Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit

oleh
Bank Mandiri

Bank Mandiri nampaknya semakin serius untuk terus menumbuhkan bisnisnya di segmen konsumer. Ini dibuktikan dengan peluncuran kartu kredit prioritas terbaru oleh perseroan. Kartu kredit ini akan siap memberikan fasilitas serta benefit yang paling lengkap untuk nasabah high net worth individuals (HNWI).

Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang memberi pernyataan tentang kartu kredit tersebut. Menurutnya, melalui kartu kredit terbaru itu pihaknya akan menarget pertambahan pertumbuhan sales volume kartu kredit. Tepatnya, hingga lebih dari 15 persen sampai akhir tahun 2019 ini.

Hal itu juga akan dibarengi dengan rasio pinjaman bermasalah yang juga relatif rendah. Paling tidak hanya ada di kisaran 2 sampai 2,2 persen.

Layanan Optimal dari Bank Mandiri

Dengan menggunakan kartu kredit tersebut, nasabah prioritas Bank Mandiri akan bisa menikmati berbagai privileges sesuai dengan gaya hidup dan citranya di seluruh dunia. Contohnya, dengan layanan priority travel experience akan memberi kemudahan dalam mengelola bisnis dan investasi saat traveling. Ini akan menggunakan akses airport lounge serta complimentary wifi di seluruh dunia.

Nasabah yang mempunyai kartu kredit ini nantinya juga akan mendapat welcome bonus. Ini bisa diperoleh setelah nasabah tersebut melakukan transaksi pertama sebesar Rp1,5 juta guna membeli fashion dan gadget terkini. Fitur ini adalah salah satu fitur eksklusif dari kartu kredit terbaru Bank Mandiri.

Donsuwan Simatupang juga menjelaskan, bahwa bisnis kartu kredit dewasa ini menjadi salah satu mesin motor penggerak yang utama. Khususnya dalam segmen konsumer, bisnis kartu kredit adalah andalan yang bisa dijadikan sumber pendapatan perseroan.

Pernyataan Donsuwan tersebut sudah terlihat dari nilai pembiayaan yang dikeluarkan untuk kartu kredit terbaru Bank Mandiri ini. Pembiayaan tersebut mencapai Rp12,4 triliun di akhir Juni 2019 lalu, dan meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya. Jika dilihat lebih lanjut, nilai itu setara dengan 14 persen dari jumlah total kredit segmen konsumer. Total kredit yang disalurkan dari segmen itu sendiri sebesar Rp87,3 triliun. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *