Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Bandara Bali Jadi Pilot Project Implementasi Integrasi Dokumen Kesehatan Syarat Perjalanan Udara dalam Aplikasi PeduliLindungi

Published

on

kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mulai melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan integrasi dokumen kesehatan pelaku perjalanan udara dari layanan kesehatan (yankes) yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui sistem New All Record (NAR) ke dalam aplikasi PeduliLindungi. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang merupakan pintu gerbang penumpang pesawat udara dari dan menuju Bali, menjadi bandara percontohan dalam penerapan kebijakan ini.

Implementasi kebijakan ini didasarkan atas Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/847/2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Melalui integrasi ini, pelaku perjalanan udara yang akan berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali diwajibkan untuk mengunduh dan melakukan registrasi akun pengguna pada aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini telah tersedia untuk telepon pintar berbasis Android dan iOS.

Adapun dokumen kesehatan yang terintegrasi melalui sistem NAR ke dalam aplikasi PeduliLindungi adalah surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR atau rapid test antigen, serta sertifikat vaksinasi dari calon penumpang pesawat udara. Dengan diberlakukannya kebijakan integrasi ini, dokumen kesehatan telah secara otomatis terunggah ke dalam aplikasi PeduliLindungi yang telah terinstal di perangkat telepon pintar calon penumpang. Selain itu, aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) juga telah terintegrasi ke dalam aplikasi PeduliLindungi.

Calon pelaku perjalanan udara cukup menunjukkan barcode yang tersedia di aplikasi tersebut kepada petugas verifikasi yang bertugas di pintu masuk Terminal Keberangkatan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Mulai 13 Juli hari ini, di salah satu bandara yang kami kelola, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, mulai dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan calon pelaku perjalanan udara yang terintegrasi ke dalam aplikasi PeduliLindungi. Dihimbau kepada calon penumpang dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengunggah dokumen kesehatan ke aplikasi serta mengisi e-HAC melalui aplikasi tersebut. Bersama Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara percontohan, atau pilot project dari penerapkan kebijakan ini,” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

“Sebelumnya, jika verifikasi dan validasi dokumen kesehatan pelaku perjalanan udara harus dilakukan satu per satu, secara berkas per berkas, kini proses tersebut cukup dilakukan melalui aplikasi ini, karena semua dokumen kesehatan telah terintegrasi. Hal ini akan mempercepat waktu proses verifikasi, sekaligus mencegah hal yang tidak diinginkan seperti tindakan pemalsuan hasil rapid test antigen, RT-PCR, atau sertifikat vaksin. Integrasi ini akan sangat memberikan kemudahan bagi petugas verifikator dan bagi para pelaku perjalanan udara. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri telah disediakan QR Code/Barcode di beberapa titik area untuk dilakukan pemindaian oleh calon penumpang menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang berguna untuk tujuan pelacakan atau tracing and tracking,” lanjut Faik Fahmi.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), calon pelaku perjalanan udara disyaratkan untuk melengkapi diri dengan surat keterangan hasil negatif Covid-19 yang dikeluarkan dari laboratorium yang telah ditentukan sesuai dengan Surat Keputusan tersebut.

kesehatan

Pengawasan terhadap kebijakan ini juga merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I dalam mendukung penuh penerapan kebijakan Pemerintah terkait ketentuan pelaku perjalanan orang dalam negeri yang ditujukan untuk menekan laju penularan Covid-19.

Selanjutnya, kebijakan ini juga akan diimplementasikan di bandara lain di bawah pengelolaan Angkasa Pura I, yaitu Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, serta untuk selanjutnya akan diimplementasikan di seluruh bandara di Indonesia.

“Melalui implementasi kebijakan ini, pengawasan terhadap dokumen persyaratan kesehatan calon penumpang akan menjadi lebih ketat. Hanya penumpang yang berada dalam kondisi sehat dan memiliki dokumen persyaratan yang valid dan lengkap yang dapat melakukan perjalanan udara. Selain itu, calon penumpang diwajibkan mendapatkan Surat Keterangan Sehat dari layanan kesehatan telah terafiliasi melalui sistem NAR dengan Kemenkes. Implementasi kebijkan ini akan berkontribusi terhadap penekanan laju penularan Covid-19 di sektor transportasi udara. Pun pelaksanaan di lapangan, akan mengurangi jumlah penumpukan penumpang di jalur antrian keberangkatan, sehingga akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon penumpang,” ujar Faik Fahmi.

“Kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder komunitas bandara untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan ini. Penerapan prosedur protokol kesehatan di lapangan senantiasa berjalan secara ketat untuk mencegah dan menekan laju penularan Virus Corona melalui transportasi udara. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali khususnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara, di antaranya adalah dengan instalasi perangkat sinar ultraviolet untuk sterilisasi fasilitas Baggage Handling System dan eskalator, serta seluruh gerai komersial yang telah mendapat sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pun demikian, mayoritas personel garis depan kami yang berhubungan langsung dengan pelayanan penumpang telah menerima vaksinasi,” tutup Faik Fahmi.

Informasi layanan pelanggan dan lebih jauh mengenai penggunaan aplikasi PeduliLindungi dapat menghubungi nomor kontak layanan pelanggan PeduliLindungi di 119. []

Airport Services

YIA Jadi Bandara Pertama di Indonesia yang Meraih Sertifikat “Gold” Greenship Building

Published

on

Green

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil meraih sertifikat “Gold” Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Raihan ini membuat YIA menjadi yang pertama dan satu-satunya bandara di Indonesia yang dengan sertifikat “Gold” Greenship Building.

“Pencapaian ini sekaligus memperkuat misi Angkasa Pura I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kami merasa sangat bangga dengan raihan ini dan berharap YIA dapat menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk generasi Indonesia dimasa mendatang,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Untuk meraih Sertifikat Gold dari GBCI, YIA telah melalui serangkaian penilaian dan persyaratan hingga layak disebut green building. Penilaian ini berdasarkan pada aspek-aspek seperti efisiensi dan penghematan energi (efficiency and conservation), penghematan air (water conservation), pengembangan lokasi gedung (appropriate site development), siklus dan sumber daya material (material resource and cycle), kenyamanan dan kesehatan gedung (indoor health comfort), dan pengelolaan lingkungan gedung (building environmental management).

Proses penilaian dilakukan selama lebih kurang 22 bulan sejak proses pernyataan minat pada 20 Februari 2019, proses workshop pada 11 Desember 2019, proses verifikasi lapangan (remote on site verification) pada 24-26 Oktober 2020, serta proses sidang final assessment pada 17 Desember 2020 yang dilaksanakan secara virtual bersama Greenship Professional dan Green Team dari GBCI.

Dalam kegiatan operasionalnya, YIA didukung berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet, serta penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal. YIA juga didukung dengan fasilitas stormwater management kawasan di mana berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan, mengolah, meresapkan air limpasan hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif yang mendukung keperluan operasional bandara.

Atas berbagai upaya ini, YIA telah berhasil mencapai penghematan penggunaan listrik hingga 25,15% atau 119,21 kWh/m2/tahun, penghematan air hingga 53,01% atau 16,68 liter/orang/hari dan didukung oleh area hijau hingga 19.84% atau 26.589,3 meter persegi.

Green

“Ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp16,8 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh, penghematan biaya air sebesar Rp6,46 miliar per tahun dengan asumsi biaya air PDAM Rp15.000 per meter kubik dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 14.093 ton per tahun,” jelas Faik Fahmi.

Selain memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan hidup, YIA dirancang dengan arsitektur bergaya modern. Namun secara eksterior dan interior tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni (artwork) yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakarta, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo, dan sekitarnya.

YIA dibangun dengan investasi dana sebesar Rp11,3 triliun, di mana Rp7,1 triliun digunakan untuk pembangunan fisik dan Rp4,2 triliun untuk pembebasan lahan. Dengan luas terminal sebesar 219.000 meter persegi dan total luas area bandara mencapai 587 hektar, menjadikan YIA sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia dengan kapasitas saat ini dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Pada kapasitas ultimate, YIA nantinya dapat menampung hingga 24 juta orang per tahun.

Layanan dan Fasilitas Pendukung YIA

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, YIA dilengkapi dengan 96 konter check-in, 12 konter imigrasi di area keberangkatan, 8 konter imigrasi di area kedatangan, 74 eskalator, 41 lift, 38 travelator, 60 toilet, 13 nursery room, 45 mushola, 2 kids zone, 4 unit x-ray cabin di screening checkpoint (SCP) 1, 16 unit x-ray cabin dan 16 unit walk through metal detector (WTMD) di terminal domestik, 7 unit x-ray cabin dan 7 unit WTMD di terminal internasional screening sheck point (SCP) 2, baggage handling system, dan hold baggage screening (HBS) level 4. Tersedia pula gedung parkir yang dapat menampung hingga 4.900 kendaraan roda dua, 1.230 kendaraan roda empat, dan lahan parkir non gedung yang dapat menampung 61 bus dan 402 kendaraan roda empat.

Untuk fasilitas sisi udara, YIA memiliki kapasitas 17 parking stand yang dapat menampung 5 pesawat wide body dan 12 pesawat narrow body atau 22 parking stand untuk pesawat narrow body serta dilengkapi dengan 10 aviobridge dan terminal kargo dengan kapasitas 500 ton/hari. Landas pacu bandara ini memiliki dimensi 3.250 m x 45 m dengan nilai PCN 93 F/C/X/T hingga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380. []

Continue Reading

Airport Services

PPKM Darurat berhasil, Juli 2021 Angkasa Pura I Hanya Layani 900 Ribuan Trafik Penumpang

Published

on

trafik penumpang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang sebesar 939.629 pergerakan penumpang di 15 bandara kelolaan pada Juli 2021 lalu. Jumlah ini menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibanding Juni yang mencapai 3.426.376 pergerakan penumpang.

Penurunan juga terjadi pada trafik pesawat pada Juli yang hanya sebesar 16.173 pergerakan pesawat, turun dari 33.752 pergerakan pesawat pada Juni. Begitu juga trafik kargo yang turun menjadi 30.589.833 kg pada Juli dari 33.820.194 kg pada Juni.

“Penurunan trafik ini mengindikasikan keberhasilan kebijakan Pemerintah terkait PPKM Darurat yang bertujuan untuk menurunkan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di tanah air yang sejak akhir Juni mengalami lonjakan kasus. Seiring dengan masifnya program vaksinasi Covid-19 belakangan ini, kami berharap herd immunity dapat segera terwujud dan dapat meningkatkan kembali trafik penerbangan dan perekonomian secara umum,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Adapun trafik penumpang tertinggi pada Juli lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 259.203 pergerakan penumpang, sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 168.012 pergerakan penumpang, dan trafik penumpang tertinggi ketiga terdapat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang sebesar 100.669 pergerakan penumpang.

Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I sejak Januari hingga Juli 2021 yaitu 15.415.401 pergerakan penumpang, 188.397 pergerakan pesawat, dan 234.419.529 kg kargo.

“Bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan udara pada masa PPKM, kami senatiasa mengingatkan untuk menyiapkan dokumen perjalanan dengan teliti sesuai aturan yang berlaku bagi tujuan masing-masing. Selain itu calon penumpang dapat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan selama dalam perjalanan,” pungkas Faik Fahmi.

Dukung Penerapan Perpanjangan PPKM Level IV pada 3 – 9 Agustus 2021

Seiring dengan telah diumumkannya perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di beberapa daerah selama 7 hari, yaitu 3 – 9 Agustus 2021, oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (2/8) malam, Angkasa Pura I mendukung penerapan kebijakan tersebut, terutama di sektor transportasi udara, untuk menekan laju penularan Covid-19.

“Petugas bandara Angkasa Pura I bersama stakeholder komunitas bandara siap menerapkan ketentuan perjalanan orang dalam negeri melalui udara pada masa perpanjangan PPKM Level 4 sejak 3 hingga 9 Agustus ini. Petugas bandara Angkasa Pura I juga konsisten menerapkan protokol kesehatan di seluruh area bandara dan kantor administrasi pada masa pandemi ini demi untuk membantu mengurangi laju penularan Covid-19,” ujar Faik Fahmi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang benar-benar harus melakukan perjalanan udara pada masa perpanjangan PPKM Level IV ini untuk dapat menyiapkan dokumen syarat penerbangan sehari sebelum keberangkatan dengan benar dan teliti, serta tiba di bandara sekitar 3 jam sebelum waktu keberangkatan demi kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan serta untuk menghindari penumpukkan pemeriksaan dokumen syarat perjalanan,” pungkas Faik Fahmi. []

Continue Reading

Airport Services

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Segera Beroperasi Penuh, Konektivitas Darat ke Bandara SAMS Sepinggan Semakin Mudah

Published

on

Sepinggan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aksesibilitas Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, akan semakin mudah menyusul Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang saat ini tengah dalam tahap akhir pembangunan, yakni Gerbang Karang Juang dan Gerbang Manggar. Secara khusus, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan akan terhubung dengan Kota Balikpapan melalui jalan tol Seksi V, yaitu ruas Sepinggan-Balikpapan (km 13), dengan panjang ruas jalan tol sepanjang 11,09 km.

Secara total, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terbagi atas lima seksi, dengan total panjang jalan tol sepanjang 97,99 km. Pengguna jasa bandara akan semakin dipermudah berkat adanya Gerbang Tol Manggar yang terkoneksi dengan Jalan Mulawarman sebagai akses ke Bandara SAMS Sepinggan.

“Dengan segera dioperasikannya Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, terutama Seksi V yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan Sepinggan yang merupakan lokasi bandara, akan menghadirkan kemudahan akses bagi warga masyarakat, pengguna jasa bandara, dan calon penumpang dari Balikpapan untuk menjangkau Bandara SAMS Sepinggan dengan cepat dan mudah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

“Beroperasinya ruas lain dari Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di masa mendatang juga akan memberikan kemudahan aksesibilitas warga di wilayah lain di Provinsi Kalimantan Timur untuk dapat mengakses lokasi bandara kami ini. Kemudahan akses ini juga kami harapkan dapat memberikan multiplier effect positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, pasalnya dengan adanya akses jalan tol ini dapat mempercepat waktu tempuh serta kemudahan akses dalam mobilitas orang dan barang,” lanjut Faik Fahmi.

Seperti diketahui, saat ini Seksi I (Ruas Balikpapan-Samboja) dengan panjang 22,03 km dan Seksi V (Ruas Sepinggan-Balikpapan) sepanjang 11,09 km tengah berada dalam fase akhir dari pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Jalan tol tersebut merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Kalimantan, serta direncanakan akan menopang konektivitas wilayah calon Ibu Kota Negara baru yang direncanakan oleh Pemerintah akan dibangun di kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Modern Gerbang Udara Kalimantan Timur

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan yang melayani konektivitas udara di kawasan Kalimantan Timur resmi dioperasikan Angkasa Pura I sejak tahun 1987. Sejak saat itu, bandara ini terus mengalami renovasi dan peningkatan kapasitas serta fasilitas, yang terbaru adalah pada tahun 2014 dengan dioperasikannya terminal baru untuk menggantikan terminal lama yang sudah mengalami overcapacity, kondisi di mana jumlah penumpang dalam satu tahun yang dilayani sudah melebihi kapasitas maksimal sebuah bandara.

Dengan luas terminal hingga 110.000 m2, kini Bandara SAMS Sepinggan dapat melayani hingga 10 juta penumpang/tahun, hampir 6 kali lipat dari kapasitas maksimal terminal lama yang hanya mampu melayani 1,7 juta penumpang/tahun.

Untuk dapat memberikan layanan terbaik (service excellence) terhadap pengguna jasa, Bandara SAMS Sepinggan kini dilengkapi dengan 72 check-in counter, 8 konter imigrasi, 8 unit baggage claim conveyor, serta fasilitas baggage handling system level 4. Untuk fasilitas sisi udara, Bandara SAMS Sepinggan dilengapi dengan 35 parking stand, yang terbagi menjadi 30 parking stand yang dapat menampung pesawat jenis narrow body dan 5 parking stand yang dapat menampung pesawat berbadan besar atau wide body. Landas pacu atau runway Bandara SAMS Sepinggan memiliki dimensi 2.500×45 m, serta dilengkapi dengan 7 exit taxiway dan 1 parallel taxiway untuk melayani kebutuhan lalu lintas udara yang padat. Bandara ini juga dilengkapi dengan 11 garbarata atau aviobridge, serta dapat melayani pesawat terbesar hingga jenis Airbus A330-200.

Kualitas layanan Bandara SAMS Sepinggan juga telah diakui secara internasional, dibuktikan dengan berbagai penghargaan skala dunia yang diraih. Pada tahun 2020 lalu, penghargaan dari Airport Council International (ACI) berhasil diraih, yaitu Best Airport by Size in Asia-Pacific: 5-15 Million Passenger per Year. Capaian tersebut semakin melengkapi penghargaan yang diterima dari ACI di tahun sebelumnya, di antaranya adalah Best Environment & Ambience by Size: 5-15 Million Passenger per Year, Best Customer Service: 5-15 Million Passenger per Year, Best Infrastructure & Facilitation: 5-15 Million Passenger per Year yang diterima di tahun 2019.

Pada tahun 2020 lalu, sebanyak 2.748.791 penumpang, 33.756 pergerakan pesawat udara, serta 45.864.885 kg kargo terlayani oleh Bandara SAMS Sepinggan

“Seperti halnya di hampir seluruh bandara lain di dunia, statistik tahun 2020, khususnya penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara SAMS Sepinggan mengalami penurunan dibanding catatan di tahun 2019 dikarenakan imbas dari pandemi global Covid-19. Untuk pergerakan penumpang mengalami penurunan sebesar 49%, sedangkan pesawat turun 43%. Namun demikian, untuk lalu lintas kargo justru mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 3%,” tambah Faik Fahmi.

“Hadirnya akses Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan dapat turut serta dalam mengatrol pertumbuhan trafik udara di Bandara SAMS Sepinggan. Jalan tol ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap angkutan kargo, dengan keunggulan waktu dan jarak tempuh menuju bandara yang terpangkas jauh,” lanjutnya.

“Dengan semakin mudahnya akses menuju bandara, serta keunggulan fasilitas dan layanan yang dimiliki oleh Bandara SAMS Sepinggan, kami yakin bahwa bandara ini akan dapat menjadi bandara penunjang utama konektivitas udara serta pintu gerbang udara utama di Ibu Kota Negara baru kelak,” tutup Faik Fahmi. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!