Bank BUMN Dipastikan Bakal Rombak Manajemen

oleh
Bank BUMN

Bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI. Bakal merombak kepengurusannya pekan depan, hal itu diketahui berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kedua bank BUMN, BRI dan BNI bakal menggelar RUPST atau Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Yang masing-masing akan digelar pada 15 Mei 2019 dan 13 Mei 2019. BRI dan BNI sudah mencatatkan agenda yang membahas pergantian pengurus pada agenda rapat.

Menteri BUMN Rini Soemarno saat ditemui seusai acara Penyerahan Bantuan Bina Lingkungan dan Peninjauan Verifikasi Peserta Mudik Bareng BUMN. Enggan berkomentar soal hal tersebut, beliau justru meminta kepada awak media agar menanyakan hal itu langsung kepada Gatot. Namun hal itu cukup diartikan sebagai sinyal hijau kebenaran perombakan Bank BUMN.

Bank BUMN Lakukan Perombakan Demi Jaga Fleksibilitas

Sebelumnya, demi menjaga fleksibilitas, manajemen ke 4 bank BUMN dikabarkan bakal melakukan perombakan. Hal itu disampaikan oleh Deputi Jasa Keuangan Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, pada kamis kemarin. “Iya (pergantian pengurus), ke empat-empatnya. Biar ada fleksibilitas,” ujar Gatot.

Pada pekan yang sama, dua bank BUMN lain, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga bakal menggelar RUPST. Bank Mandiri dijadwalkan akan menggelar RUPS pada tanggal 14 Mei 2019. Sementara Bank BTN pada tanggal 16 Mei 2019.

Walau demikian, Gatot tidak menjelaskan secara rinci apakah pergantian tersebut terjadi pada level direksi atau komisaris. Beliau hanya menerangkan bahwa perubahan pengurus bank BUMN tidak ada kaitannya dengan rencana pembentukan holding sektor jasa keuangan. “Mereka (pihak bank) sudah siap semua jadi tidak ada efisiensi, mereka bagus,” kata Gatot.

Sementara terkait memegang sektor jasa keuangan, Gatot mengatakan prosesnya sudah sampai di Kementerian Keuangan. Kementerian BUMN tinggal menunggu masukan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan juga eselon I Kementerian Keuangan.

Gatot juga mengakui sudah selesai melakukan evaluasi kembali revisi semunya bersama seluruh pihak. Agar perbaikan dapat berjalan dengan baik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *