Connect with us
banner pln 2023

HIGHLIGHT BUMN

Bakti BUMN Untuk Santri Jadi Ajang Membentuk Santripreneur Berkualitas

Published

on

Bakti BUMN Untuk Santri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bakti BUMN Untuk Santri resmi dirilis oleh Kementerian BUMN bersama 33 perusahaan pelat merah.

Program ini meliputi berbagai kegiatan, di antaranya Magang Santri dan Program Pesantrenpreneur berupa Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren.

Dalam progam Bakti BUMN, ada beberapa BUMN yang menjadi koordinator Program, yaitu PT Semen Indonesia, PT Pegadaian, PT Pelindo dan PT PLN.

Acara kick off program Bakti BUMN Untuk Santri digelar di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya (14/9) dan dan diresmikan oleh Deputi Bidang SDM TI Kementerian BUMN, Tedi Bharata dan General Manager of CSR PT SIG, Edy Saraya.

Hadirnya Bakti BUMN Untuk Santri diharapkan dapat meningkatkan potensi para santri dan santriwati dalam mewujudkan pembangunan ekonomi.

Potensi santri dan santriwati jika dikembangkan secara optimal bisa memberikan dampak signifikan, karena Indonesia negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia dan memiliki ribuan pondok pesantren.

Menteri BUMN, Erick Thohir meyakini para santri dan santriwati bisa turut berkontribusi dalam membawa kemajuan bagi Indonesia serta membangun peradaban yang lebih baik.

Untuk itu, para pelajar di ponpes harus mampu mengembangkan kapasitas diri di tengah disrupsi digital, salah satunya melalui program santri.

“Program ini merupakan komitmen BUMN untuk menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi tantangan di era saat ini, terutama di sektor digital. Sehingga para santri dan santriwati juga bisa ikut mewujudkan pembangunan ekonomi nasional,” kata Erick.

Ia menjelaskan, Program Magang Santri merupakan kolaborasi antara BUMN dengan sejumlah perguruan tinggi dan pesantren yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM.

Tak jauh berbeda, Program Pesantranpreneur juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan berwirausaha agar pondok pesantren di setiap daerah bisa menjadi penggerak pemberdayaan industri halal.

Program Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren ini diikuti sebanyak 78 pengajar dari pondok pesantren di Surabaya, Jember dan Kediri, dan telah dibekali pengetahuan tentang bisnis terapan.

Di antaranya pembelajaran tentang Bisnis dan Manajemen, Teknologi dan Rekayasa, Tata Boga, Teknologi dan Informasi, Agrobisnis, Perikanan dan Agroteknologi, Tata Rias hingga Kesehatan.

Proses belajar di program ini akan berlangsung selama setahun, dan diharapkan ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk menjadi wirausahawan ketika lulus nanti.

“Kita ingin pondok pesantren di Indonesia menjadi pusat pemberdayaan muslimpreuneur dan mercusuar peradaban. Maka SDM dari para santri harus kita persiapkan agar semakin berkualitas,” kata Erick.

Sementara GM of CSR PT SIG, Edy Saraya menjelaskan pihaknya sudah menerima 20 santri magang dan mereka akan belajar mengenai proses bisnis serta metode kerja selama 3 bulan.

Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, para santri yang ikut Bakti BUMN Untuk Santri akan mendapatkan sertifikasi magang dari perusahaan.

Menurutnya, ada sebanyak 26 ponpes yang pengajaranya mengikuti program Training of Trainer dan mulai mengajarkan ilmu yang didapat kepada santri masing-masing.

“Program ini merupakan upaya kami dalam membangun masyarakat yang mandiri dengan melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru,” tandasnya. []

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM