa diantaranya adalah pelaku industri kreatif Dimas Djayadiningrat, lalu Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo yang dikenal sebagai seniman, aktivis sosial sekaligus pelaku bisnis. Selain itu, CEO Bukalapak Ahmad Zaky dan Masterchef Indonesia Chef Renata juga akan ikut menilai inovasi dari setiap juara zona.

“Di samping juri yang merupakan public figure, salah satu keistimewaan program WMM yang ingin kami tawarkan adalah kesempatan untuk bergabung dalam komunitas alumni WMM dan tentu saja, kemudahan mengakses produk dan layanan keuangan Bank Mandiri untuk membantu pengembangan usaha,” kata Agus.

Tidak berhenti di situ, perseroan juga berupaya mendorong para pemenang dan finalis untuk melindungi hak kekayaan intelektual terkait bisnis yang digeluti sehingga dapat digunakan secara optimal sebagai aset produktif. []

Asuransi

Kinerja Positif Asuransi Asei di Tengah Pandemi

CHRIESTIAN

Published

on

Asuransi Asei

MEDIABUMN.CON, Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia yang pada tahun lalu berhasil mencetak kinerja positif semakin percaya diri melangkah melanjutkan tren kinerja tersebut di tahun 2020. Namun badai virus Corona (Covid-19) yang mengguncang dunia membuat seluruh industri mengalami tekanan besar tidak terkecuali sektor asuransi! Namun demikian, di tengah situasi sulit tersebut, Asuransi Asei tetap berusaha produktif sehingga mampu menorehkan kinerja yang cukup memuaskan meskipun tantangan ke depan dinilai cukup berat.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Asuransi Asei semakin menunjukan jatidirinya sebagai pemain di sektor asuransi keungan yang handal. Hal tersebut tercermin dari keberhasilannya membukukan kinerja gemilang yang ditopang melalui portofolio bisnisnya yaitu asuransi keuangan yang berkontribusi sebesar 53 persen dan asuransi umum yang menyumbang 47 persen. Dimana pada tahun 2019, anak perusahaan BUMN PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) / Indonesia Re ini berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp6,67 miliar atau tumbuh sebesar 87,14 persen apabila dibandingkan torehan laba pada tahun 2018 yang hanya sebesar Rp3,61 miliar (year on year). Sementara dari sisi perolehan premi pada tahun 2019 Asei berhasil menghimpun premi sebesar Rp415,86 miliar atau tumbuh 12,47 persen dibanding periode tahun 2018 (year on year).

Atas kinerja positif tersebut, perusahaan pun telah dinyatakan sehat. Hal ini tercermin dari catatan Risk Based Capital (RBC) dan Rasio Kecukupan Investasi (RKI) perusahaan sampai dengan 31 Des 2019 lalu telah tercatat diatas batas ketentuan minimal. Disamping itu tambahan pinjaman dana subordinasi dari induk usaha telah masuk sebesar Rp150 miliar pada 30 Des 2019.

Berbekal strategi penyehatan bisnis (efisiensi) dan penguatan bisnis di tahun 2019 menjadi key success atas torehan kinerja di tahun 2019. Capaian tersebut tentunya menjadi modal penting untuk melanjutkan tren kinerja yang jauh lebih baik di tahun 2020, hingga pada akhirnya wabah Covid-19 pun datang dan mengubah segalanya menjadi tekanan sekaligus tantangan yang begitu berat bagi seluruh industri tidak terkecuali bagi Asei.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Erickson Mangunsong mengatakan bahwa wabah Covid-19 memiliki dampak yang cukup besar terhadap performa bisnis perusahaan. Menurutnya hampir seluruh perusahaan asuransi termasuk Asei pada triwulan I/2020 memiliki kinerja yang positif, baik itu dari sisi top line maupun bottom line. Namun memasuki periode April mulai terlihat dampak dari wabah Covid-19 tersebut.

“Ada dua faktor yaitu dari sisi internal perusahaan melakukan mitigasi risiko dan faktor eksternal memang supply-nya juga turun. Karena bisnis kami kan sangat related dengan perbankan, dimana bank-bank juga melakukan pembatasan, dan juga relaksasi (strukturisasi) yang justru dampaknya ke asuransi sehingga kami juga tidak bisa serta merta dan pada akhirnya juga turut membatasi,” terang Erickson.

Lebih lanjut Erickson juga memaparkan dampak Covid-19 terhadap produk penjaminan Asuransi Asei, dimana produk ini difokuskan kepada project-project APBN yang saat ini banyak project yang tidak berjalan lantaran dialihkan pendanaannya untuk penanganan Covid-19.

“Banyak Kementerian dan Departemen yang merelokasikan dana-dana project untuk membantu menangani wabah Covid-19,” ujar Erickson.

Selain itu, lanjut Erickson, dampak pandemi pada akhirnya membuat Asuransi Asei mengubah kebijakan bisnisnya ke depan sehingga menjadi jauh lebih relevan dengan berbagai kebutuhan yang ada. Beberapa strategi bisnis yang dilakukan di tengah penyebaran wabah Covid-19 salah satunya dengan melakukan peningkatan prudent underwriting.

Meskipun dalam masa sulit, lanjut Erickson, namun tidak menyurutkan kepercayaan diri manajemen dan seluruh jajaran untuk meraih kinerja yang optimal khususnya pada fase bisnis di era new normal saat ini.

“Di sisa 6 bulan ke depan, perusahaan pun semakin agresif menggarap berbagai potensi dan optimis mampu mencetak kinerja yang tetap positif di akhir tahun 2020 nanti,” ujar Erickson.

Bagaimana kinerja perusahaan enam bulan pertama di tahun 2020? Erickson mengakui jika kinerja semester I/2020 secara pencapain gross masih jauh di bawah target yang ditetapkan.

Namun di tengah masa pandemi ini, lanjut Erickson, ada kabar yang cukup menggembirakan, dimana pada semester I/2020 Asei masih mampu menorehkan kinerja positif yang tercermin dari perolehan laba yang mencapai Rp11,76 miliar atau sebesar 91,43 persen dari target laba di tahun 2020 yang sebesar Rp12,86 miliar.

Selain itu hasil underwriting pun berhasil mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan mencapai Rp46,77 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 116,82 persen secara year on year, meskipun dari sisi perolehan premi, diakui masih sangat tertinggal dengan perolehan hanya sebesar Rp120,45 miliar.

“Kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis yang baik dan berharap enam bulan ke depan kondisinya tidak lebih buruk dari semester I/2020 sehingga di akhir tahun nanti kinerja secara keseluruhan dapat terjaga dengan baik,” jelas Erickson.

Continue Reading

Perbankan

Inisiatif Stimulus Kredit bank bjb Terus Dorong UMKM Berdaya Hadapi New Normal

MediaBUMN

Published

on

pelaku UMKM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di tanah air menghadapi tantangan serius dari kehadiran pandemi COVID-19. Stimulasi terhadap sektor usaha yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional ini mutlak diperlukan. Fondasi permodalan yang kuat akan membuat mereka perkasa menghadapi terpaan krisis.

Dalam rangka mendorong UMKM agar tetap berdaya menghadapi situasi New Normal, bank bjb memberikan dukungannya dengan memberikan stimulasi ekonomi. Salah satu bentuk dukungan tersebut diberikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengusaha di dua daerah sekaligus, yakni Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan langkah ini wujud komitmen perseroan dalam melindungi usaha para pelaku UMKM dari hambatan yang muncul akibat COVID-19. Peran UMKM yang teramat sentral dalam anatomi ekonomi Indonesia sangat perlu untuk mendapat prioritas perlindungan.

“Dengan atau tanpa adanya situasi pandemi, bank bjb memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menjadi mitra setia para UMKM untuk bertumbuh dan berkembang. Kehadiran situasi pandemi semakin menguatkan komitmen kami untuk berbagi peran dan beban guna memulihkan situasi perekonomian nasional, khususnya para pelaku UMKM. Penguatan modal UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional menjadi salah satu strategi guna menopang percepatan pemulihan ekonomi,” kata Widi.

Penyerahan KUR kepada UMKM tersebut dilakukan berbarengan dengan rangkaian acara kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam pelatihan bagi koperasi dan UMKM untuk menghadapi pandemi COVID-19 dua daerah di kawasan Priangan Timur itu. Pelatihan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, Walikota Tasik Budi Budiman, Bupati Tasik Ade Sugianto, Bupati Garut Rudy Gunawan, beserta sejumlah pejabat kementerian/lembaga dan instansi daerah lainnya.

pelaku UMKM

Di Tasikmalaya, kegiatan diselenggarakan pada Jumat (10/7/2020) bertempat di Hotel Horison. Penyerahan KUR dilakukan Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Tasikmalaya Achmad Djuansjah didampingi Pemimpin Grup Kredit Program Divisi Kredit UMKM bank bjb Firman. KUR senilai Rp100 juta diberikan kepada nasabah atas nama Sutan Akbar Kusaeri yang menekuni usaha di sektor bumbu masakan.

Di Garut, kegiatan diselenggarakan pada Sabtu (11/7/2020) bertempat di Hotel Harmoni. Penyerahan KUR dilakukan Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Garut Maman Rukmana dan Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi. KUR senilai Rp250 juta diberikan kepada nasabah atas nama Edi Nurcahyadi yang menekuni usaha kuliner es goyobod.

Selain kepada dua nasabah di Garut dan Tasik, bank bjb juga telah menyalurkan stimulus pembiayaan kepada nasabah UMKM di berbagai daerah yang usahanya terdampak situasi pandemi COVID-19. Belum lama ini bank bjb menalurkan kredit modal usaha kepada nasabah atas nama Aminah yang bergerak di bidang usaha reklame dan toko tas dengan plafon senillai Rp110 juta. Selain itu, bank bjb juga telah menerbitkan kebijakan relaksasi kredit bagi para pelaku usaha yang terkena dampak ekonomi COVID-19.

Di luar yang telah dilakukan, bank bjb berkomitmen untuk terus mengupayakan langkah-langkah strategis sokongan perekonomian kepada semua pihak yang membutuhkan dalam rangka menghidupkan kembali nadi perekonomian. Inisiatif-inisiatif ini diambil perseroan guna memdukung program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah.

Stimulasi dana segar yang sudah disalurkan diharapkan akan memperkuat ketahanan dan menambah semangat usaha para nasabah. Dengan permodalan yang bertambah, diharapkan UMKM dapat mempertahankan atau bahkan memperbesar skala usahanya agar tingkat serapan tenaga kerja dapat terjaga, sehingga perputaran ekonomi warga di tingkat akar rumput tidak mengalami hambatan yang berarti.

“Sebagai dukungan di luar pembiayaan, bank bjb juga rutin menyelenggarakan seminar dan pelatihan dalam rangka program bjb PESAT bagi para pelaku UMKM agar dapat mengonversi tantangan menjadi peluang usaha di tengah pandemi. Salah satunya kami secara konsisten memberi rekomendasi agar para pelaku UMKM lebih serius memanfaatkan ruang pemasaran digital karena model ini semakin relevan di tengah tumbuhnya kebiasaan interaksi baru,” ujar Widi. []

Continue Reading

Perbankan

bjb DIGI, Solusi Digital Setoran Segala Jenis Pajak

MediaBUMN

Published

on

bjb DIGI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Salah satu hal yang kerap membuat banyak orang malas menunaikan kewajiban membayar setoran pajak adalah karena mekanismenya yang dianggap kurang praktis. Bagaimana tidak, para wajib pajak mesti mendatangi kantor pembayaran pajak dan berlama-lama mengantre sebelum menggugurkan kewajibannya. Niat baik berkontribusi terhadap negara bisa-bisa terganjal dengan setumpuk tahapan prosedural yang membebani.praktis

Pertaruhan kehilangan tenaga dan waktu menjadi risiko paling memberatkan bagi para wajib pajak. Pasalnya, waktu operasional pelayanan pajak lazimnya berbarengan dengan jam kerja kantor. Kondisi ini membuat sebagian besar wajib pajak yang berstatus sebagai pekerja kantoran tak memiliki banyak waktu. Imbasnya, muncul kebiasaan menunggu pembayaran pajak hingga masa menjelang jatuh tempo di antara pekerja. Tak jarang pula, setoran retribusi dilakukan sambil mencuri waktu di sela tumpukan pekerjaan.

Karenanya, kebutuhan akan pelayanan pembayaran pajak yang praktis dan cepat menjadi sesuatu yang niscaya. Jika kebutuhan tersebut tak difasilitasi, bukan tak mungkin angka setoran pajak dapat tergerus seiring berjalannya waktu. Karena, salah satu faktor yang ikut mempengaruhi besar kecilnya penerimaan pajak tidak melulu mengacu pada kepatuhan wajib pajak, namun juga kemudahan yang ditawarkan.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, terobosan inovasi mutlak harus dilakukan. Salah satu langkah inovasi pembayaran pajak ini telah dilakukan bank bjb di mana perusahaan memiliki berbagai kanal pembayaran pajak yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan elektronik, termasuk melalui aplikasi transaksi digital bjb DIGI.

Rumah aplikasi bjb DIGI ini menyediakan fitur pembayaran pajak, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menjadi jenis pajak paling dikenal. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi bjb DIGI untuk pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PJDL.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan keandalan fasilitas pembayaran bank bjb ini sudah teruji. bank bjb adalah perbankan pionir yang membidani kelahiran pembayaran pajak di tanah air. Salah satu produk hasil inovasinya, yakni pembayaran PKB online e-Samsat bahkan telah diadopsi untuk diterapkan secara nasional.

“bank bjb memiliki rekam jejak yang sangat baik di sektor inovasi pelayanan. Hal ini tidak terlepas dari komitmen perusahaan untuk senantiasa berinovasi demi menjawab tantangan zaman dan menyediakan solusi bagi kebutuhan transaksi masyarakat. Pengembangan rumah aplikasi bjb DIGI untuk menunjang segala kebutuhan transaksi, termasuk setoran segala jenis pajak secara digital adalah bukti dari komitmen tersebut,” kata Widi.

Dengan menggunakan aplikasi bjb DIGI, para wajib pajak tak perlu lagi repot-repot mendatangi kantor pajak untuk menuntaskan kewajibannya. Selain itu, wajib pajak juga bisa terhindar dari antrean yang dapat memakan waktu hingga berjam-jam lamanya. Kelebihan lainnya, pembayaran pajak lewat bjb DIGI bisa dilakukan 24 jam nonstop.

Langkah-langkahnya, wajib pajak nasabah bank bjb tinggal membuka opsi pajak/retribusi pada menu bjb bayar dalam aplikasi bjb DIGI. Di sana, terdapat opsi pembayaran PKB, PBB, BPHTB dan PJDL untuk dipilih sesuai jenis pajak yang akan dibayar. Setelahnya, wajib pajak hanya perlu menginput data yang tertera pada berkas pajak. Pembayaran pun selesai dilakukan. Setoran pembayaran pajak juga dapat dilakukan melalui ATM, teller bank bjb, atau gerai modern yang sudah bekerja sama. Khusus untuk PKB, wajib pajak dapat melakukan pencetakan STNK di kantor bank bjb, Samsat dan sejumlah Polsek.

Fasilitas pembayaran pajak via bjb DIGI ini bisa dimanfaatkan nasabah bank bjb secara maksimal. Pembayaran PKB via bjb DIGI dapat dinikmati secara nasional setelah diintegrasikan dengan program Samsat Online Nasional (Samolnas) Mabes Polri. Sedangkan pembayaran pajak lainnya bisa dinikmati di sejumlah provinsi dengan kualitas pelayanan prima. bank bjb juga akan terus melakukan perluasan pelayanan demi memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah sekaligus mendorong pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi.

“Kami menyadari dana pajak dari masyarakat ini merupakan sumber pendapatan penting bagi daerah. Karena itu, kami akan terus mendorong berbagai upaya optimalisasi serapan pajak sebagai salah satu strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Inovasi terbaik akan terus dipersembahkan perseroan agar dapat senantiasa memanjakan nasabah sehingga mereka terdorong untuk memanfaatkan secara optimal fasilitas transaksi bank bjb,” kata dia.

Kehadiran inovasi layanan transaksi lainnya dari bank bjb patut ditunggu. Tawaran kepraktisan dan kemudahan yang dalam setiap inovasi, khususnya di sektor pembayaran pajak, menjadi jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat yang semakin didera dahaga akan kecepatan. Pemanfaatan aplikasi bjb DIGI sebagai solusi mumpuni segala kebutuhan transaksi juga harus dioptimalkan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!