Bandara New Yogyakarta Beroperasi April 2019

oleh
Bandara New Yogyakarta

Bandara New Yogyakarta International Airport dipastikan akan beroperasi pada April 2019. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Menurut Rini, Bandara New Yogyakarta tersebut sampai dengan saat ini progress pembangunannya seudah berjalan cukup baik dan secara bertahap akan rampung satu persatu.

Bandara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo tersebut diharapkan keberadaannya akan mampu mempercepat konektivitas udara serta pemerataan perekonomian daerah.

“Saya akan terus mengawal pembangunannya. Saya lihat progres pembangunannya sudah cukup baik dan saya pastikan Bandara New Yogyakarta sudah bisa beroperasi pada April 2019,” terang Rini.

Baca Juga: Tol Japek II Resmi Digarap Waskita Karya

Sementara itu Direktur Utama PT Angkasa Pura 1 (Persero), Faik Fahmi menjelaskan jika progress pembangunan Bandara New Yogyakarta sudah mencapai 71,6 persen. Menurutnya, untuk layanan internasional beroperasi pada April 2019 dan untuk layanan domestik baru bisa beroperasi pada akhir tahun 2019.

“Untuk layanan internasional beroperasi pada April 2019, namun untuk layanan domestik dipastikan pada akhir tahun 2019 sudah bisa beroperasi,” ujar Fahmi.

Kapasitas bandara baru ini secara total diproyeksikan akan mampu melayani 14 juta penumpang setiap tahunnya. Adapun untuk tahap pekerjaan fifik dari sisi fasilitas darat dan udara sudah 100 persen rampung.

“Fasilitas untuk layanan internasional adalah meliputi fasilitas isi udara seperti rapid, runway, taxiway 1, holding bay 1, exit taxiway, parallel taxiway, apron serta taxiway apron,” jelas Fahmi.

Secara keseluruhan, total kapasitas Bandara New Yogyakarta ini diproyeksi mencapai 14 juta penumpang per tahun. “Pekerjaan fisik untuk fasilitas sisi udara dan darat saat ini telah mencapai 100% .Fasilitas Bandara untuk layanan Internasional meliputi fasilitas sisi udara seperti runway, rapid taxiway 1, holding bay 1, parallel taxiway, exit taxiway, apron dan taxiway apron,” ungkap Fahmi.

Untuk fasilitas di sisi darat, lanjut Fahmi, meliputi toll gate, terminal building seluas 12.920 meter persegi serta sebanyak 6 gedung penunjang bangunan sub station.

“Bandara New Yogyakarta akan memiliki akses jalan permanen serta dua jalur jalan temporary,” tutup Fahmi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *