Bank Mandiri Jamin Tingkatkan Sistem Keamanan

oleh
Bank Mandiri

Bank Mandiri (PT Bank Mandiri Persero) ungkap kesalahan sistem teknologi informasi yang terjadi kemarin Sabtu (20/7) lalu. Kesalahan ini menyebabkan adanya perubahan saldo pada 1,5 juta rekening nasabah dari total 20 juta nasabah Mandiri.

Sampai saat ini, masih ada nasabah yang belum juga mengembalikan kelebihan saldo tersebut. Dari jumlah itu, diketahui mencapai 90 persen nasabah sudah mengembalikan kelebihan saldonya. Sementara, 5 sampai 10 persen sisa nasabah masih dalam proses.

Bank Mandiri Telah Memblokir 2.600 Rekening

Direktur Bisnis Jaringan Heri Gunardi menyatakan, bahwa ada nasabah yang mengalami pengurangan saldo, juga ada pula yang saldonya bertambah. Bank Mandiri sendiri telah memblokir sekitar 2.600 rekening nasabah yang sudah melakukan penarikan tambahan saldo tersebut. Sejalan dengan itu, manajemen juga melakukan langkah persuasif untuk nasabah supaya mengembalikan kelebihan dana itu.

Heri juga menyatakan bahwa jumlah saldo yang belum kembali ada di bawah Rp10 miliar. Menurutnya, pihak bank juga tidak bisa memaksa nasabah untuk mengembalikan kelebihan saldo yang sudah ditarik. Artinya, bank tidak bisa otomatis memotong saldo nasabah bersangkutan.

Namun demikian, pihaknya yakin pada akhirnya nasabah akan mengembalikan kelebihan saldo tersebut. Hal ini mengingat bahwa hubungan antara Bank Mandiri dan nasabah sudah terjalin sangat lama.

Sedangkan untuk nasabah yang jumlah saldonya berkurang, Heri menjamin bahwa uang yang disimpan masih aman. Hingga saat ini, penanganan kasus eror data nasabah tersebut sudah selesai. Dipastikan, semua nasabah tidak akan mengalami kerugian karena saldonya sudah dikembalikan.

Selain itu, dalam rangka pemulihan layanan, Mandiri juga membagikan uang elektronik senilai Rp100 ribu. Uang elektronik ini diberikan pada nasabah yang sudah menyampaikan keluhan ke kantor cabang. Ada sebanyak 3.300 keluhan yang diterima Bank Mandiri karena kesalahan ini.

Ke depannya, perseroan berkomitmen untuk selalu meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi perbankan. Ini diperlukan mengingat tingginya potensi ancaman dan para peretas yang tidak bertanggungjawab. Penerapan back up system berlapis dan penambahan mekanisme pemeriksaan ulang dengan normal adalah salah satu upayanya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *