Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga Segera Beroperasi 2020

by
Bandara Jenderal Soedirman

Bandara Jenderal Soedirman yang berada di Purbalingga, rencananya akan dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Nantinya, bandara tersebut rencananya akan dioperasikan pada tahun 2020. Untuk saat ini, masih dilakukan beberapa persiapan pembangunan pada bandara tersebut.

Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, saat ini Angkasa Pura II sedang melakukan persiapan pembangunan infrastruktur. Mulai dari membangun gedung project implementation unit (PIU), membersihkan lahan (landclearing), serta membangun pagar di Bandara Jenderal Soedirman.

Muhammad Awaluddin pun menjelaskan, jika seluruh persiapan pembangunan telah selesai, maka selanjutnya adalah membangun terminal penumpang dan runway. Pihak AP II telah melalui tahapan administrasi sebelum akhirnya melakukan persiapan pembangunan infrastruktur.

Nantinya, pembangunan terminal penumpang Bandara Jenderal Soedirman akan dilakukan melalui tiga tahapan. Pada tahapan pertama, akan dibangun terminal berkapasitas 98.812 penumpang per tahun. Untuk pembangunan tahap II, terminal dibangun dengan kapasitas 440.440 penumpang per tahun. Dan tahap III, terminal memiliki kapasitas 597.645 penumpang per tahun.

Investasi Bandara Jenderal Soedirman

Menurut Awaluddin, pada proses tahapan pertama, investasi yang telah disiapkan sebesar Rp500 miliar untuk membangun terminal penumpang dan runway di Bandara Jenderal Soedirman. Pihaknya sangat optimistis bahwa nantinya jumlah penumpang akan terus bertambah hingga mencapai 600.000 penumpang per tahunnya.

Seiring dengan bergeliatnya perekonomian serta pariwisata, sebab adanya keterbukaan konektivitas udaradi wilayah Jawa Tengah bagian Selatan ini.

Pada tahapan I nanti, rencananya bandara akan melayani penerbangan menggunakan pesawat ATR 72-600 dan sejenisnya.Setelah selesai pada pengembangan tahap III, bandara sudah bisa melayani take off dan landing dari pesawat sekelas Boeing 737 atau Airbus A320. Dan diperkirakan, pergerakan pesawat bisa mencapai 7.500 per tahun.

Proyek Bandara Jenderal Soedirman ini berlokasi di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Sebagai informasi, bahwa pada April 2019, AP II dengan TNI AU telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Maka dari itu, proses pembangunan infrastruktur sudah bisa dimulai.

Selain itu, AP II dan TNI AU juga telah melakukan kesepakatan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr). Yaitu, DLKr I memiliki luas 4,42 hektar, yang akan digunakan sebagai fasilitas bandara, seperti terminal penumpang, terminal kargo, bangunan operasional atau perkantoran, dan fasilitas sisi darat lainnya.

Kemudian untukDLKr II, memiliki lahan seluas 43,5 hektar yang rencananya untuk penggunaan bersama. Penggunaan bersama yaitu, penerbangan sipil dan militer, yang meliputi runway, taxiway, stopway. Selain itu, ada RESA (runwayendsafety area), PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), pagar pengamanan bandara, dan fasilitas bersama. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *