Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

bank bjb Wujudkan Impian Ratusan Nasabah Setia ke Tanah Suci

MediaBUMN

Published

on

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kendala finansial jadi salah satu alasan sebagian umat Muslim Indonesia urung menjalankan ibadah umrah. Terlebih, sejak 1 Januari 2020 pihak Kerajaan Arab Saudi telah memberlakukan aturan baru terkait biaya umrah dengan menambahkan government fee dan asuransi yang semakin memberatkan.

Padahal kesadaran masyarakat Muslim Indonesia untuk menjalankan umrah semakin meningkat karena dipengaruhi adanya experience spending. Fenomena ini terbentuk akibat meningkatnya minat beribadah serta gaya hidup.

Di sisi lain, Provinsi Jawa Barat hadir sebagai daerah dengan basis jemaat umrah terbesar di Indonesia. Hal tersebut dinilai wajar mengingat Jabar merupakan daerah dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Indonesia.

Serangkaian fakta tersebut yang kemudian menggerakan nurani bank bjb untuk kembali menggelar program Travel Gift Reward Perjalanan Religi dan Nasabah Setia pada tahun 2019. Total sebanyak 140 debitur untuk program bjb Perjalanan Religi dan 15 debitur untuk program Nasabah Setia diberangkatkan ke Tanah Suci pada periode ini.

“Saya apresiasi langkah bank bjb terkait program ini. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk menjalani wisata religi. Saya senang dan terima kasih bank bjb,” ujar salah seorang debitur bank bjb Cabang Semarang Haris Yulian Firdaus.

Adapun tujuan program ini adalah untuk meningkatkan customer loyalty para nasabah setia bank bjb. Di sisi lain, program ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah bank bjb yang hadir sebagai mitra setia, khususnya para debitur bjb Kredit Guna Bhakti (KGB) serta bjb Kredit Pra Purna Bhakti (KPPB).

“Kami menyadari, gerak langkah perseroan dalam menentukan langkah usaha dan mencapai tujuan terasa semakin mudah dengan kehadiran nasabah setia yang menjadi mitra bagi bank bjb untuk bertumbuh dan berkembang bersama,” ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi saat melepas debitur di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung pada Selasa (10/12/2019).

Selain Yuddy, turut hadir dalam acara pelepasan Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini, PJ Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad, dan Asisten Administrasi Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim.

bjb Perjalanan Religi merupakan program kegiatan undian berhadiah bank bjb yang rutin digulirkan sejak tahun 2015. Artinya program ini telah lima kali diselenggarakan bank bjb dengan total memberangkatkan 639 pemenang. Sementara program Nasabah Setia telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan dengan total 98 pemenang yang telah diberangkatkan.

Adapun kesempatan ziarah suci melalui bjb Perjalanan Religi ini tidak hanya diberikan kepada debitur pemeluk Islam, tapi juga penganut non Muslim. Debitur Muslim diberangkatkan umrah ke Tanah Suci Mekah dan pemeluk non Muslim menuju Hollyland.

Periode program bjb Perjalanan Religi 2019 dimulai dari tanggal 1 Januari hingga 30 November 2019. Pengundiannya diadakan pada tanggal 10 Desember 2019. Untuk tahap pertama, bank bjb memberangkatkan umrah sebanyak 137 pemenang pada tanggal 31 Januari hingga 8 Februari 2020.

Pemberangkatan pada tahap pertama digelar bersamaan dengan pemberangkatan pemenang program penghargaan Nasabah Setia 2019 sebanyak 15 orang. Sementara pemberangkatan tahap kedua akan memberangkatkan tiga debitur non Muslim ke Hollyland.

Dari segi bisnis, kedua program tercatat mampu mendongkrak pendapatan Bunga dan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya Kredit Konsumer bank bjb secara keseluruhan. “Program bjb Perjalanan Religi ini mampu mendongkrak pendapatan dan membuat pertumbuhan bank bjb semakin positif untuk menghadapi tahun 2020,” ujar Yuddy.

Portofolio Kredit Konsumer bank bjb senantiasa tumbuh dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, total Kredit Konsumer yang disalurkan oleh bank bjb mencapai Rp51,4 triliun, tumbuh sebesar 9,3% dibandingkan portofolio Kredit Konsumer pada tahun 2017. []

Perbankan

BTN Realisasikan Buyback Saham Bertahap

CHRIESTIAN

Published

on

buyback saham bertahap

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk / BTN mulai merealisasikan aksi buyback saham bertahap dengan anggaran mencapai Rp275 miliar. Adapun emiten berkode saham BBTN ini melancarkan aksi korporasinya dengan cara memberi insentif variabel dalam bentuk Long Term Incentive (LTI) kepada pengurus bank serta pegawai.

Dana LTI tersebut juga akan digunakan untuk melakukan pembelian saham melalui pasar sekunder.

Menurut Direktur Finance, Planning and Treasury BTN Nixon LP Napitupulu, perseroan akan melakukan buyback saham bertahap. Dimana terdapat tiga tahap pembelian yang akan dimulai di tahun 2020 yaitu sebesar 50 persen dari total anggaran yang disiapkan.

“Selanjutanya buyback saham bertahap di tahun 2021 dan 2022 dengan alokasi masing-masing sebesar 25 persen dari anggaran buyback saham yang telah disiapkan,” ujar Nixon.

Lebih lanjut Nixon menyebut jika program buyback saham telah berjalan, namun ia tidak secara pasti menyebut berapa angkanya.

“Jjumlah saham yang telah kita buyback jumlahnya tidak terlalu besar karena pasar saat ini masih sangat berat. Untuk itu BTN buyback saham bertahap sambal melihat perkembangan pasar,” ungkapnya.

Nixon menambahkan apabila harga saham turun maka BTN akan masuk namun memang skalanya tidak terlalu besar.

Buyback saham bertahap, imbuhnya, tidak akan mengganggu operasional bisnis perusahaan.

Sampai dengan berita ini diturunkan, saham BBTN dalam posisi naik 8,70 persen ke level 1.005 per saham. Dalam sepekan saham BBTN mengalami kenaikan hingga ini 21,08 persen. []

Continue Reading

Perbankan

Penarikan Uang Pensiun Kini Bisa Via ATM

MediaBUMN

Published

on

Penarikan Uang Pensiun

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penarikan Uang Pensiun Kini Bisa Via ATMKebijakan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, yaitu dengan menjaga jarak aman.

Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Adi Sulistyowati mengatakan, kebijakan penarikan uang pensiun via ATM juga untuk meningkatkan perlindungan terhadap para pensiunan yang usianya rata-rata merupakan kelompok yang paling rentan terjangkit Covid-19.

Dalam program ini, Bank BUMN itu bekerja sama dengan PT Taspen (Persero) untuk penarikan uang pensiun lewat ATM.

“Sehingga para pensiunan tidak perlu bertatap muka dengan petugas Bank untuk penarikan uang pensiun. Sekaligus menerapkan kebijakan jaga jarak fisik,” kata Adi Sulistyowati, Kamis (2/4/2020).

Ia menjelaskan, para pensiunan yang memiliki kartu ATM dapat melakukan tarik tunai atau melalui Agen46 terdekat, tanpa perlu melakukan autentifikasi atau datang ke kantor cabang bank itu.

“Sedangkan bagi para pensiunan yang belum memiliki kartu ATM BNI, dapat mendatangi kantor cabang untuk mengikuti prosedur penarikan tunai tanpa kartu ATM,” sambung dia.

Kebijakan itu, sambung dia, ditempuh kedua BUMN yakni BNI dan Taspen sebagai respons kewaspadaan terhadap penyebaran wabah virus covid-19. Hal ini juga untuk mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan physical distancing.
Adapun, jumlah Pensiunan Taspen yang akan menerima dana pensiun di BNI pada bulan April ini mencapai 34.701 nasabah. Pembayaran bisa dilakukan di seluruh cabang yakni 57 cabang padanan Taspen atau Kantor Cabang Koordinator.

Adi Sulistyowati pun mendorong kepada pensiunan di tengah penyebaran Covid-19, untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking. Apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, layanan kepada pensiunan dipastikan aman karena telah diterapkan protokol pengamanan virus corona.

“Protokol yang telah diterapkan yakni protokol tindakan preventif. Yaitu melakukan pengecekan suhu tubuh pakai alat thermoscan bagi semua orang yang masuk ke kantor cabang. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan penyanitasi tangan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh Pensiunan,” jelas Adi.

Kemudahan transaksi juga dilakukan oleh Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan (DPLK) BNI. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid -19, para peserta DPLK bisa melakukan setoran ke rekening BNI Simponi melalui kanal elektronik, yaitu i-bank, M-bank, ATM, SMS Banking, Phone Banking, dan BNI Direct.

Untuk pencairan dananya, peserta tinggal mengirimkam dokumen elektronik melalui email, dan mengirimkan dokumen fisik ke DPLK BNI. Pengambilan dana dapat dilakukan di ATM bank manapun. []

Continue Reading

Perbankan

Bank Pelat Merah Siap Laksanakan Program Stimulus UMKM

EKO PRASETYO

Published

on

Bank Pelat Merah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank Pelat Merah alias Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), siap melaksanakan program stimulus kebijakan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meringankan beban Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia di tengah wabah corona agar dapat bertahan.

Selain itu, langkah perbankan juga memberikan stimulus countercyclical ke industri perbankan.

Stimulus ini diberikan agar UMKM tetap tumbuh di tengah merebaknya virus corona di Indonesia.

Ketua Himbara Sunarso, Senin (30/03) mengatakan, saat ini masing-masing bank pelat merah tersebut sudah menyusun kebijakan internal dan siap mengimplementasikan stimulus dari OJK.

Dijelaskan Sunarso, masing-masing bank akan melakukan penilaian terhadap nasabah.

Jadi, masing-masing bank nantinya akan menentukan siapa saja nasabah yang sangat membutuhkan restrukturisasi, baik restrukturiasi berat, sedang, ringan atau bahkan tidak memerlukan restrukturisasi sama sekali.

Menurutnya, soal siapa debitur atau UMKM yang butuh restrukturisasi dan yang tidak perlu itu sebagai kewenangan dan kompetensi bank untuk menentukan.

“Jadi nantinya, Debitur penerima restrukturisasi adalah debitur yang juga pelaku UMKM terdampak penyebaran virus corona,” katanya.

Jadi mana saja Debitur terdampak secara langsung dan tidak langsung di sektor ekonomi seperti, perhotelan, pariwisata, transportasi, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan.

Menurutnya, Himbara juga akan melakukan restrukturisasi berupa penurunan suku bunga pinjaman.

Selain itu akan memberikan perpanjangan jangka waktu, pengaturan kembali jadwal angsuran pokok atau pemberian keringanan tunggakan bunga sesuai dengan kondisi debitur saat wabah covid-19 ini berlangsung.

Tak hanya itu saja, dijelaskannya, untuk para nasabah yang ingin mendapatkan fasilitas restrukturisasi tentunya ada kewajiban yang harus dilakukan debitur.

“Hal yang wajib adalah debitur mengajukan permohonan restrukturisasi kepada Bank tempat pengajuan kredit,” terangnya.

Selanjutnya, berdasarkan permohonan yang diajukan, bank akan melakukan penilaian terhadap kondisi usaha nasabah untuk menetapkan level restrukturisasi yang sesuai.

Jadi bank dapat menilai apakah nasabah yang mengajukan restrukturisasi masuk dalam kategori berat, sedang atau kategori ringan.

Karena pada akhirnya, kata dia, Bank Pelat Merah tersebut akan menentukan bentuk restrukturisasi debitur sesuai dengan kondisi usaha debitur.

Dijelaskannya, untuk kebijakan stimulus Perekonomian Nasional ini tertuang dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020.

Disampaikannya, untuk aturan pertama terkait penilaian kualitas kredit, pembiayaan dan penyediaan dana lain yang berdasarkan ketepatan pembayaran pokok.

“Selain itu terkait bunga kredit, pembiayaan, penyediaan dana lain dengan plafon mencapai Rp10 miliar,” katanya.

Menurutnya juga ada aturan tentang peningkatan kualitas kredit atau aturan tentang pembiayaan menjadi lancar setelah proses direstrukturisasi selama masa berlakunya POJK.

Terakhir, disampaikannya bahwa ketentuan restrukturisasi ini diterapkan Bank tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan atau jenis debitur. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM